Januari menghadirkan peluang menarik untuk mengamati empat wahana antariksa legendaris di langit malam. Meski jarak mereka sangat jauh dan tak mungkin terlihat secara langsung dengan mata telanjang, posisi mereka dapat dilacak dengan panduan yang tepat. Berikut ini langkah-langkah untuk menemukan setiap pesawat ruang angkasa tersebut dan objek langit terkait untuk menambah pengalaman pengamatan.
1. James Webb Space Telescope (JWST)
James Webb Space Telescope mulai mengorbit pada akhir tahun 2021 dan bertugas mengamati galaksi kuno guna memahami evolusi alam semesta. Pada Januari, JWST melintasi langit timur setelah matahari terbenam, bergerak dari konstelasi Orion menuju Gemini.
Untuk menemukannya, lihat ke arah bintang Nu Orionis di lengan kanan atas konstelasi Orion sekitar tanggal 19 Januari. Setelah itu, JWST akan bergerak mendekati bintang Alhena di kaki salah satu kembar dalam Gemini.
Selain itu, pengamat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari Nebula Orion yang terkenal dengan mudah, yang terletak dekat sabuk Orion. Nebula ini terlihat seperti bercak cahaya kabur di bawah bintang Alnitak jika Anda mengamati dengan teropong atau kamera yang baik.
2. Europa Clipper
Europa Clipper diluncurkan dengan tujuan menjelajahi bulan es Jupiter yang bernama Europa. Wahana ini kini dalam perjalanan panjang menuju Jupiter, dan pada Januari dapat ditemukan di konstelasi Libra dan sekitarnya pada dini hari.
Awalnya, ia berada dekat bintang Gamma Librae pada 18 Januari, diikuti bergerak menuju rasi bintang Scorpius dengan bintang-bintang seperti Acrab dan Dschubba sebagai referensi.
Jupiter sendiri menjadi objek terang yang mudah terlihat di langit barat sekitar pagi, dengan bintang Castor dan Pollux di Gemini terletak lebih tinggi. Pengamatan dini hari akan memberikan panduan lokasi yang lebih akurat.
3. Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE)
JUICE merupakan misi gabungan ESA dan NASA yang dijadwalkan tiba di Jupiter setelah Europa Clipper. Pada Januari, posisi JUICE akan berada di konstelasi Ophiuchus.
Perhatikan bintang Sabik yang terang di bawah cakrawala tenggara menjelang fajar sekitar tanggal 19 Januari. Selanjutnya, JUICE akan bergerak ke arah asterisme "teko" di rasi Sagittarius yang mulai muncul menjelang matahari terbit.
Selain itu, pengamat dapat mencari bintang merah Antares, supergiant di rasi Scorpius, yang tampak cerah di sisi tenggara langit pagi.
4. Voyager 1
Voyager 1, wahana ruang angkasa yang diluncurkan sejak 1977, kini merupakan objek buatan manusia paling jauh di alam semesta. Ia saat ini berada di ruang antarbintang, tetapi jalur langitnya berkaitan dengan bintang-bintang di konstelasi Ophiuchus dan Hercules.
Pada pagi hari Januari, lokasi Voyager 1 berada di antara bintang Rasalhague, Kappa Ophiuchi, dan Rasalgethi. Ketiganya membentuk segitiga bintang yang bisa digunakan sebagai panduan memastikan posisi wahana.
Bonus bagi pengamat, ada rasi Corona Borealis dengan bintang T Coronae Borealis yang terkenal karena pernah mengalami ledakan nova pada 1946 dan dikabarkan berpotensi meledak lagi.
Berikut ringkasan cara menemukan keempat wahana tersebut:
| Wahana | Lokasi Langit | Referensi Bintang Utama | Waktu Pengamatan | Objek Langit Bonus |
|---|---|---|---|---|
| James Webb Space Telescope | Konstelasi Orion & Gemini | Nu Orionis, Alhena | Sore hingga malam | Nebula Orion |
| Europa Clipper | Konstelasi Libra & Scorpius | Gamma Librae, Acrab, Dschubba | Dini hari | Jupiter, Castor, Pollux |
| JUICE | Konstelasi Ophiuchus & Sagittarius | Sabik, asterisme "teko" | Menjelang fajar | Bintang merah Antares |
| Voyager 1 | Konstelasi Ophiuchus & Hercules | Rasalhague, Kappa Ophiuchi, Rasalgethi | Pagi hari | Rasi Corona Borealis & Nova T CrB |
Untuk mendapatkan hasil terbaik, pengamat dianjurkan menggunakan aplikasi astronomi seperti Stellarium atau Starry Night dan situs resmi seperti TimeandDate.com untuk informasi waktu terbit dan terbenam objek. Teropong yang baik juga akan memperjelas detail dan menguatkan pengalaman melihat situs legendaris tersebut.
Langit malam sepanjang Januari tidak hanya menghadirkan keindahan kosmik, namun juga menandai jejak perjalanan wahana luar angkasa yang mengubah pemahaman manusia tentang tata surya dan alam semesta. Mengamati posisi legendaris beberapa wahana robotik ini secara berkala dapat menjadi aktivitas edukasi sekaligus hiburan yang memukau untuk pecinta astronomi dan publik umum.





