Keunikan Burung Walet Kelapa: Otot Sayap Kuat dan Kemampuan Terbang Nonstop Luar Biasa

Burung walet kelapa atau common swift (Apus apus) memiliki kemampuan terbang yang luar biasa. Burung ini mampu terbang nonstop hingga 10 bulan tanpa mendarat sama sekali.

Penelitian dari Lund University, Swedia, membuktikan bahwa burung walet kelapa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di udara. Temuan ini mengukuhkan dugaan lama para ahli burung yang sebelumnya hanya berdasarkan hipotesis.

Para peneliti memasang alat pencatat kecil dengan akselerometer dan sensor cahaya pada beberapa burung dewasa. Alat tersebut merekam aktivitas terbang dan melacak posisi selama migrasi mereka antara Eropa Utara dan Afrika.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa walet kelapa hanya berada di daratan sekitar dua bulan dalam setahun untuk masa berkembang biak. Sisanya lebih dari 99 persen hidup mereka berlangsung di udara. Beberapa individu tercatat tidak pernah mendarat selama kurun waktu hampir 10 bulan.

Berat tubuh burung ini sekitar 40 gram dengan bentuk tubuh ramping dan sayap panjang sempit. Bentuk sayap ini dirancang khusus untuk menghasilkan daya angkat maksimal dengan penggunaan energi yang efisien.

Burung walet kelapa mampu menjalankan berbagai aktivitas penting saat terbang. Mereka makan dengan menangkap serangga di udara dan minum dengan cara meneguk tetesan hujan atau menyentuh permukaan danau secara cepat saat melayang.

Fakta menarik lainnya adalah burung ini dapat mengganti bulu sayapnya (molting) saat masih di udara. Burung yang terbang nonstop biasanya mengalami pergantian bulu, sementara yang sesekali mendarat cenderung belum melakukan molting.

Dugaan para peneliti adalah perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi fisik dan beban parasit yang memengaruhi perilaku terbang setiap individu.

Sejauh ini, belum jelas bagaimana dan kapan burung walet kelapa tidur selama terbang. Peneliti menduga mereka tidur sambil melayang, mirip dengan burung fregat yang bisa tidur singkat saat meluncur di udara.

Perilaku kawanan walet yang naik ke ketinggian 2-3 kilometer pada fajar dan senja lalu meluncur perlahan kemungkinan untuk menghemat energi dengan memanfaatkan arus udara hangat.

Burung walet ini tetap aktif terbang hampir tanpa henti bahkan pada malam hari. Pada siang hari, mereka banyak meluncur memanfaatkan arus termal untuk mengurangi energi yang digunakan saat terbang.

Dibandingkan dengan burung pelayar jarak jauh lainnya seperti albatros atau fregat, walet kelapa menunjukkan ketahanan terbang yang lebih ekstrem. Albatros hanya mampu terbang nonstop sekitar dua bulan.

Jenis swift lain seperti alpine swift juga hanya mampu terbang nonstop selama sekitar enam setengah bulan. Common swift memegang rekor kemampuan terbang nonstop terlama di dunia fauna.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology dan menunjukkan betapa hebatnya adaptasi burung walet kelapa terhadap lingkungan ekstrem.

Kemampuan tubuh walet kelapa yang tahan lama di udara membuka wawasan baru mengenai evolusi dan adaptasi burung. Studi lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap misteri tidur dan pola migrasi mereka secara lebih rinci.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button