NASA Manfaatkan F-15 untuk Dukung Penelitian Penerbangan Supersonik dan Reduksi Suara Sonic Boom

NASA memanfaatkan pesawat tempur F-15 dalam upayanya mengembangkan teknologi penerbangan supersonik yang lebih senyap. Pesawat F-15 yang sudah pensiun dari Angkatan Udara AS ini akan mendukung riset di Pusat Riset Penerbangan Armstrong, California, khususnya untuk keberhasilan misi eksperimen pesawat X-59. X-59 didesain untuk mengurangi kebisingan ledakan sonic boom menjadi bunyi yang jauh lebih pelan, dikenal sebagai "sonic thumps," sehingga bisa membuka kemungkinan penerbangan supersonik di wilayah darat.

F-15 tiba di Armstrong pada Desember dari Skuadron Tempur 173 dari Gubernur Nasional Oregon setelah menyelesaikan penerbangan militernya terakhir. Salah satu pesawat akan digunakan sebagai pesawat riset NASA yang aktif, sementara yang lain dipakai untuk suku cadang program ini, kata Troy Asher, direktur operasi penerbangan di Armstrong. Pesawat ini akan berfungsi sebagai chase plane, mengiringi penerbangan X-59 untuk mengawasi kondisi cuaca, merekam gambar, serta membantu komunikasi dengan kontrol lalu lintas udara.

Keunggulan F-15 untuk Mendukung X-59

F-15 memiliki kecepatan maksimum hampir Mach 2,5 yang memadai untuk mengejar X-59 yang diperkirakan melaju di Mach 1,4 atau sekitar 925 mph. NASA telah memodifikasi F-15 dengan sistem dukungan hidup agar pilot dapat terbang hingga ketinggian 60.000 kaki, sedikit di atas ketinggian jelajah X-59 yaitu 55.000 kaki. Modifikasi serupa akan diterapkan pada kedua F-15 terbaru di program ini. Kemampuan F-15 membawa perangkat eksternal di bawah sayap atau badan juga memungkinkan pemasangan instrumen pengukur gelombang kejut yang dihasilkan X-59.

NASA juga menggunakan F/A-18 Super Hornet sebagai chase plane yang lebih gesit dan memiliki kokpit ganda untuk pengambilan gambar. Pilihan chase plane dalam tiap misi tergantung pada kebutuhan teknis dan jadwal pemeliharaan pesawat, kata pilot chase Jim Less. Namun, F-15 tetap menjadi pilihan utama karena kecepatannya yang bisa menyesuaikan dengan kinerja X-59.

Teknologi Supersonik Baru NASA: Program QUESST

X-59 adalah pusat dari program Quiet SuperSonic Technology (QUESST) NASA, yang bertujuan membuktikan kemampuan penerbangan supersonik di atas daratan dengan tingkat kebisingan serendah bunyi pintu mobil tertutup dari jauh. Sejak 1973, FAA melarang penerbangan supersonik komersial di atas wilayah darat karena gangguan suara ledakan sonic boom. Namun, berbagai pengembang pesawat, termasuk NASA, berupaya mengubah regulasi ini dengan teknologi yang mampu menekan kebisingan.

X-59 memiliki desain hidung yang panjang seperti hidung Pinokio, sekitar sepertiga dari panjang total 100 kaki pesawat. Desain ini bertujuan memecah gelombang kejut di depan pesawat sehingga mengurangi suara ledakan. Mesin F414-GE-100 dari F/A-18 yang dipasang di atas badan menghasilkan aliran udara yang halus di bawah pesawat. Karena hidung yang panjang menghalangi pandangan langsung pilot, kokpit X-59 dilengkapi dengan sistem eXternal Vision yang menampilkan gambar depan dan bawah pesawat secara digital.

Rencana Pengujian dan Dampak untuk Masa Depan Penerbangan Supersonik

Penerbangan perdana X-59 berlangsung selama 67 menit dengan kecepatan dan ketinggian yang masih di bawah target. NASA akan melakukan serangkaian uji terbang di gurun California untuk mengukur kemampuan pengendalian dan pemecahan gelombang kejut pada ketinggian serta kecepatan yang diharapkan. Setelah itu, pengujian dilanjutkan di Edwards Air Force Base sebelum akhirnya melakukan penerbangan survei komunitas di daerah padat penduduk.

Data dari pengujian ini akan membantu FAA dan regulator lain dalam menetapkan aturan baru terkait penerbangan supersonik komersial di atas daratan. Keberhasilan proyek ini juga akan membuka pintu bagi pengembang komersial seperti Boom Supersonic dan Spike Aerospace untuk memproduksi pesawat supersonik yang lebih maju dan ramah lingkungan. Sebelumnya, beberapa perusahaan seperti Exosonic dan Aerion gagal menyelesaikan proyek mereka, namun optimisme terus terjaga seiring kemajuan teknologi dan dukungan dari riset NASA.

Exit mobile version