3 Wilayah Rawan Sinkhole di Indonesia Menurut BRIN: Gunungkidul, Pacitan, Maros Waspada!

Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah menjadi ancaman serius di beberapa wilayah Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi daerah-daerah dengan risiko tinggi munculnya sinkhole. Informasi ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan bencana geologi.

Menurut Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, wilayah yang rawan sinkhole umumnya berupa daerah dengan lapisan batu gamping tebal. Lapisan ini mudah larut oleh air dan memicu terbentuknya rongga di bawah permukaan tanah. Berikut tiga wilayah di Indonesia yang perlu diwaspadai.

1. Gunungkidul, Yogyakarta

Gunungkidul dikenal sebagai kawasan karst terbesar di Pulau Jawa dengan lapisan batu gamping yang sangat dominan. Kondisi ini membuat Gunungkidul rawan terjadinya sinkhole secara tiba-tiba. Banyak kejadian lubang runtuhan tanah yang muncul dengan tiba-tiba di wilayah ini, berpotensi membahayakan lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar.

BRIN menegaskan bahwa proses pelarutan batu gamping di Gunungkidul berlangsung lama di bawah tanah tanpa tanda visual. Karena itu, warga harus selalu waspada terutama saat musim hujan, ketika beban air dapat mempercepat runtuhnya lapisan penopang tanah.

2. Pacitan, Jawa Timur

Pacitan juga termasuk wilayah yang rawan sinkhole karena memiliki bentang alam karst yang luas. Lapisan batu gamping tebal di bawah permukaan tanah membuat kemunculan sinkhole sulit diprediksi. Seringkali, lubang runtuhan ini muncul di daerah permukiman dan lahan pertanian sehingga berdampak pada keselamatan dan kehidupan sosial ekonomi.

BRIN menekankan pentingnya melakukan survei geofisika di Pacitan untuk memetakan rongga bawah tanah. Dengan cara ini, potensi bahaya dapat diantisipasi sebelum terjadi keruntuhan besar.

3. Maros, Sulawesi Selatan

Maros merupakan salah satu pusat kawasan karst terbesar di Indonesia bagian timur. Wilayah ini memiliki struktur batu gamping yang juga sangat rentan mengalami pelarutan dan pembentukan rongga. Fenomena sinkhole kerap terjadi di Maros dan berisiko menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

Upaya mitigasi di Maros perlu dilakukan dengan penggunaan teknologi georadar, gayaberat, dan geolistrik untuk mendeteksi keberadaan rongga bawah tanah. Selain itu, rekayasa seperti cement grouting yang mengisi rongga menggunakan bahan semen dapat mengurangi risiko runtuhan.

Proses Terbentuknya Sinkhole

Sinkhole terbentuk dari proses alami yang berlangsung lama. Air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida secara perlahan melarutkan lapisan batu gamping di bawah tanah. Lama kelamaan, rongga ini membesar akibat aliran air tanah dan permukaan yang terus melewati rekahan.

Ketika lapisan penyangga di atas rongga melemah, terutama saat hujan deras, lapisan tanah bisa runtuh secara tiba-tiba. Akibatnya, lubang besar muncul di permukaan dan disebut sinkhole. Proses ini membuat deteksi dini sulit dilakukan tanpa teknologi khusus.

Upaya Mitigasi Sinkhole di Wilayah Rawan

BRIN mencatat bahwa salah satu kendala utama mitigasi sinkhole yaitu sulitnya mengenali tanda-tanda awal kemunculannya. Namun, survei geofisika dapat membantu mengatasi hal ini. Metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik efektif memetakan rongga dan ketebalan lapisan batuan penyangga.

Selain deteksi, rekayasa geoteknik berupa cement grouting bisa diterapkan untuk meningkatkan stabilitas area rawan. Dengan mengisi rongga menggunakan semen atau bahan kimia, lapisan penopang tanah menjadi lebih kuat dan risiko runtuhan menurun. Langkah ini sangat penting terutama pada kawasan permukiman untuk melindungi kehidupan warga.

Daftar Wilayah Rawan Sinkhole di Indonesia Menurut BRIN:

  1. Gunungkidul, Yogyakarta
  2. Pacitan, Jawa Timur
  3. Maros, Sulawesi Selatan

Mengetahui wilayah-wilayah rawan sinkhole sangat penting sebagai langkah awal kewaspadaan. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut, pemantauan rutin kondisi tanah dan lingkungan sekitar mesti menjadi prioritas. Waspada terhadap perubahan aliran air permukaan juga dapat menjadi indikator munculnya potensi sinkhole.

BRIN terus berupaya meningkatkan pemahaman publik melalui riset dan inovasi mitigasi. Dengan teknologi yang tepat dan kesadaran bersama, risiko akibat sinkhole di wilayah rawan dapat dikurangi secara signifikan.


FAQ seputar wilayah Indonesia yang rawan sinkhole

  • Apa itu sinkhole dan kenapa bisa terjadi di Indonesia?
    Sinkhole adalah lubang runtuhan tanah akibat lapisan bawah tanah yang melarut, terutama di daerah batu gamping.

  • Wilayah mana saja di Indonesia yang rawan sinkhole?
    Gunungkidul, Pacitan, dan Maros merupakan wilayah dengan risiko tinggi sinkhole karena bentang alam karst.

  • Apa tanda awal munculnya sinkhole yang perlu diwaspadai?
    Tanda umum adalah hilangnya aliran air secara tiba-tiba yang menandakan air mengalir ke rongga bawah tanah.

Referensi:
"Peneliti BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Wilayah Batugamping Indonesia". BRIN. Diakses Januari 2026.

Berita Terkait

Back to top button