Sebuah startup bernama Space Beyond berencana mengirim abu jenazah hingga 1.000 orang ke ruang angkasa secara terjangkau pada 2027. Ide ini lahir dari pendirinya, Ryan Mitchell, yang memiliki pengalaman bekerja sebagai insinyur manufaktur di program pesawat ulang-alik NASA dan hampir satu dekade di perusahaan antariksa Jeff Bezos, Blue Origin.
Mitchell terinspirasi ketika menghadiri upacara tabur abu keluarga. Ia merasa bahwa momen kenangan itu terasa singkat dan bertanya-tanya bagaimana bisa membuat prosesi itu lebih bermakna dan berlangsung lebih lama. Dari sanalah muncul program "Ashes to Space" yang memanfaatkan CubeSat, satelit kubus kecil, untuk mengangkut abu jenazah ke orbit sekaligus dalam satu misi.
Model bisnis terjangkau lewat rideshare
Space Beyond menggunakan model rideshare sebagai strategi utama untuk menekan biaya pengiriman ke ruang angkasa. CubeSat yang membawa abu jenazah akan ikut terintegrasi dalam misi rideshare Falcon 9 milik SpaceX. Dengan cara ini, Space Beyond dapat memanfaatkan peluang akses ruang angkasa dengan harga jauh lebih murah dibanding opsi serupa yang biasanya mencapai ribuan dolar.
Layanan termurah yang ditawarkan Space Beyond hanya seharga $249, jauh lebih terjangkau dibanding layanan sejenis dari perusahaan lain seperti Celestis yang sudah beroperasi sejak 1990-an. Meski demikian, kremasi jenazah tetap harus dilakukan oleh pelanggan di lokasi lain sebelum abu dikirim ke luar angkasa oleh Space Beyond.
Batasan teknis dan manfaat orbit
Setiap pelanggan hanya bisa mengirim abu seberat sekitar satu gram karena keterbatasan CubeSat dan kendala bobot bagi penyedia peluncuran seperti SpaceX. Namun, bobot kecil ini memungkinkan Space Beyond mengangkut abu dari ratusan hingga ribuan orang dalam satu pengiriman, sehingga model bisnis tetap berkelanjutan secara finansial.
CubeSat milik Space Beyond akan berada di orbit sinkron matahari (“sun-synchronous orbit”) pada ketinggian sekitar 550 kilometer. Orbit ini memungkinkan satelit untuk melintasi seluruh permukaan bumi secara reguler, sehingga pelanggan dapat melacak posisi CubeSat dan mengetahui kapan satelit melintas di atas tempat tinggal mereka.
Dimensi waktu dan simbolisme
Orbit CubeSat hanya bertahan sekitar lima tahun. Setelah periode itu, satelit bersama abu jenazah akan terbakar habis saat memasuki kembali atmosfer Bumi. Menurut Mitchell, ini merupakan simbolisme pemakaman yang unik dan bermakna, meski tidak dijamin pelanggan dapat melihat kebakaran atmosfer tersebut secara langsung.
Space Beyond sengaja tidak menyebarkan abu langsung ke ruang angkasa. Mitchell menjelaskan bahwa menyebarkan partikel abu dapat membahayakan satelit lain dan menciptakan debris yang berisiko menabrak pesawat luar angkasa lain. Oleh karena itu, abu yang dikirim dalam CubeSat hanya dikemas rapat dan dipastikan aman selama masa operasional.
Visi dan etika bisnis
Space Beyond adalah startup yang didirikan dengan pendekatan bootstrapped dan tanpa ambisi meraup keuntungan besar. Mitchell mengakui sempat diberi tahu bahwa harga yang dipatok terlalu murah. Namun, ia menolak mengikuti praktik industri pemakaman yang cenderung memanfaatkan momen rentan keluarga demi meraup lebih banyak uang.
Mitchell memilih fokus pada nilai serta filosofi kemanusiaan dari programnya, bukan keuntungan semata. Ia ingin menawarkan alternatif yang mengabadikan kenangan mendiang dengan cara yang terjangkau dan inovatif tanpa menimbulkan beban biaya berlebihan bagi keluarga.
Masa depan perjalanan abu jenazah di luar angkasa
Inisiatif Space Beyond menandai evolusi baru di bidang layanan pemakaman luar angkasa. Dengan kemajuan teknologi CubeSat dan rideshare, akses ke ruang angkasa semakin demokratis dan dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang lebih personal dan bermakna.
Rencana peluncuran CubeSat pada bulan Oktober 2027 menjadi tonggak penting yang dapat membuka peluang lebih luas bagi layanan serupa ke depannya. Pendekatan inovatif dari startup ini menunjukkan bahwa ruang angkasa bukan lagi sesuatu yang eksklusif bagi pemerintah atau korporasi besar, melainkan dapat menjadi ruang kenangan dan penghormatan terakhir yang terjangkau bagi banyak orang.





