Banyak pabrik yang masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan dalam proses produksinya. Namun, sebuah inovasi baru berupa "thermal battery" kini memungkinkan pabrik-pabrik tersebut menggunakan energi terbarukan dengan biaya lebih murah.
Startup bernama Electrified Thermal Solutions, yang merupakan hasil riset dari MIT, berhasil mengembangkan baterai energi panas dengan kemampuan mencapai suhu hingga 1.800 derajat Celsius. Suhu tersebut sudah cukup untuk berbagai industri berat, seperti pembuatan baja, semen, dan bahan kimia.
Teknologi Thermal Battery dari MIT
Joule Hive Thermal Battery, teknologi yang dikembangkan Electrified Thermal Solutions, menggunakan batu bata khusus yang dapat dialiri listrik secara langsung. Hal ini memungkinkan suhu sangat tinggi tercapai secara efisien. Berbeda dengan teknologi serupa dari perusahaan lain, batu bata ini memungkinkan temperatur yang sebelumnya sulit dicapai oleh thermal battery lain.
Baterai ini bekerja dengan menyimpan energi listrik saat harganya murah, biasanya pada jam-jam rendah permintaan listrik. Energi yang tersimpan dalam bentuk panas akan dilepaskan saat pabrik membutuhkan. Dengan sistem ini, pemakaian energi listrik menjadi lebih hemat dan fleksibel dibandingkan penggunaan gas alam.
Keuntungan Ekonomi untuk Industri
Daniel Stack, CEO Electrified Thermal Solutions, menyebutkan bahwa pengguna industri bisa menghemat antara 15% hingga 30% biaya pemanasan. Penghematan ini sangat signifikan mengingat industri seperti baja dan semen memiliki margin keuntungan yang sangat bergantung pada harga energi.
Harga listrik grosir di Amerika Serikat dan Eropa kadang kala turun sangat rendah atau bahkan negatif ketika energi terbarukan melimpah. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mengisi thermal battery dengan listrik murah, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Saat ini, startup ini fokus untuk menjangkau pasar Eropa karena kebijakan pemerintah yang mendukung akses listrik murah.
Mudah Diintegrasikan ke Pabrik yang Ada
Sistem ini dirancang agar bisa dipasang tanpa perlu membangun pabrik baru. Baterai panas dihubungkan dengan pipa yang menyalurkan udara panas ke kiln, boiler, atau furnace yang sudah ada. Pelanggan bisa memilih opsi membayar sebagai layanan (heat-as-a-service) atau membeli baterai secara langsung.
Pengujian demo sistem ini dilakukan di Southwest Research Institute, San Antonio. Rencananya, unit komersial akan mulai dipasarkan dalam waktu dekat. Selain itu, batu bata untuk baterai ini diproduksi dari material yang sudah umum digunakan dalam industri kaca. Produsen besar, HWI, telah mulai memproduksi secara massal untuk memenuhi permintaan.
Dampak Lingkungan yang Signifikan
Sekitar 20% energi dunia digunakan untuk proses pemanasan industri. Jika sektor ini beralih ke teknologi thermal battery berbasis listrik terbarukan, emisi karbon dioksida bisa berkurang drastis. Stack memperkirakan pengurangan emisi bisa mencapai beberapa gigaton CO2 per tahun.
Dengan teknologi ini, penggunaan bahan bakar fosil di industri bisa diminimalisasi tanpa mengorbankan biaya. Transformasi tersebut bukan hanya mendukung agenda iklim global, tapi juga memberikan opsi ekonomi yang menarik untuk dunia industri yang selama ini bergantung pada energi fosil.
Inovasi thermal battery dari Electrified Thermal Solutions menghadirkan solusi praktis dan murah untuk membantu pabrik-pabrik beralih ke energi bersih. Terobosan ini bisa menjadi salah satu kunci dalam mengurangi jejak karbon sektor industri yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama polusi global.
