5 Hewan dengan Komunikasi Ultrasonik yang Tak Terduga dan Penting untuk Diketahui

Di dunia hewan, banyak sekali bentuk komunikasi yang tidak dapat didengar oleh manusia karena menggunakan frekuensi ultrasonik. Suara dengan frekuensi lebih tinggi dari batas pendengaran manusia ini dimanfaatkan untuk berinteraksi, bernavigasi, hingga memberi peringatan tanpa terdeteksi oleh predator atau pesaing.

Teknologi perekaman ultrasonik dan kecerdasan buatan kini memungkinkan manusia menyelami dunia komunikasi suara yang selama ini tersembunyi. Berikut adalah lima hewan dengan metode komunikasi ultrasonik yang mungkin belum banyak disadari oleh kita.

1. Kelelawar
Kelelawar menggunakan suara ultrasonik untuk bernavigasi dan mencari makanan dalam kegelapan. Mereka memancarkan bunyi berfrekuensi tinggi lalu mendengarkan pantulan suara tersebut dari objek di sekitar. Selain navigasi, kelelawar juga menggunakan suara ultrasonik untuk berkomunikasi antar individu dalam kelompoknya. Setiap tipe suara memiliki fungsi berbeda sesuai situasi dan memungkinkan mereka mengenali sesama serta menjaga keteraturan kelompok.

2. Ngengat
Beberapa jenis ngengat menghasilkan suara ultrasonik sebagai pertahanan diri terhadap kelelawar. Suara ini berfungsi menandakan bahwa ngengat tersebut beracun sekaligus mengacaukan sistem sonar kelelawar. Evolusi panjang predator dan mangsa ini menciptakan kemampuan ngengat untuk memproduksi suara ultrasonik dalam berbagai konteks bertahan hidup, sehingga serangan kelelawar sering gagal.

3. Lumba-lumba dan Paus Bergigi
Di lingkungan laut, lumba-lumba dan paus bergigi menggunakan klik ultrasonik untuk mengenali lingkungan dan berkomunikasi dari jarak jauh. Klik ini berguna menemukan ikan atau cumi-cumi, terutama di perairan gelap atau dalam. Penelitian menggunakan kecerdasan buatan menemukan pola vokal berulang pada klik paus bergigi yang menyerupai struktur dasar bahasa. Temuan ini membuka peluang memahami fungsi sosial dan makna komunikasi mereka secara lebih mendalam.

4. Tikus
Tikus dan tikus rumah mengeluarkan panggilan ultrasonik dalam berbagai situasi sosial. Misalnya saat bermain, kawin, maupun menarik perhatian induk. Frekuensi dan durasi panggilan ini berbeda-beda dan terkait dengan ekspresi emosi maupun sinyal peringatan. Studi menggunakan perekam ultrasonik pada hewan percobaan dan di alam membantu mengaitkan pola panggilan dengan konteks sosial yang terjadi, sehingga memperkaya pemahaman mengenai kesejahteraan hewan rumah tersebut.

5. Tikus Percobaan (House Mice)
Tikus percobaan memproduksi suara ultrasonik yang kompleks dan membawa banyak informasi tersimpan. Perubahan kondisi biologis hewan ini dapat memengaruhi pola dan karakter suara yang dilepaskan. Komunikasi ultrasonik pada tikus ini ternyata lebih terstruktur dan rumit dari dugaan sebelumnya. Karena tikus sering digunakan sebagai model biomedis, pemahaman komunikasi ultrasonik mereka krusial untuk menelaah perkembangan saraf, bahasa, dan gangguan komunikasi. Pemetaan ini memperkaya interpretasi hasil riset secara lebih akurat.

Komunikasi ultrasonik merupakan sinyal esensial yang dipakai oleh banyak hewan di berbagai habitat. Teknologi modern membuka jendela bagi manusia untuk melihat interaksi tersembunyi dan strategi bertahan hidup yang selama ini luput dari indera pendengaran kita. Memahami suara ultrasonik hewan membantu memperluas wawasan tentang kehidupan liar sekaligus mendukung pelestarian dan kesejahteraan mereka.

Terkait