Amazon telah meluncurkan 180 satelit internet yang saat ini mengorbit rendah di bumi, tetapi satelit-satelit ini sudah terbukti terlalu terang dan mengganggu pengamatan astronomi. Perusahaan berencana menambah sekitar 3.000 satelit lagi untuk memperluas jaringan internet cepatnya, yang berpotensi memperparah kondisi langit malam.
Dalam sebuah studi yang akan segera dipublikasikan, International Astronomical Union (IAU) menemukan bahwa 92 persen satelit Amazon Leo tersebut melebihi batas kecerahan yang dianjurkan untuk tidak mengganggu penelitian astronomi profesional. Dari hampir 2.000 pengamatan, sekitar seperempat di antaranya menunjukkan gangguan terhadap keindahan visual langit malam.
Amazon Leo dan Target Pengembangan
Amazon mengumumkan proyek satelit broadband bernama Project Kuiper pada 2019, yang kemudian berganti nama menjadi Leo. Hingga saat ini baru 180 satelit Leo yang diluncurkan dari target total 3.236 satelit. Perusahaan menargetkan dapat mengoperasikan layanan internet broadband setelah 578 satelit berada di orbit. Selain itu, Amazon harus menggandakan jumlah satelit yang sudah diluncurkan sebelum akhir Juli tahun depan sebagai bagian dari persyaratan lisensi.
Sementara itu, pesaing utama mereka, Starlink milik Elon Musk, telah lebih dulu mengembangkan konstelasi satelit internet dengan skala besar meski juga menghadapi kritik terkait kecerahan satelit dan potensi polusi cahaya di orbit.
Kekhawatiran dari Komunitas Astronomi
IAU, sebagai organisasi internasional yang mengatur dan mengelola nama serta klasifikasi benda-benda langit, sangat memperhatikan dampak satelit baru terhadap penelitian astronomi. Mereka menetapkan dua batas kecerahan penting, yaitu batas yang boleh terlihat oleh mata telanjang (acceptable brightness limit) dan batas yang tidak mengganggu pengamatan profesional (research limit).
Satelit Leo yang kini mengorbit rata-rata pada ketinggian 391 mil (630 km) ini memiliki tingkat kecerahan rata-rata pada magnitudo 6,28. Sebagai perbandingan, bintang-bintang paling redup yang dapat dilihat di langit gelap biasanya memiliki magnitudo sekitar 6,0. Meskipun demikian, satelit Leo ini sering memantulkan cahaya yang terang dan dapat terlihat tanpa menggunakan teleskop.
Menurut IAU, beberapa satelit Leo menunjukkan kecerahan yang bahkan lebih tinggi dari batas maksimum yang disarankan sebesar magnitudo 7,15. Akibatnya, mereka mengganggu baik penelitian maupun keindahan estetika malam hari.
Upaya Amazon dalam Mengurangi Kecerahan
Amazon menyadari masalah ini dan sedang mengembangkan solusi agar satelit-satelit Leo tidak terlalu terang. Salah satu inovasi yang sedang diuji adalah pelapisan khusus dengan warna gelap pada permukaan satelit untuk meredam pantulan cahaya.
Meski begitu, IAU memperingatkan bahwa upaya ini mungkin belum cukup. Amazon memiliki izin dari Federal Communications Commission (FCC) untuk menempatkan satelit pada orbit yang lebih rendah, sekitar 366 mil (589 km). Jika satelit Leo ditempatkan pada ketinggian ini, diperkirakan tingkat kecerahan mereka akan semakin meningkat sehingga potensi gangguan pada pengamatan astronomi juga akan bertambah besar.
Dampak Polusi Cahaya dari Satelit Internet
Fenomena satelit yang terlalu terang menimbulkan tantangan serius bagi para astronom dan pengamat bintang. Polusi cahaya dari satelit dapat mengaburkan pandangan terhadap rasi bintang dan benda langit lainnya. Gangguan ini mempersulit astronom untuk melakukan penelitian ilmiah yang akurat dan mengurangi kualitas pengalaman menikmati langit malam secara bebas.
Selain itu, keberadaan ribuan satelit di orbit rendah bumi secara umum meningkatkan risiko tabrakan dan sampah antariksa. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan konstelasi satelit besar untuk berkolaborasi dengan komunitas astronomi dan regulator guna meminimalkan dampak.
Perbandingan dengan Starlink
Starlink, yang lebih dahulu meluncurkan ribuan satelit internet, juga menghadapi masalah serupa terkait kecerahan satelit. Namun, Starlink aktif melakukan pengujian dengan menambahkan penutup pada panel surya dan modifikasi lain untuk mengurangi kilauan dari satelitnya.
Amazon saat ini berusaha mengejar ketertinggalan dengan menambah jumlah satelit yang dioperasikan. Ambisinya sangat besar, tetapi sekaligus menimbulkan peringatan serius dari kalangan ilmuwan terkait potensi polusi cahaya dan gangguan astronomi.
Langkah-Langkah Pengamatan dan Regulasi
- IAU melakukan hampir 2.000 pengamatan terhadap satelit Amazon Leo.
- 92 persen satelit melebihi batas kecerahan riset, 25 persen mengganggu keindahan langit malam.
- IAU menetapkan batas kecerahan maksimal yang tidak boleh dilampaui untuk menghindari gangguan penelitian.
- Amazon tengah mengembangkan pelapis gelap dan teknologi lain untuk menurunkan kilauan satelit.
- Regulasi dari badan seperti FCC juga menetapkan ketinggian orbit yang dapat digunakan, yang berpengaruh terhadap tingkat refleksi cahaya.
Rencana peluncuran ribuan satelit baru Amazon membuat perhatian publik dan ilmuwan semakin meningkat. Dengan intensitas kecerahan yang sudah menimbulkan gangguan, langkah mitigasi dan kerjasama lintas bidang dirasa sangat penting agar teknologi satelit internet tidak merusak langit malam dan riset astronomi global.





