Duh, 7 Hewan Langka Ini Nyaris Punah Gara-gara Kucing Peliharaan dan Liar!

Kucing memang terlihat menggemaskan dan sering kali menjadi hewan peliharaan favorit banyak orang. Namun, di balik wajah lucu dan bulu yang lembut, kucing ternyata menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup berbagai spesies hewan liar. Setiap tahunnya, kucing yang hidup bebas di alam membunuh milyaran burung dan mamalia kecil secara global.

Di Amerika Serikat saja, sebuah studi mencatat kucing liar menewaskan sekitar 2,4 miliar burung setiap tahun. Kucing peliharaan pun tidak kalah berbahaya karena naluri berburu pada mereka tetap kuat walau sudah diberi makan cukup. Berikut adalah tujuh hewan yang nyaris punah akibat perburuan dan persaingan dengan kucing.

1. Burung beo perut oranye
Burung ini adalah spesies asli Australia yang sudah berstatus terancam sejak tahun 2007. Program penangkaran dilakukan untuk menyelamatkannya. Sayangnya, kucing yang berhasil menyelinap ke dalam kandang penangkaran pernah mengejar burung-burung ini, menyebabkan kematian akibat trauma dan stres.

2. Fossa
Fossa adalah mamalia karnivora unik yang hanya ditemukan di Madagaskar. Mereka menghadapi ancaman kepunahan karena habitat yang berkurang dan persaingan makanan dengan kucing liar. Kamera jebak menangkap kucing berburu lemur dan ular, makanan utama fossa, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

3. Auckland rail
Burung ini endemik di Kepulauan Auckland, New Zealand, dan hampir tidak bisa terbang. Kehadirannya sangat terganggu oleh predator seperti kucing yang menginvasi pulau-pulau bebas predator. Populasinya menurun karena perubahan vegetasi akibat kehadiran hewan lain seperti babi dan kucing.

4. Kucing gunung China
Spesies ini hidup di dataran tinggi Tibet dan secara genetik berbeda dengan kucing liar biasa. Namun, kawin silang dengan kucing domestik menyebabkan berkurangnya keragaman genetik mereka. Fenomena ini dikhawatirkan mengurangi kualitas dan kelangsungan hidup spesies tersebut.

5. Numbat
Numbat adalah mamalia berkantung dari Australia yang jumlahnya kurang dari seribu individu. Selain kehilangan habitat, mereka juga menjadi mangsa kucing liar dan rubah. Upaya konservasi sangat diperlukan untuk mencegah kepunahan spesies ini.

6. Kadal Otago
Kadal kecil dari Selandia Baru ini hanya tersisa sekitar 2.000 ekor dan menghadapi ancaman dari kucing liar serta tikus invasif. Mereka tidak berevolusi untuk menghindari predator kucing sehingga sangat rentan terhadap perburuan.

7. Otter laut
Parasit Toxoplasma gondii yang dibawa oleh kucing domestik menjadi penyebab kematian berang-berang laut. Parasit ini tersalur ke habitat laut saat kucing buang air besar di lingkungan yang berdekatan. Studi terbaru menunjukkan bahwa peradangan lemak tubuh pada otter laut berhubungan langsung dengan infeksi parasit ini.

Kucing liar dan domestik jelas punya pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup banyak spesies. Di Australia, kucing tanpa pemilik sering dianggap hama dan dibasmi dalam jumlah besar untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Pemilik kucing dapat berperan aktif dengan mensterilkan peliharaan mereka agar populasi kucing liar tidak bertambah. Jangan membuang kucing ke alam bebas karena itu memperparah masalah ekologis. Memakaikan kalung pemantau atau pelindung bagi kucing juga bisa membantu mengurangi tingkat perburuan mereka terhadap hewan lain.

Keseimbangan ekosistem sangat terganggu oleh kehadiran kucing di habitat yang tidak seharusnya. Kesadaran akan dampak kucing terhadap satwa liar perlu ditingkatkan demi menjaga keanekaragaman hayati di bumi. Tindakan sederhana dari pemilik kucing dapat memberikan kontribusi besar dalam melindungi hewan-hewan yang terancam punah.

Berita Terkait

Back to top button