Inovasi Teknologi Ubah Emisi Kapal Kargo Jadi Batu Kapur, Turunkan CO2 Hingga 95%

Industri pelayaran menghadapi tantangan besar dalam upaya mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dari kapal kargo yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil. Sebuah inovasi teknologi dari startup Seabound hadir sebagai solusi dengan menangkap hingga 95% emisi CO2 langsung dari knalpot kapal. Teknologi ini mengubah gas buang menjadi material batuan keras berupa kapur atau batu kapur (limestone), sehingga mengurangi dampak polusi secara signifikan selama kapal beroperasi.

Teknologi Seabound berbentuk modul-modul kotak baja yang menyerupai kontainer pengiriman standar. Modul ini dipasang di dekat mesin kapal dan terhubung ke sistem pembuangan gas buang. Di dalamnya terdapat jutaan butiran kecil kalsium hidroksida, yang bereaksi dengan gas CO2 dari knalpot kapal hingga membentuk batu kapur. Proses ini mengubah polusi menjadi material yang padat, sehingga memudahkan penyimpanan atau manfaat ulang limbah karbon tersebut.

Proses Pengubahan Emisi CO2 Menjadi Batu Kapur

Teknologi ini memanfaatkan kalsium hidroksida dalam modul yang berinteraksi dengan gas buang. Prinsip bahan kimia sederhana namun efektif, yaitu sebagai berikut:

  1. Gas CO2 dari knalpot dialirkan melewati pellet kalsium hidroksida.
  2. CO2 berikatan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium karbonat, atau batu kapur.
  3. Pellet berubah warna dari putih menjadi krem sebagai tanda reaksi penyerapan karbon.
  4. Setelah perjalanan selesai, modul berisi batu kapur ini dikirim ke pelabuhan untuk diangkut.

Setelah kapal berlabuh, kontainer berisi kapur tersebut dapat dipindahkan menggunakan crane standar. Material batuan ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau diolah kembali untuk melepaskan karbon agar dapat disimpan secara permanen atau digunakan sebagai bahan pembuat bahan bakar atau bahan kimia lain. Metode tersebut memungkinkan teknologi ini beroperasi secara berkelanjutan.

Seabound akan melakukan penggunaan komersial pertama teknologi ini pada kapal pengangkut semen milik Heidelberg Materials. Kapal ini akan berlayar di sekitar pantai Norwegia sambil menangkap CO2, kemudian kapur yang dihasilkan akan dipakai dalam proses produksi semen di pabrik mereka.

Efisiensi dan Keunggulan Teknologi Seabound

Teknologi ini menggunakan proses yang disebut calcium looping dan memanfaatkan efluen knalpot secara langsung. Dengan cara ini, penangkapan CO2 menjadi lebih efisien dibandingkan metode lain yang menangkap karbon dari udara terbuka. Selain itu, panas sisa dari mesin kapal mempercepat proses reaksi kimia tersebut.

Menurut CEO Seabound, Alisha Fredriksson, teknologi ini memiliki potensi biaya jauh lebih rendah dibandingkan teknologi penangkapan karbon lainnya yang tengah dikembangkan untuk kapal kargo. Perusahaan memperkirakan efisiensi keseluruhan penangkapan karbon mencapai sekitar 80% dan secara bertahap bisa naik hingga 90%.

Meskipun pembuatan dan pengiriman kalsium hidroksida menghasilkan emisi karbon, Seabound berencana beralih menggunakan kalsium hidroksida berbasis energi rendah karbon, yang dikenal sebagai “green lime”. Ini membuat proses secara keseluruhan lebih ramah lingkungan.

Tantangan dan Peluang untuk Industri Pelayaran

Industri pelayaran global mencakup sekitar 60.000 kapal kargo saat ini. Meskipun pemasangan teknologi ini secara luas memerlukan investasi dan implementasi besar-besaran, kemiripan dengan teknologi yang telah digunakan, seperti sulfur scrubbers untuk mengurangi polusi lain, menunjukkan bahwa perubahan ini layak diwujudkan.

Dalam konteks regulasi, Uni Eropa kini menerapkan skema perdagangan emisi untuk pelayaran, termasuk denda ketat bagi kapal yang melanggar batas emisi. Tekanan dari pelanggan besar seperti Ikea juga mendorong perusahaan pelayaran beralih pada teknologi ramah lingkungan. Seabound memfokuskan penerapan awal di jalur pelayaran regional di Eropa, dengan rencana ekspansi ke Asia dalam waktu dekat.

Meski ada kekhawatiran bahwa teknologi penangkapan CO2 dapat mengurangi kecepatan adopsi bahan bakar alternatif nol emisi, Fredriksson menegaskan bahwa solusi ini krusial sementara pasokan bahan bakar bersih masih terbatas dan mahal. Bahkan jika bahan bakar ramah lingkungan menjadi dominan di masa depan, teknologi penangkapan karbon ini tetap bisa diaplikasikan untuk mencapai pelayaran negatif karbon.

Teknologi inovatif dari Seabound menjadi langkah konkrit dalam menghadapi masalah emisi industri pelayaran. Dengan mengubah gas buang menjadi batu kapur, solusi ini meredefinisi cara kita memandang pengelolaan karbon di sektor yang sulit diubah, sambil membuka peluang ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah karbon tersebut. Seiring perkembangan dan penerapan teknologi ini lebih luas, diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan jejak karbon global dari sektor laut yang selama ini merupakan kontributor signifikan terhadap perubahan iklim.

Berita Terkait

Back to top button