NASA bersiap meluncurkan misi berawak Artemis 2 pada Februari 2026 dengan tujuan mengelilingi Bulan dalam penerbangan sekitar 10 hari. Empat astronot sekaligus membawa artefak bersejarah akan memulai karantina ketat di Houston untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum peluncuran.
Program stabilisasi kesehatan bagi astronot ini berlangsung selama 14 hari guna menghindari risiko infeksi yang dapat mengganggu misi. Kru yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen akan mengoperasikan wahana Orion tanpa mendarat di Bulan secara fisik.
Jadwal Peluncuran Artemis 2
NASA menyiapkan lima tanggal utama untuk peluncuran pada awal Februari 2026, yaitu antara 6-8 Februari dan 10-11 Februari. Jika tanggal ini tidak memungkinkan, ada jadwal cadangan untuk Maret dan April, termasuk 6-9 Maret serta 1, 3-6, dan 30 April.
Setiap tahap akan diawasi ketat mulai dari persiapan kru di Houston hingga pengiriman ke Kennedy Space Center, Florida, enam hari sebelum peluncuran. Di sana, astronot akan melakukan pelatihan terakhir dan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan misi.
Uji Teknis Roket SLS
Pada 2 Februari, NASA akan melakukan uji pengisian bahan bakar atau wet dress rehearsal pada roket Space Launch System (SLS). Pelaksanaan uji ini krusial karena akan menentukan apakah roket siap untuk peluncuran atau perlu perbaikan, seperti yang terjadi pada misi Artemis 1 sebelumnya.
Roket SLS Artemis 2 telah berada di Launch Pad 39B sejak 17 Januari. Keberhasilan uji ini menjadi tanda kesiapan teknis yang sangat penting untuk mendorong peluncuran misi berawak pertama ke Bulan sejak 1972.
Muatan Artefak Bersejarah
Selain astronot, Artemis 2 membawa sekitar 4,5 kilogram artefak penting sebagai simbol perjalanan panjang eksplorasi manusia. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa artefak tersebut menandakan keberlanjutan komitmen Amerika Serikat dalam penjelajahan luar angkasa.
Salah satu item paling ikonik adalah potongan kain muslin dari pesawat Wright Flyer, pionir penerbangan bermesin pertama di tahun 1903. Artefak ini dipinjamkan Smithsonian National Air and Space Museum dan telah pernah terbang ke luar angkasa sebelumnya, seperti pada misi pesawat ulang-alik Discovery pada 1985.
Bendera Penerbangan dan Warisan Apollo
Misi Artemis 2 membawa sejumlah bendera Amerika yang pernah terbang pada misi penting NASA mulai dari STS-1 (1981), STS-135 (2011), hingga Demo-2 (2020). Termasuk juga bendera yang disiapkan untuk misi Apollo 18 yang dibatalkan, sebagai lambang kesinambungan dan penghormatan terhadap warisan misi Apollo terdahulu.
Muatan bersejarah lainnya meliputi negatif foto misi Ranger 7 tahun 1964 yang pertama kali mengirim citra Bulan dari jarak dekat, sampel tanah yang berasal dari pohon yang dibawa mengenang misi Artemis 1, serta kartu SD yang berisi nama jutaan orang dari kampanye “Kirim Nama Anda ke Luar Angkasa”.
Kolaborasi Internasional dalam Program Artemis
Artemis 2 juga membawa stiker dan tambalan dari Badan Antariksa Kanada dan Badan Antariksa Eropa (ESA). ESA memainkan peran penting dengan menyediakan modul layanan Orion yang mendukung tenaga, propulsi, dan pendukung kehidupan bagi wahana selama misi.
Misi ini menandai langkah krusial dalam rencana NASA untuk menghadirkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan, sekaligus menjadi jembatan antara era Apollo dan masa depan eksplorasi ruang angkasa. Artemis 2 membuka jalan bagi pendaratan berawak yang dijadwalkan pada misi Artemis berikutnya.
Jika rencana berjalan lancar, peluncuran Artemis 2 tidak hanya akan menjadi tonggak sejarah dalam penerbangan luar angkasa, melainkan juga menegaskan kembali ambisi umat manusia untuk terus menjelajah dan mengembangkan pemahaman tentang Bulan dan ruang angkasa luas di sekitarnya.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




