Indosat Hadirkan 27 Solusi AI untuk Optimalkan Pasar Rantai Pasok Indonesia

PT Indosat Tbk. (ISAT) menggenjot penetrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor rantai pasok Indonesia dengan meluncurkan 27 solusi inovatif. Solusi ini dirancang untuk menjawab tantangan operasional yang semakin kompleks dan dinamis dalam industri logistik saat ini.

Solusi AI Indosat dikelompokkan ke dalam enam area utama yang meliputi operasi rantai pasok secara selalu aktif, komando operasional real-time, pengalaman digital terpadu, ekspansi pendapatan berkelanjutan, infrastruktur kritikal yang aman dan terpercaya, serta pengambilan keputusan prediktif dan cerdas. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah model bisnis dari proses manual ke digital yang lebih efektif.

Dalam praktiknya, menggunakan teknologi jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, dan video analytics berbasis AI menjadi fitur kunci. Indosat juga menghadirkan AI chatbot, platform omnichannel, layanan keamanan siber, analitik lanjutan, hingga dashboard intelijen pengambilan keputusan untuk level eksekutif. Semua ini bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat proses bisnis dalam rantai pasok.

Menurut Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, pemantauan pergerakan barang dan armada secara real-time merupakan kebutuhan mendasar agar operasional berjalan rapi dan keputusan dapat diambil tepat waktu. Ia menyatakan, “Indosat mendorong pemanfaatan teknologi AI agar proses di bidang ini saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur.”

Berdasarkan tolok ukur industri global, adopsi digital dan AI di sektor rantai pasok dapat meningkatkan pendapatan hingga 15–30 persen melalui peningkatan engagement pelanggan dan strategi harga yang lebih tepat. Efisiensi operasional bisa melonjak 30–40 persen, sementara risiko pencurian dan fraud berpotensi menurun hingga setengahnya.

Lebih lanjut, predictive maintenance berbasis AI dalam manajemen armada mampu menurunkan downtime tak terduga sampai 50 persen dan memperpanjang usia kendaraan. Otomatisasi gudang dengan bantuan IoT dan AI juga mempercepat fulfillment, menekan biaya operasional, serta meminimalkan keterlambatan pengiriman barang.

Dalam konteks sektor transportasi, solusi teknologi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry menyediakan monitoring kinerja kendaraan dan aspek keselamatan secara real-time. Ini mendukung pengelolaan aset secara optimal demi kelancaran dan keamanan pengiriman.

Sementara itu, di sektor distribusi dan logistik, teknologi Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking penting untuk menjaga kualitas dan integritas produk. Sistem ini memberikan visibilitas lokasi serta kondisi barang secara langsung, yang sangat krusial untuk produk bernilai dan sensitif suhu.

Pada tingkat fasilitas, solusi Smart Facility, Energy Management, Connected AGV, dan Unified Command Center turut dihadirkan untuk memaksimalkan efisiensi operasional end-to-end. Semua ini membantu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mempercepat alur kerja di fasilitas rantai pasok.

Indosat juga mengembangkan platform pengalaman pelanggan berbasis AI, layanan keamanan siber, dan advanced analytics guna memperkuat pengambilan keputusan yang cerdas dan pertumbuhan berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen dalam memberdayakan pelaku industri untuk bertransformasi dalam era digital.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hingga tahun 2024, terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan kurir yang aktif di Indonesia. Skala industri yang terus berkembang ini menimbulkan kebutuhan tinggi akan sistem operasi yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.

Melalui rangkaian solusi AI yang komprehensif, Indosat berupaya tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya dan operasional. Inisiatif ini juga diharapkan bisa memperkuat fondasi ekosistem logistik nasional supaya lebih tangguh, terhubung, dan siap bersaing di era ekonomi digital yang semakin berkembang.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button