Rahasia ‘Infinite Flight’: Dron Bisa Terus Terbang dengan Energi Laser Tanpa Henti

Teknologi power beaming kini membuka peluang baru untuk penerbangan drone tanpa henti. Dengan memanfaatkan laser, tenaga dapat dialirkan secara nirkabel ke drone yang sedang terbang, menghilangkan kebutuhan untuk pengisian ulang baterai secara tradisional. Hal ini memungkinkan drone melakukan penerbangan jarak jauh secara terus-menerus dengan sumber energi yang dikirim langsung dari stasiun pemancar.

Perusahaan teknologi berbasis di Washington, PowerLight, baru-baru ini mengumumkan berhasil melakukan uji coba pengiriman daya menggunakan laser ke drone yang berada di ketinggian 5.000 kaki. Sistem mereka tidak hanya mentransfer energi, tapi juga menyesuaikan arah dan kecepatan drone secara real-time agar daya dapat disalurkan secara optimal. Tom Nugent, CTO PowerLight, menjelaskan bahwa teknologi ini bukan sekadar transfer daya titik-ke-titik melainkan sebuah jaringan energi cerdas yang terintegrasi secara otomatis.

Prinsip Kerja Teknologi Power Beaming

Power beaming menggunakan gelombang elektromagnetik seperti laser, gelombang mikro, atau radio untuk mengirimkan energi dari sumber ke perangkat target. Laser dipilih karena memiliki panjang gelombang dalam ukuran mikrometer yang membuat antena penerima di drone bisa dibuat kecil dan ringan. Namun, penggunaan laser juga memiliki tantangan seperti gangguan atmosfer dan potensi bahaya bagi manusia, terutama penglihatan.

Alternatif lain menggunakan gelombang mikro yang lebih aman untuk mata manusia dan kurang terpengaruh kondisi atmosfer, tetapi memerlukan receiver yang lebih besar. Ada pula teknologi menggunakan gelombang radio sebagai opsi tengah yang mengombinasikan keuntungan dari laser dan gelombang mikro. Contohnya adalah perusahaan Reach Power dari AS yang mengembangkan teknologi semacam ini.

Manfaat dan Aplikasi Power Beaming

Power beaming menawarkan banyak potensi di berbagai bidang. Berikut beberapa manfaat dan contoh penerapannya:

  1. Penerbangan Drone Tanpa Henti
    Drone dapat tetap berada di udara dalam waktu lama tanpa perlu mendarat untuk isi ulang baterai. Sistem PowerLight sudah menunjukan keberhasilan uji coba penerbangan drone K1000ULE dengan jarak jangkau hingga 1.000 mil.

  2. Energi untuk Lokasi Terpencil
    Teknologi ini bisa menyalurkan energi ke pulau-pulau terpencil yang sulit dijangkau infrastruktur listrik konvensional, sebagaimana pengujian yang dilakukan oleh perusahaan EMROD dari Selandia Baru.

  3. Pengisian Kendaraan Listrik
    Di masa depan, kendaraan listrik besar seperti truk tambang dapat menerima daya secara nirkabel sepanjang perjalanan, memungkinkan operasi yang lebih lama tanpa berhenti isi baterai.

  4. Energi Antariksa dan Surya
    Power beaming juga penting bagi misi pengumpulan energi surya di orbit. Energi yang dikumpulkan dari matahari di luar atmosfer bumi bisa dipancarkan ke stasiun bumi menggunakan teknologi ini.

Tantangan dan Masa Depan Teknologi

Walau sudah berhasil mengirim daya ke drone dengan presisi tinggi, teknologi power beaming masih menghadapi beberapa kendala teknis. Element seperti pelacakan objek yang terus bergerak dan hambatan atmosfer harus diatasi untuk memastikan pengiriman energi yang konstan dan aman. Namun, keberhasilan demonstrasi awal PowerLight membuktikan arsitektur inti sistem ini sudah siap untuk pengujian penerbangan yang lebih luas.

Power beaming tidak hanya akan merevolusi cara mengisi daya perangkat mobile dan drone, tetapi juga membuka langkah besar menuju jaringan energi global yang efisien tanpa kabel. Dengan infrastruktur cerdas yang akan mengatur pengiriman dan penerimaan energi real-time, masa depan penerbangan tidak lagi terbatasi oleh batasan baterai konvensional.

Teknologi ini dapat menjadi pondasi revolusi energi yang lebih ramah lingkungan dan menyediakan akses listrik di area sulit. Ketersediaan energi secara terus-menerus melalui laser dan gelombang elektromagnetik menunjukkan aplikasi luas di dunia komunikasi, transportasi, dan eksplorasi ruang angkasa. Langkah ini mendekatkan manusia pada mimpi penerbangan dan pengoperasian alat tanpa batas energi yang berarti "infinite flight" bukan lagi sekadar konsep.

Terkait