Eropa meluncurkan roket Ariane 64 dalam misi perdananya yang membawa satelit internet milik Amazon. Roket ini terbang dari Spaceport Eropa di Kourou, Guyana Prancis, menandai langkah penting bagi industri antariksa Eropa yang semakin kompetitif di pasar global.
Ariane 64 merupakan versi terbaru dari seri Ariane 6 dengan konfigurasi empat booster, berbeda dari versi sebelumnya yang hanya menggunakan dua booster. Penggunaan empat booster ini memungkinkan roket untuk mengangkut beban lebih berat ke orbit rendah Bumi, mencapai kapasitas sekitar 21,6 metrik ton.
Mengenal Ariane 64 dan Teknologinya
Roket ini memiliki empat booster dengan propelan padat yang terbakar habis dalam waktu sedikit lebih dari dua menit, masing-masing mengonsumsi total 142.000 kilogram propelan. Dengan konfigurasi ini, dorongan yang dihasilkan cukup besar untuk membawa 32 satelit Amazon ke orbit rendah Bumi dalam sekali peluncuran.
Selain booster, Ariane 64 memiliki satu mesin utama di tahap inti yang menggunakan hidrogen dan oksigen superdingin sebagai bahan bakar. Mesin tahap atas kemudian akan menyala setelah roket meninggalkan gravitasi Bumi. Mesin ini mampu menyala ulang hingga empat kali untuk menyelesaikan penempatan satelit secara presisi.
Kerjasama Multinasional dan Rantai Produksi
Program Ariane 6 didukung oleh 13 negara anggota Badan Antariksa Eropa (ESA). Produksi roket ini melibatkan sekitar 600 subkontraktor yang tersebar di Eropa. Tahap inti roket dibuat di Les Mureaux, Prancis, sedangkan tahap atas dirakit di Bremen, Jerman. Secara keseluruhan, sebuah Ariane 6 terdiri dari sekitar 300.000 komponen.
Setelah dirakit, komponen roket dikirim ke Guyana Prancis menggunakan kapal kargo bertenaga layar untuk mengurangi emisi dan konsumsi bahan bakar. Tinggi Ariane 64 mencapai 62 meter dengan diameter tahap inti 5,4 meter.
Misi dan Target Peluncuran
Misi peluncuran Ariane 64 kali ini membawa 32 satelit internet untuk Amazon, yang sedang membangun jaringan mega-konstelasi guna bersaing dengan Starlink milik SpaceX. Amazon menargetkan lebih dari 3.200 satelit untuk menciptakan layanan broadband cepat yang terjangkau secara global.
Peluncuran ini merupakan penerbangan keenam Ariane 6 secara keseluruhan dan yang pertama dengan pelanggan komersial. Sebelumnya, Ariane 6 telah sukses dalam lima penerbangan dengan dua booster, kebanyakan untuk misi institusional seperti satelit militer, pengamatan cuaca, dan navigasi.
Durasi dan Proses Peluncuran
Durasi total misi diperkirakan berlangsung selama 1 jam 54 menit. Proses mulai dari liftoff hingga pemisahan seluruh satelit di orbit berlangsung secara terkoordinasi dan presisi tinggi untuk memastikan penempatan konstelasi yang efektif.
Ariane 64 tampil sebagai bukti kemajuan teknologi roket Eropa yang mampu memenuhi permintaan pasar peluncuran satelit yang semakin tinggi. Dengan kapasitas angkut yang lebih besar dan efisiensi bahan bakar, roket ini diharapkan menjadi pesaing utama di industri peluncuran antariksa global.
Penerbangan pertama Ariane 64 sekaligus menjadi momen penting bagi Eropa untuk menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi dominasi pemain besar seperti SpaceX. Peluncuran sukses ini membuka jalan untuk pertumbuhan pasar satelit internet yang diperkirakan akan semakin besar di masa depan.
