5 Fakta Diego Garcia: Pangkalan Militer Rahasia AS di Samudra Hindia yang Strategis dan Misterius

Diego Garcia adalah pulau yang terletak di tengah Samudra Hindia dan menjadi pangkalan militer rahasia milik Amerika Serikat dan Inggris. Pulau ini sebenarnya merupakan bagian dari Kepulauan Chagos dan secara administratif masuk dalam Wilayah Samudra Hindia Britania (BIOT) milik Inggris. Meski lokasinya terpencil dan tertutup untuk umum, Diego Garcia menyimpan sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui publik.

1. Sejarah sebagai penghasil minyak kelapa

Pada abad ke-18, Diego Garcia berfungsi sebagai pusat perkebunan kelapa yang menghasilkan kopra dan minyak kelapa. Pemukiman permanen di pulau ini dimulai pada tahun 1780-an saat masih berada di bawah kekuasaan Prancis. Dokumen dari arsip nasional Mauritius mencatat bahwa seorang pemilik perkebunan, Sieur Pierre Marie Le Normand, mendapatkan konsesi lahan besar untuk mengembangkan perkebunan kelapa pada 1783. Produksi minyak kelapa ini berlangsung hingga era modern, sebelum pemindahan paksa para penduduk asli pada awal 1970-an.

2. Pangkalan militer strategis Amerika Serikat

Diego Garcia menjadi pangkalan penting bagi Angkatan Udara Amerika Serikat, terutama untuk pesawat pengebom strategis seperti B-1B Lancer, B-52 Stratofortress, dan B-2 Spirit. Menurut laman BBC, wilayah ini sangat tertutup dan butuh izin khusus untuk mengaksesnya. Dari pangkalan ini, pesawat militer AS bisa dengan cepat menjangkau Asia, Timur Tengah, hingga Afrika Timur. Selain pesawat, pulau ini juga digunakan sebagai tempat sandar kapal perang Angkatan Laut AS dan sekutunya.

3. Risiko gempa tektonik yang tinggi

Wilayah Diego Garcia rawan gempa bumi akibat pergerakan lempeng tektonik di punggungan Carlsberg yang berada di sebelah barat pulau. Geological Society of London mencatat gempa besar pada November tahun 1983 berkekuatan 7,6 Skala Richter berlangsung selama 72 detik, yang menyebabkan kerusakan minor. Gempa lainnya yang tercatat terjadi pada tahun 2002 dengan kekuatan 4,6. Kondisi ini menjadikan Diego Garcia sebagai zona seismik yang harus diawasi ketat.

4. Keanekaragaman hayati yang kaya

Meski pulau ini merupakan wilayah militer, Diego Garcia memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. British Indian Ocean Territory melaporkan kehadiran terumbu karang Ctenella chagius dan populasi penyu sisik serta penyu hijau yang terancam punah. Hewan darat yang khas adalah kepiting kelapa (coconut crab). Tidak ada mamalia asli selain beberapa hewan liar keturunan dari hewan domestik seperti keledai dan kuda dari zaman perkebunan. Pulau ini juga menjadi habitat koloni burung laut meskipun tanpa spesies burung endemik.

5. Lokasi pendaratan darurat pesawat ulang-alik NASA

Diego Garcia ditunjuk sebagai salah satu tempat pendaratan darurat bagi pesawat ulang-alik NASA selama masa operasional program tersebut sejak 1981 hingga pensiunnya pada tahun 2011. Pesawat ulang-alik membutuhkan landasan khusus karena saat kembali ke bumi, ia lebih menyerupai pesawat glider yang melayang perlahan ke landasan. Walaupun belum pernah ada pendaratan darurat yang tercatat di pulau ini, pemilihan lokasi menunjukkan pentingnya Diego Garcia dalam aspek strategis luar angkasa.

INFO TAMBAHAN: Fakta Penduduk dan Kepemilikan

Informasi ini memberikan gambaran mendalam mengenai kompleksitas Diego Garcia, yang bukan sekadar pangkalan militer, tetapi juga merupakan tempat dengan sejarah panjang dan keanekaragaman hayati yang unik. Di balik keterbatasan aksesnya, pulau ini tetap menjadi salah satu aset penting dalam peta geopolitik dan militer dunia.

Exit mobile version