AI Bongkar Rahasia Game Papan Romawi yang Misterius, Ternyata Ini Cara Bermainnya yang Tak Pernah Terungkap Selama Berabad-abad!

Author: Qoo Media

Sebuah penemuan arkeologis yang terlupakan selama lebih dari satu abad kini berhasil terungkap berkat kecerdasan buatan (AI). Sebuah papan permainan Romawi kuno yang ditemukan di Heerlen, Belanda, akhirnya berhasil dipahami cara bermainnya setelah bertahun-tahun menjadi misteri para peneliti. Papan tersebut berbentuk batu kapur putih dengan pola garis yang membentuk bentuk berlian di dalam sebuah persegi panjang.

Penelitian ini dilakukan oleh arkeolog Walter Crist dan timnya yang menggunakan sistem AI Ludii untuk mencoba memecahkan aturan permainan tersebut. AI memainkan permainannya berulang-ulang melawan dirinya sendiri dengan berbagai aturan dari lebih dari 100 permainan Eropa kuno dan modern. Hasilnya, AI dan peneliti menemukan bahwa permainan ini adalah jenis permainan blokir, di mana tujuan utamanya adalah menghalangi gerakan lawan.

Penemuan Aturan Permainan Ludus Coriovalli

Dari hasil simulasi dan analisis pola keausan di papan permainan, ditemukan sembilan aturan yang konsisten dengan bekas itu. Permainan tersebut dinamai Ludus Coriovalli, merujuk pada nama kuno kota Coriovallum, lokasi ditemukannya papan ini. Berikut rangkuman aturan permainan yang berhasil disusun:

  1. Pemain pertama mengendalikan empat buah pion yang disebut “anjing”.
  2. Pemain kedua mengendalikan dua pion yang disebut “kelinci”.
  3. Anjing memulai dari empat titik paling kiri di papan, sedangkan kelinci berada di dua titik dalam di sisi paling kanan.
  4. Pemain bergantian memindahkan pion ke titik kosong yang bersebelahan.
  5. Anjing berusaha menghalangi pergerakan kelinci, sedangkan kelinci mencoba untuk tetap tidak terblokir selama mungkin.
  6. Jika kelinci berhasil diblokir sepenuhnya, pemain akan bertukar peran dan permainan dilanjutkan.
  7. Pemain yang berhasil bertahan paling lama sebagai kelinci dianggap sebagai pemenang.

Peran AI dalam Mengungkap Sejarah Permainan Kuno

Pendekatan menggunakan AI dalam penelitian ini menggabungkan simulasi komputer dengan analisis keausan fisik pada papan. Hal ini memungkinkan re-konstruksi aturan permainan yang kemungkinan besar digunakan oleh masyarakat Romawi di Coriovallum. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis permainan blokir sudah dimainkan jauh lebih awal dibandingkan dugaan sebelumnya yang hanya mengaitkannya dengan Abad Pertengahan.

Walter Crist menyatakan bahwa studi tentang permainan kuno membuka wawasan baru dalam memahami aspek kehidupan sehari-hari masyarakat masa lalu. “Mengidentifikasi pola bermain dalam arkeologi memperkuat pemahaman kita terhadap warisan ludik, dan membuat kehidupan kuno lebih mudah diakses oleh orang masa kini,” ujarnya.

Permainan Ludus Coriovalli Kini Dapat Dimainkan Secara Online

Menariknya, rekonstruksi permainan ini tidak hanya berhenti pada teori. Simulasi Ludus Coriovalli telah diunggah di platform Ludii dan dapat dimainkan oleh publik secara daring. Ini memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk merasakan pengalaman langsung bagaimana masyarakat Romawi mungkin menghabiskan waktu luangnya.

Kesimpulan ini juga menegaskan bahwa permainan papan kuno bukan sekadar hiburan biasa, melainkan sebuah jendela sosial budaya yang membantu memahami interaksi dan aktivitas manusia pada zaman dahulu. Penelitian seperti ini memanfaatkan teknologi canggih untuk menerangi masa lalu yang masih banyak menyimpan misteri.

Dengan keberhasilan AI dalam memahami aturan permainan Romawi ini, kemungkinan aplikasi serupa dapat diterapkan untuk objek arkeologi lain yang selama ini belum terpecahkan. Hal ini membuka jalan bagi studi interdisipliner yang menggabungkan arkeologi, sejarah, dan teknologi informasi untuk menggali lebih dalam kehidupan masyarakat kuno.

Terbaru