Penundaan lagi dialami misi Artemis II akibat masalah pada tangki helium tahap pertama roket. NASA mengumumkan peluncuran baru akan dilakukan pada bulan April setelah ditemukan masalah repressurisasi tangki helium yang mengganggu tekanan di tangki bahan bakar utama roket.
Sebelumnya, misi ini sudah tertunda pada awal Februari karena kebocoran segel hidrogen saat uji peluncuran basah pertama. Kini, masalah baru muncul saat uji peluncuran basah kedua yang awalnya dianggap sukses. Tangki helium gagal menekan tekanan pada garis bahan bakar dan tangki roket sesuai rencana, sehingga bahan bakar berpotensi tidak terdorong dengan stabil ke mesin roket.
Peran Tangki Helium pada Artemis II
Tangki helium sangat penting karena berfungsi menggantikan dan mendorong bahan bakar ke mesin roket. Selain itu, helium menjaga tekanan tangki agar tidak penyok saat bahan bakar habis. Ketidaksempurnaan sistem ini bisa berakibat fatal bagi peluncuran dan keselamatan misi. NASA pun harus membongkar dan memeriksa perangkat di Vehicle Assembly Building (VAB) untuk mencari dan mengatasi akar masalah.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa setiap perbaikan hanya bisa dilakukan dengan membuka akses di VAB. Karena itu, pihak NASA memutuskan menghapus jendela peluncuran bulan Maret dan menargetkan waktu peluncuran baru sesuai posisi Bumi dan Bulan optimal pada bulan April.
Tantangan dari Sistem Warisan
SLS (Space Launch System) yang menjadi kendaraan peluncur Artemis II memakai berbagai sistem lama yang masih berpotensi menimbulkan masalah teknis. Segel hidrogen yang terlalu dingin menyebabkan kebocoran dan kegagalan repressurisasi helium adalah contoh masalah teknis warisan yang harus ditangani. NASA kini fokus mencari tahu apakah ada gangguan pada interface antara jalur helium di ground support dan valve di tahap atas roket.
Kendati belum diketahui berapa lama proses perbaikan ini akan memakan waktu, penundaan terpaksa dilakukan agar peluncuran sejalan dengan posisi optimal antara Bumi dan Bulan. Jendela peluncuran pada awal Maret sudah tidak dapat dimanfaatkan karena kendala teknis ini.
Dampak Penundaan dan Komitmen NASA
Penundaan ini tentu mengecewakan banyak pihak, terutama tim NASA yang telah bekerja keras. Isaacman mengakui perasaan kekecewaan ini dan menegaskan kembali komitmen NASA untuk segera meluncurkan kembali misi Artemis. Tujuan jangka panjang NASA adalah membangun fasilitas permanen di Bulan sebagai bagian dari eksplorasi luar angkasa.
Secara garis besar, faktor teknis pada tangki helium menjadi hambatan utama yang harus ditangani sebelum Artemis II melanjutkan perjalanan. Penundaan ini sekaligus menunjukkan kompleksitas pengembangan teknologi ruang angkasa modern yang mengandalkan kombinasi sistem baru dan lama. NASA tetap berupaya menjaga keselamatan dan suksesnya misi guna membawa manusia kembali ke Bulan dalam waktu dekat.
Fakta penting terkait penundaan Artemis II:
- Masalah repressurisasi helium ditemukan setelah uji peluncuran basah kedua.
- Tangki helium berfungsi mendorong bahan bakar dan menjaga tekanan tanki agar stabil.
- Perbaikan hanya bisa dilakukan di Vehicle Assembly Building (VAB).
- Jendela peluncuran bulan Maret dibatalkan dan dijadwalkan ulang ke bulan April.
- NASA sedang menyelidiki interface jalur helium antara ground support dan valve roket.
- Misi Artemis II menggunakan roket SLS yang mengandung berbagai sistem legacy teknis.
- NASA tetap berkomitmen untuk eksplorasi Bulan jangka panjang dengan fasilitas permanen.
Dengan demikian, penundaan misi Artemis II disebabkan hal teknis krusial yang memerlukan perhatian detail. Upaya perbaikan dan investigasi terus dilakukan agar misi dapat berjalan lancar pada jadwal berikutnya dan tetap memenuhi standar keselamatan luar angkasa yang tinggi. NASA mengindikasikan bahwa meski ada hambatan, visi mereka untuk eksplorasi lunar tidak pernah surut.





