Artemis II Terhenti Lagi Karena Masalah Helium, Apakah Misi Bersejarah NASA ke Bulan Terganjal?

NASA kembali menunda peluncuran Artemis II, misi berawak pertama ke dekat Bulan sejak akhir program Apollo lebih dari 50 tahun lalu. Penundaan terjadi akibat masalah pada aliran helium di tahap atas roket Space Launch System (SLS) yang ditemukan menjelang tanggal peluncuran awal, yaitu 6 Maret.

Masalah teknis ini mengharuskan NASA menarik roket dari landasan peluncuran kembali ke Vehicle Assembly Building (VAB) untuk perbaikan. Proses pemindahan roket sepanjang empat mil ini direncanakan berlangsung pada 24 Februari. Menurut Administrator NASA, Jared Isaacman, penarikan roket tersebut berarti jendela peluncuran bulan Maret tidak bisa dipertimbangkan lagi.

Masalah Aliran Helium di Tahap Atas Roket

Gangguan terjadi pada dini hari 21 Februari ketika NASA mendeteksi aliran helium ke tahap interim cryogenic propulsion stage SLS terputus. Tahap atas ini menggunakan helium untuk menjaga kondisi lingkungan mesin tetap ideal serta memberi tekanan pada tangki propelan hidrogen cair dan oksigen cair. Sistem ini sempat berjalan lancar saat uji basah (wet dress rehearsal) pada 19 Februari lalu, namun tidak berfungsi dengan baik dalam operasi normal dan setelah pengaturan ulang.

Sebagai tindakan darurat, operator memanfaatkan metode cadangan untuk menjaga kondisi mesin tahap atas tetap aman. Dengan kondisi roket aman, NASA masih perlu melakukan diagnosis dan perbaikan untuk memastikan sistem helium berfungsi optimal sebelum peluncuran.

Dampak pada Jadwal Misi Artemis II

Misi Artemis II awalnya dijadwalkan pada awal Februari, tapi sudah tertunda ke Maret karena masalah saat uji basah. Dengan masalah helium terbaru ini, NASA kini berharap bisa meluncurkan pada April, meski hal tersebut bergantung pada keberhasilan perbaikan dan hasil analisis data dalam beberapa minggu ke depan.

Misi yang dirancang selama 10 hari tersebut akan menjadi penerbangan berawak pertama menggunakan roket SLS. Kru terdiri dari empat astronot: Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch, dan astronot Badan Antariksa Kanada, Jeremy Hansen. Mereka sempat menjalani masa karantina satu hari sebelum masalah helium terdeteksi, dan kini sudah keluar dari karantina.

Langkah-Langkah yang Dilakukan NASA Selanjutnya

  1. Melakukan rollback roket dari landasan ke VAB pada 24 Februari.
  2. Melaksanakan pemeriksaan menyeluruh pada sistem aliran helium tahap atas.
  3. Melakukan perbaikan dan pengujian ulang sistem.
  4. Mengumumkan hasil perbaikan pada briefing yang dijadwalkan minggu ini.
  5. Menentukan jadwal peluncuran baru berdasarkan hasil evaluasi.

Versi percepatan jadwal Artemis II diumumkan awal tahun ini setelah misi tersebut sebelumnya mengalami penundaan sampai 2026. Namun, sejumlah kendala teknis pada proses pengujian saat ini terus menunda upaya peluncuran. NASA masih berkomitmen agar misi ini membukukan tonggak sejarah baru dalam penerbangan luar angkasa berawak di era modern.

Penundaan ini menjadi pengingat tentang kompleksitas luar biasa dalam menjalankan misi luar angkasa berawak. Meskipun perjalanan ke Bulan membawa antusiasme tinggi, keamanan kru merupakan prioritas utama sebelum roket meninggalkan Bumi. NASA terus berusaha memperbaiki kendala teknis dengan harapan bisa melaksanakan penerbangan Artemis II dalam waktu dekat, membuka babak baru eksplorasi manusia ke Bulan dan seterusnya.

Berita Terkait

Back to top button