7 Fakta Mengejutkan Jelarang Bajing Raksasa Seukuran Kucing, Dari Warna Pelangi hingga Sarang Jumbo!

Bajing umumnya dikenal sebagai hewan kecil yang lucu dan gesit. Namun, di Indonesia terdapat jenis bajing raksasa bernama jelarang yang ukurannya hampir sebesar kucing rumahan.

Jelarang, atau Oriental giant squirrel, adalah bajing pohon terbesar di dunia yang hidup di hutan Asia Tenggara, termasuk wilayah Indonesia. Hewan ini memiliki ukuran tubuh dan ekor panjang yang hampir sama, dengan berat mencapai 3 kilogram.

1. Ukuran Jelarang Sangat Besar

Jelarang memiliki panjang tubuh antara 25 hingga 46 sentimeter, belum termasuk ekornya yang panjang. Menurut Britannica, beratnya bisa mencapai 3 kilogram, membuatnya setara dengan ukuran seekor kucing peliharaan. Spesies seperti jelarang hitam dan india sering disebut sebagai bajing terbesar di dunia.

2. Dua Spesies Jelarang di Indonesia

Jelarang termasuk ke dalam genus Ratufa yang terdiri dari empat spesies. Di Indonesia, terdapat dua spesies utama, yaitu jelarang hitam (Ratufa bicolor) dan jelarang bilalang (Ratufa affinis). Keduanya dapat dijumpai di hutan-hutan Sumatra dan Kalimantan. Spesies lainnya seperti jelarang india dan jelarang uban hanya ditemukan di India dan Sri Lanka.

3. Ragam Warna yang Mempesona

Warna bulu jelarang sangat beragam dan unik sesuai spesiesnya. Jelarang hitam memiliki dominasi warna hitam pekat. Sedangkan jelarang uban menunjukkan warna abu-abu dengan bintik putih seperti uban. Jelarang india dikenal dengan warna-warni cerah seperti marun, krem, hitam, dan kadang ungu, dengan pola ekor yang berbeda di tiap individu.

Spesies jelarang bilalang di Kalimantan berwarna lebih gelap dibandingkan dengan yang berada di wilayah lain Asia Tenggara. Variasi warna ini berfungsi sebagai kamuflase di antara siluet dan bayangan kanopi hutan untuk menghindarkan diri dari predator.

4. Ukuran Raksasa, Tapi Sulit Dilihat

Meskipun berukuran besar, jelarang sangat sukar untuk ditemukan di alam liar. Hewan ini bersifat pendiam dan jarang bersuara keras. Mereka hidup di kanopi pohon tinggi dan jarang turun ke tanah. Selain itu, jelarang cenderung penyendiri dan hanya berpasangan saat musim kawin sehingga jarang terlihat.

5. Sarang Besar Berbentuk Bulat

Jelarang membangun sarang yang besar hampir menyerupai sarang elang. Sarang terbuat dari ranting dan daun yang disusun rapi di percabangan pohon. Fungsi sarang ini tidak hanya untuk beristirahat melainkan juga sebagai tempat membesarkan anak-anak jelarang.

6. Gaya Makan yang Unik di Atas Pohon

Saat makan, jelarang menunjukkan perilaku yang berbeda dari bajing pada umumnya. Mereka berdiri dengan menggunakan kedua kaki belakang dan menyandarkan tubuh ke dahan pohon. Ekor panjang yang besar dibiarkan menggantung sebagai penyeimbang, sehingga kedua tangan bebas untuk memegang dan mengontrol makanan.

7. Lincah Melompat Antarpohon

Walaupun berukuran besar, jelarang adalah pelompat ulung. Kaki dan lengan panjang serta ekor besar yang kuat membuatnya mampu melompat hingga jarak 6 meter di antara pohon-pohon hutan. Kecepatan dan kelincahan ini penting untuk menghindari predator dan mencari makanan.

Keberadaan jelarang di hutan Indonesia kini menghadapi ancaman serius akibat penebangan hutan yang masif. Hilangnya habitat alami membuat jelarang kesulitan mendapatkan tempat berteduh dan sarang, sekaligus meningkatkan risiko mereka menjadi mangsa predator.

Selain itu, kerusakan hutan mengganggu keseimbangan ekosistem yang menjadi tempat hidup jelarang. Upaya konservasi dan pelestarian habitat sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup hewan unik ini di alam liar.

Mengenal jelarang mengajarkan kita bahwa keanekaragaman fauna di Indonesia sangat berharga. Hewan yang tampak raksasa ini menyimpan keunikan gaya hidup dan adaptasi yang menakjubkan di lingkungan hutan tropis. Semoga pengetahuan ini dapat mendorong kepedulian untuk melindungi jelarang dan habitatnya.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button