
Madinah merupakan kota suci kedua bagi umat Islam setelah Mekah. Kota ini menjadi saksi sejarah penting karena menjadi tempat pendirian komunitas Muslim pertama oleh Nabi Muhammad saw. setelah hijrah dari Mekah. Salah satu peninggalan paling ikonik dari Madinah adalah Masjid Nabawi, yang hingga kini tetap menjadi pusat spiritual dan sejarah Islam yang tak ternilai.
Masjid Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol perjalanan panjang sejarah Islam. Jutaan umat Muslim dari seluruh dunia selalu berkunjung ke masjid ini setiap tahunnya untuk beribadah dan mengenang perjuangan Nabi Muhammad saw. Berikut adalah enam fakta penting tentang Masjid Nabawi yang memperkuat posisi masjid ini sebagai saksi sejarah dan pusat keimanan.
1. Masjid Nabawi Dibangun Oleh Nabi Muhammad saw.
Masjid ini pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad saw. saat tiba di Madinah pada tahun 622 M. Lokasi masjid dipilih di atas lahan bekas pengeringan kurma milik dua anak yatim, yang kemudian dibeli oleh Nabi. Awalnya, bangunan masjid sangat sederhana, menggunakan dinding tanah liat, tiang dari batang kurma, dan atap dari daun kurma. Seiring waktu, masjid ini mengalami perluasan yang signifikan oleh para khalifah setelah Nabi, mulai dari Abu Bakar hingga Utsman bin Affan, dengan bahan yang lebih kokoh seperti batu dan kayu jati.
Transformasi besar-besaran terus berlangsung hingga era modern, di bawah pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Salah satu ikon masjid ini adalah Kubah Hijau di atas makam Nabi yang mulai dicat hijau pada abad ke-19. Kini, masjid tersebut mampu menampung lebih dari 1,6 juta jemaah dalam satu waktu, dengan teknologi dan fasilitas canggih.
2. Perpaduan Arsitektur Ottoman dan Teknologi Modern
Arsitektur Masjid Nabawi sekarang merupakan perpaduan antara gaya Ottoman yang klasik dengan inovasi teknologi mutakhir. Masjid berbentuk persegi panjang dua tingkat yang luasnya 100 kali lipat dari bentuk asli. Sepuluh menara setinggi 104 meter menjadi ciri khas menonjol. Pelataran masjid dilengkapi payung raksasa yang secara otomatis membuka tutup untuk menjaga kenyamanan jemaah dari panas terik.
Interiornya dipenuhi marmer putih dan ukiran batu warna-warni dengan kaligrafi Islami yang artistik. Pilar-pilarnya tidak sekadar penopang, tetapi juga berfungsi sebagai ventilasi alami untuk menjaga suhu udara tetap sejuk. Teknologi ini memastikan kenyamanan bagi jutaan orang yang beribadah setiap hari.
3. Raudhah: "Taman Surga" yang Sarat Makna
Raudhah adalah area suci di dalam masjid yang berada di antara makam Nabi dan mimbar beliau. Bagian ini dikenal sebagai "Taman Surga" karena diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Ruang ini ditandai dengan karpet hijau yang memisahkan area ini dari bagian lain masjid.
Selain makam Rasulullah saw., di sini juga terdapat makam dua sahabat terdekat, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Raudhah selalu dipadati jemaah meskipun kapasitasnya terbatas karena keistimewaannya.
4. Pilar-Pilar Bersejarah di Area Raudhah
Tiang-tiang di Raudhah menyimpan sejarah penting dari masa Nabi Muhammad saw. Beberapa pilar memiliki nama dan kisah unik, seperti Tiang Aisyah—tempat favorit Nabi dan para Muhajirin untuk berkumpul dan beribadah. Tiang Taubah yang menjadi saksi penyesalan seorang sahabat bernama Abu Lubabah juga ada di sini.
Pilar lain seperti Tiang As-Sarir pernah menjadi tempat tidur Nabi saat beriktikaf dan Tiang Al-Wufud digunakan untuk menyambut tamu atau utusan dari berbagai suku. Pilar-pilar ini menjadi pengingat nyata mengenai rutinitas dan kehidupan sosial Nabi di masjid.
5. Kubah Geser dengan Teknologi Canggih
Masjid Nabawi memiliki 27 kubah geser elektronik yang unik dan sangat canggih. Kubah ini dapat dibuka dan ditutup otomatis dalam waktu satu menit dengan sistem mesin listrik yang terpasang di rel khusus. Teknologi ini memungkinkan sirkulasi udara alami sehingga udara dingin masuk di malam hari dan tertutup pada siang hari demi menjaga suhu sejuk ketika AC berfungsi.
Bahan kubah menggunakan serat karbon yang biasa dipakai dalam industri pesawat terbang, dan dihiasi ornamen kayu cedar, emas, serta batu mulia amazonite. Proyek ini mendapatkan penghargaan internasional sebagai salah satu inovasi arsitektur masjid terbaik di dunia.
6. Tradisi Buka Puasa Bersama yang Mengagumkan
Setiap Ramadhan, Masjid Nabawi mengadakan perjamuan buka puasa gratis terbesar di dunia, melayani ratusan ribu jemaah. Makanan seperti kurma, roti, dan yoghurt disiapkan oleh masyarakat Madinah secara sukarela. Taplak plastik sepanjang ribuan meter digelar dalam hitungan menit, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Jemaah dianjurkan datang lebih awal dan membawa perlengkapan sendiri untuk menghormati aturan tertib. Kebersihan dan ketenangan selama buka puasa dijaga ketat agar suasana ibadah tetap khusyuk.
Masjid Nabawi bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan bentuk nyata perjuangan dan cinta umat Islam secara turun-temurun. Bangunan ini terus berkembang mengikuti teknologi dan kebutuhan zaman, tanpa kehilangan spirit sejarah dan makna spiritualnya. Kenangan beribadah di Masjid Nabawi menjadi saksi perjalanan iman bagi jutaan Muslim di seluruh dunia.
Source: www.idntimes.com








