Drone Kamikaze AS LUCAS dengan Harga Rp590 Juta Tampil Perdana Serang Target di Iran

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) baru-baru ini mengonfirmasi penggunaan perdana drone serang LUCAS dalam operasi udara terhadap Iran pada tanggal 28 Februari 2026. Drone ini diluncurkan dari darat oleh Satuan Tugas Scorpion Strike yang dibentuk khusus untuk menghadapi strategi perang taktis Iran di wilayah tersebut.

Kehadiran LUCAS dalam Operation Epic Fury menandai langkah langka AS dalam mengadopsi teknologi drone lawan sebagai senjata aktif dalam misi militer. Operasi ini sendiri merupakan kolaborasi antara AS dan Israel dalam menargetkan lokasi strategis di seluruh Iran.

Desain dan Efisiensi Biaya LUCAS

LUCAS dirancang sebagai drone serang dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan rudal konvensional yang biasa digunakan oleh militer AS. Setiap unit LUCAS dibanderol sekitar US$35.000 atau setara dengan Rp590 juta, menurut keterangan Juru Bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins.

Biaya produksinya yang rendah memungkinkan pembuatan massal dengan cepat, memenuhi kebutuhan operasi jangka panjang tanpa membebani anggaran pertahanan. Drone ini menawarkan kapabilitas mutakhir sekaligus efisiensi yang signifikan bagi pasukan AS di seluruh area operasi CENTCOM.

Kemampuan Operasional dan Teknologi Koordinasi

LUCAS memiliki jangkauan terbang maksimum hingga 444 mil dengan durasi hingga enam jam. Drone ini dapat membawa muatan senjata seberat 40 pon dan memiliki kemampuan beroperasi di luar garis pandang operator.

Desainnya mencakup fitur teknologi koordinasi otonom, yang memungkinkan serangan secara kawanan dalam taktik jaringan. Beberapa unit LUCAS mengintegrasikan terminal Starlink, meningkatkan kemampuan komunikasi dan pengawasan langsung oleh operator manusia.

Fleksibilitas Peluncuran dan Uji Coba Kapal

Drone ini dapat diluncurkan melalui beberapa cara, mulai dari katapel, roket bantu, hingga sistem peluncuran di darat serta kendaraan bergerak. Berbagai metode peluncuran ini mendukung mobilitas tinggi pasukan saat menjalankan serangan mendadak.

Selain peluncuran dari darat, personel Angkatan Laut AS juga menguji peluncuran LUCAS dari kapal perang. Uji coba dilakukan di atas kapal Littoral Combat Ship kelas Independence, USS Santa Barbara, menandakan potensi penggunaan LUCAS di berbagai platform tempur.

Asal Usul dan Spesifikasi Teknis

Pengembangan LUCAS merupakan hasil rekayasa balik dari drone Shahed-136 milik Iran. Militer AS menggandeng perusahaan inovasi domestik untuk memproduksi bentuk drone yang menyerupai drone lawan tersebut secara massal.

Drone Shahed-136 memiliki kecepatan maksimum 100 knot dan jangkauan hingga 1.242 mil serta dirancang untuk menyerang target statis berdasarkan koordinat yang sudah diprogram. Sementara itu, LUCAS fokus pada kemampuan serangan yang lebih fleksibel dan efektif dalam konteks operasi militer AS.

Dinamika Ancaman dan Sistem Pertahanan

Serangan menggunakan LUCAS muncul di tengah tantangan pertahanan udara yang sulit mengantisipasi serangan drone murah seperti ini. Sistem pertahanan berlapis yang dimiliki Israel dan AS di Timur Tengah belum memberikan perlindungan total dari ancaman drone murah ini.

Penggunaan drone dengan biaya rendah dan efektifitas tinggi seperti LUCAS menggambarkan perubahan signifikan dalam strategi peperangan modern, terutama dalam mengelola ancaman asimetris di kawasan yang sarat konflik.

Drone LUCAS memperlihatkan inovasi militer AS dalam menghadapi perkembangan senjata tak berawak yang semakin kompleks dan tersebar. Keberadaannya menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam mengelola keamanan regional dan menjaga keunggulan taktis di medan pertempuran.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com
Exit mobile version