Gelombang ultrasonik kini menjadi senjata baru dalam pengembangan teknologi antarmuka otak-komputer di China. Perusahaan seperti Gestala dari Chengdu memanfaatkan gelombang suara terfokus untuk menstimulasi dan mempelajari aktivitas otak tanpa perlu operasi invasif. Ini berbeda dengan teknologi tradisional yang mengandalkan implan atau elektroda.
Ultrasonik, teknologi yang selama ini digunakan untuk pencitraan medis, kini diarahkan untuk menarget sirkuit saraf otak. Dengan intensitas dan fokus tertentu, gelombang suara ini bisa membantu membuat gambar jaringan otak, menghancurkan jaringan abnormal, bahkan mengatur aktivitas saraf tanpa membuka tengkorak.
Inovasi Fokus Gestala pada Pengobatan Nyeri Kronis
Produk pertama Gestala menargetkan anterior cingulate cortex, area otak yang berperan dalam pengalaman emosional terhadap rasa sakit. Pengujian awal menunjukkan stimulasi menggunakan ultrasonik dapat mengurangi intensitas nyeri selama beberapa hari. Sistem awal dirancang sebagai alat stasioner di klinik, namun Gestala berencana mengembangkan helm ultrasonik portabel untuk terapi di rumah.
Rencana jangka panjang Gestala cukup luas, mulai dari terapi depresi, gangguan mental, rehabilitasi stroke, Alzheimer, hingga gangguan tidur. Setiap kondisi memerlukan pendekatan berbeda karena melibatkan jaringan otak dan tantangan klinis masing-masing.
Kelebihan dan Tantangan Teknologi Ultrasonik
Berbeda dengan Neuralink yang menggunakan benang mikro di dalam otak untuk merekam aktivitas listrik neuron, metode ultrasonik mengukur perubahan aliran darah di otak yang lebih lambat dari sinyal listrik. Aliran darah yang diukur dengan gelombang suara ini memberikan keterbatasan dalam pengkodean sinyal cepat, seperti pada aplikasi penerjemahan ucapan waktu nyata.
Skull atau tengkorak juga menjadi penghambat utama karena melemahkan dan mendistorsi gelombang suara, sehingga sulit mendapatkan sinyal yang presisi tanpa menggunakan implan khusus di area penelitian. Meski begitu, potensi ultrasonik untuk mengakses area otak yang lebih luas menjadikannya teknologi yang menarik untuk dikembangkan.
Persaingan Global dalam Teknologi Ultrasonik Otak
China bukan satu-satunya yang melirik teknologi ini. Investasi besar dari OpenAI ke Merge Labs di Amerika mencerminkan persaingan global dalam riset ini. Merge Labs fokus pada pemulihan kemampuan otak yang hilang dan memperkuat hubungan manusia dengan kecerdasan buatan (AI). Meskipun penuh janji, aplikasi luas teknologi ultrasonik otak masih butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai tahap siap pakai.
Isu Privasi dan Regulasi Data Otak
Kemajuan dalam memantau dan menganalisis kondisi otak memperkenalkan tantangan besar terkait privasi data. Data aktivitas otak adalah informasi yang sangat pribadi. Oleh karena itu, perlindungan sekaligus regulasi yang jelas diperlukan untuk mengatur bagaimana data ini disimpan, dibagikan, dan digunakan. Institusi kesehatan, regulator, dan perusahaan teknologi harus bekerja sama menetapkan standar keamanan data.
Dampak & Potensi Masa Depan
Ultrasonik sebagai teknologi non-invasif bisa membuka akses terapi baru bagi pasien yang selama ini takut menjalani operasi otak. Potensi pengurangan nyeri kronis serta dukungan pengobatan gangguan mental dapat menjadi terobosan penting dalam dunia medis. Jika sukses, teknologi ini juga memungkinkan interaksi manusia dengan AI berkembang ke level yang lebih intuitif dan personal.
Teknologi antarmuka otak-ultrasonik saat ini masih dalam tahap eksperimental. Namun, peningkatan investasi dan riset memperlihatkan jalur yang lebih jelas bagi masa depan pengobatan dan aplikasi teknologi otak non-invasif. Sementara itu, keberhasilan aplikasi ultrasonik memerlukan kombinasi riset medis, teknologi pengolahan sinyal, dan kepatuhan regulasi yang ketat.
Perkembangan ini menegaskan semakin rapatnya hubungan antara neuroscience dan digital intelligence. Jika berhasil, gelombang suara sebagai media komunikasi otak dapat merevolusi cara manusia memahami dan mengatasi penyakit otak serta berinteraksi dengan teknologi cerdas.









