Peneliti Hidupkan Sel Otak Manusia Main Doom, Bukti Nyata Evolusi Komputer Biologis yang Mengagumkan!

Para peneliti dari startup bioteknologi asal Australia, Cortical Labs, berhasil membuat sel otak manusia hidup mampu menjalankan video game “Doom.” Ini adalah perkembangan terbaru setelah sebelumnya mereka mengajarkan “mini-brain” yang berisi sekitar 800.000 hingga satu juta sel otak manusia bermain game “Pong.” Demonstrasi ini memperlihatkan kemajuan signifikan dalam penggunaan sel otak untuk menjalankan aktivitas komputasi biologis.

Teknologi yang digunakan oleh Cortical Labs melibatkan perangkat yang disebut CL1, yang digadang sebagai “komputer biologis yang dapat menjalankan kode.” Dengan perangkat ini, sel-sel otak manusia yang dikultur di sebuah piring laboratorium dapat merespons rangsangan listrik yang diterjemahkan dari tampilan game Doom. Hal ini memungkinkan neuron menghasilkan pola aktivitas yang disambungkan dengan aksi dalam permainan, seperti menembak atau bergerak.

Perbedaan Kompleksitas Doom dan Pong

Game Pong yang sebelumnya dimainkan neuron membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk membuat neuron bisa beradaptasi dan belajar bermain. Sementara itu, Doom jauh lebih kompleks karena memiliki lingkungan tiga dimensi, musuh, dan kebutuhan untuk menjelajah area permainan. Oleh karena itu, proses menerjemahkan dunia digital Doom ke dalam bahasa listrik yang dimengerti oleh neuron menjadi tantangan tersendiri.

CTO Cortical Labs, David Hogan, menjelaskan bahwa pola listrik yang dihasilkan neuron dihubungkan dengan gerakan karakter di dalam Doom. Contohnya, jika neuron memicu pola tertentu, karakter akan menembak. Pola lain menggerakkan karakter ke kanan, dan seterusnya. Adaptasi ini memungkinkan neuron untuk mulai memahami aktivitas yang harus dilakukan dalam konteks permainan.

Pembelajaran Neuron Melalui Cloud dan API

Seorang pengembang independen bernama Sean Cole menggunakan platform cloud milik Cortical Labs untuk melatih neuron agar dapat bermain Doom. Proses ini dilakukan dalam waktu kurang dari seminggu dengan memanfaatkan Application Programming Interface (API) yang disediakan oleh perusahaan. Meskipun permainan oleh neuron masih terbilang pemula, hasil ini menunjukkan potensi luar biasa dalam pembelajaran dan adaptasi sistem biologis.

Brett Kagan, Chief Scientific Officer Cortical Labs, mengakui bahwa saat ini neuron bermain layaknya pemula yang belum pernah menggunakan komputer. Namun, sel-sel otak ini sudah bisa mengidentifikasi musuh, menembak, dan berputar dalam game. Ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran yang adaptif, real-time, dan berorientasi tujuan dapat dilakukan oleh jaringan neuron buatan.

Manfaat dan Tantangan Teknologi Biokomputasi

Meski pencapaian ini mengesankan, perbandingan antara chip komputer dan otak manusia masih tidak sederhana. Kagan menegaskan bahwa meski teknologi ini menggunakan bahan hidup, yang dihadirkan adalah sistem pemrosesan informasi dengan cara yang belum bisa ditiru oleh silikon. Dengan kata lain, komputer biologis ini mewakili bentuk komputasi unik yang berbeda dari teknologi konvensional.

Menurut profesor ilmu komputer dari University of Manchester, Steve Furber, cara neuron memahami dan mengeksekusi game ini masih belum sepenuhnya jelas. Namun, demonstrasi ini membuka peluang penelitian lebih lanjut untuk aplikasi teknologi seperti pengendalian lengan robotik yang kompleks dan tugas-tugas yang jauh lebih rumit dari sekadar bermain game.

Respon dari Komunitas Gamer dan Ilmuwan

Demo ini mendapat sambutan beragam dari komunitas gamers dan publik. Beberapa merasa gelisah dengan kemajuan teknologi ini, dengan komentar menyatakan ada sesuatu yang terasa “sangat salah.” Sementara yang lain memberikan respons ringan, berseloroh bahwa otak mereka juga bisa bermain Doom. Reaksi semacam ini menunjukkan bagaimana teknologi baru dapat mengejutkan sekaligus mengundang diskusi etis dan ilmiah.

Saat ini, Cortical Labs berfokus pada peningkatan kemampuan neuron untuk benar-benar menguasai Doom dan menantang tugas-tugas yang lebih kompleks di masa depan. Perkembangan ini tidak hanya mengukir rekam jejak dalam ilmu saraf dan bioteknologi, tetapi juga mengaplikasikan pengolahan informasi biologis secara revolusioner yang bisa berdampak pada teknologi masa depan.

Fakta Penting Tentang Teknologi Cortical Labs:

  1. CL1 adalah komputer biologis pertama yang dapat menjalankan kode perangkat lunak.
  2. Neuron diajari bermain Pong selama 18 bulan, sedangkan Doom dikuasai dalam kurang dari satu minggu.
  3. Sistem menggunakan metode stimulasi listrik yang diterjemahkan dari tampilan digital.
  4. Pembelajaran neuron berjalan secara waktu nyata dan adaptif.
  5. Teknologi ini menawarkan potensi aplikasi dalam pengendalian robotika dan pemrosesan informasi baru.

Teknologi ini menggabungkan keunggulan biologis dan mekanika digital untuk membuka babak baru dalam proses kecerdasan buatan dan pengolahan data secara biologis. Penelitian ini masih dalam tahap awal, tetapi menunjukkan bagaimana gabungan ilmu saraf dan teknologi komputer dapat membawa revolusi pada cara kita memahami dan menggunakan otak manusia di masa depan.

Exit mobile version