Anchor Kapal Merusak Kabel Internet Bawah Laut Lebih Sering Dari Dugaan, Bahaya yang Mengancam Koneksi Global

Kerusakan kabel internet bawah laut akibat jangkar kapal sering terjadi lebih sering dari yang diperkirakan. Jangkar yang tercabut atau terseret di dasar laut menyebabkan sekitar 30% dari seluruh insiden kerusakan kabel setiap tahun. Data dari International Cable Protection Committee (ICPC) menunjukkan, ada sekitar 60 kerusakan kabel akibat jangkar setiap tahunnya.

Kabel bawah laut menjadi fondasi utama komunikasi global, bukan satelit atau jaringan seluler. Ketika kabel ini rusak, selain menyebabkan gangguan konektivitas, juga berpotensi menimbulkan dampak besar bagi layanan internet internasional. Gangguan ini jauh lebih serius dibandingkan masalah Wi-Fi rumahan biasa yang dialami banyak orang.

Penyebab Kerusakan Kabel oleh Jangkar

Kerusakan kabel tidak semata-mata disebabkan oleh kecelakaan biasa. Ada beberapa jenis kejadian yang berkaitan dengan jangkar kapal:

  1. Impak langsung jangkar ke kabel
  2. Jangkar yang terseret atau tergores sepanjang dasar laut
  3. Deploy jangkar tanpa disengaja
  4. Deploy jangkar akibat cuaca buruk saat kapal sedang berlabuh atau berlindung

Selain kecelakaan, terdapat pula dugaan aksi sabotase dengan menggunakan jangkar, terutama yang dilaporkan terjadi di wilayah Laut Utara-Baltik dan Pasifik Barat oleh kapal dari negara tertentu. Dugaan ini memperlihatkan bahwa insiden tidak selalu sekadar kecelakaan.

Dampak Saat Kabel Terputus atau Rusak

Menurut ICPC, total panjang kabel bawah laut mencapai sekitar 1,7 juta kilometer dan mengalami 150 hingga 200 insiden kerusakan setiap tahunnya. Kerusakan kabel umumnya menyebabkan gangguan layanan internet atau perlambatan kecepatan akses data. Namun, jaringan kabel memiliki redundansi yang berarti bila satu kabel terputus, kapasitasnya bisa dialihkan ke kabel lain. Meski begitu, jaringan tetap bisa terdampak oleh penurunan performa.

Proses perbaikan sangat kompleks dan mahal. Kapal khusus yang membawa perlengkapan canggih dan peralatan penyelaman digunakan untuk menemukan titik kerusakan. Biaya perbaikan satu kejadian bisa mencapai antara 500 ribu hingga 1 juta dolar AS. Penggunaan kendaraan bawah laut seperti kapal selam robot (ROV) membantu dalam inspeksi kerusakan yang sulit ditemukan secara visual.

Peran Manusia dan Masa Depan Kabel Bawah Laut

Sekitar 70 sampai 80 persen dari kerusakan kabel bawah laut disebabkan oleh aktivitas manusia, termasuk kegiatan maritim dan industri perikanan. Kesalahan pengelolaan jangkar dan pelayaran yang tidak berhati-hati berkontribusi besar terhadap insiden ini.

Seiring perkembangan teknologi data dan komunikasi, pemasangan kabel baru masih tetap dilakukan. Teknologi mutakhir seperti teleportasi data kuantum diprediksi akan meningkatkan kecepatan transfer data, sehingga kebutuhan akan kabel serat optik bawah laut makin meningkat. Dengan demikian, perlindungan kabel bawah laut melalui pengaturan navigasi dan pelabuhan kapal menjadi sangat penting.

Upaya Mitigasi Kerusakan Kabel

Untuk mengurangi risiko, beberapa langkah pihak berwenang dan pelaku industri telah dijalankan:

  1. Pemetaan dan penandaan jalur kabel secara akurat di peta navigasi
  2. Menetapkan zona larangan jangkar di wilayah kabel bawah laut
  3. Edukasi dan pelatihan bagi kapal komersial dan nelayan untuk kewaspadaan jangkar
  4. Pengawasan ketat terhadap aktivitas kapal di jalur kabel penting

Dengan mengetahui frekuensi dan penyebab utama kerusakan akibat jangkar, diharapkan langkah pencegahan dapat lebih ditingkatkan. Hal ini sangat krusial demi menjaga kestabilan infrastruktur internet global dan mendukung kelancaran komunikasi lintas benua.

Berita Terkait

Back to top button