Gerhana bulan total menjadi fenomena astronomi yang dinantikan oleh banyak masyarakat di Indonesia. Pada 3 Maret 2026, sebanyak 10 kota di Tanah Air dapat menyaksikan gerhana bulan total yang berlangsung selama lebih dari tiga jam. Fenomena ini memberikan kesempatan langka bagi para pengamat untuk melihat perubahan warna Bulan secara langsung.
Durasi keseluruhan gerhana bulan ini mencapai 3 jam 27 menit 47 detik, dengan fase totalitas yang berlangsung selama hampir satu jam. Proses ini menjadi momen menarik karena Bulan akan terlihat berwarna merah, sebuah efek yang disebabkan oleh hamburan cahaya Matahari pada atmosfer Bumi. Berikut adalah ulasan lebih rinci tentang kota-kota yang dapat menyaksikan gerhana sekaligus detail penting lainnya.
10 Kota di Indonesia yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berikut kota-kota yang beruntung dapat mengamati fenomena ini secara langsung:
- Manado
- Ambon
- Sorong
- Alor
- Kupang
- Jakarta
- Jayapura 1
- Jayapura 2
- Ternate
- Nabire
Setiap kota tersebut memiliki kesempatan baik untuk mengamati proses gerhana, baik pada tahap parsial maupun total. Namun, faktor cuaca seperti awan dapat memengaruhi kualitas pengamatan di beberapa wilayah.
Proses dan Durasi Gerhana Bulan Total
Fase parsial gerhana bulan pada 3 Maret 2026 dimulai dan berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Pada fase ini, sebagian Bulan mulai masuk ke bayangan Bumi, sehingga terlihat sedikit gelap. Puncak dari gerhana terjadi saat Bulan sepenuhnya terbenam dalam bayangan umbra, yang berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Selama fase totalitas ini, Bulan akan menunjukkan rona kemerahan yang populer disebut bulan darah (blood moon). Warna merah tersebut muncul karena cahaya Matahari yang melalui atmosfer Bumi mengalami hamburan Rayleigh, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar, sementara cahaya panjang gelombang merah dapat menyinari permukaan Bulan.
Pengalaman Pengamatan di Jakarta
Di Jakarta, pengamatan gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 cukup menantang karena kondisi cuaca yang mendung. Awal kemunculan Bulan saat gerhana terlihat dengan warna kuning-oranye dengan sedikit nuansa gelap. Namun, awan mendung sempat menutupi fenomena tersebut beberapa kali.
Pada puncak gerhana, Bulan sempat memancarkan cahaya kuning maksimal selama sekitar satu menit sebelum kembali terselimuti awan. Meski demikian, BMKG menganjurkan masyarakat untuk mencari lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya dan memiliki pandangan jelas ke arah terbitnya Bulan agar bisa menikmati gerhana dengan optimal.
Informasi Tambahan Mengenai Gerhana Bulan di 2026
Tahun 2026 diprediksi mengalami empat kali gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya gerhana bulan total pada 3 Maret yang dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari siklus Saros 133, serangkaian gerhana yang berulang tiap 18 tahun lebih setiap kali terjadi.
Gerhana bulan total sebelumnya dalam seri ini terjadi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan akan kembali berlangsung pada 13 Maret 2044. Jadi, kesempatan menyaksikan gerhana bulan total kali ini merupakan bagian dari peristiwa langka yang terjadi setiap beberapa dekade.
Masyarakat yang ingin mengamati gerhana bulan total disarankan untuk memilih tempat dengan kondisi langit cerah dan minim gangguan cahaya. Pengamatan yang baik dapat menambah pemahaman astronomi sekaligus memberikan pengalaman visual yang menakjubkan saat Bulan berubah warna secara dramatis di langit malam.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




