Kucing sering memilih pangkuan manusia sebagai tempat tidur karena kombinasi rasa hangat, aman, dan nyaman. Kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa kucing memandang pemiliknya sebagai sosok yang akrab dan bisa dipercaya.
Perilaku tersebut tidak terjadi pada semua kucing. Namun, pada kucing yang suka meringkuk di pangkuan, kebiasaan ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan dasar dan ikatan emosional yang terbentuk di rumah.
Mencari kehangatan
Salah satu alasan paling umum adalah temperatur. Suhu tubuh kucing berada di kisaran 38°C hingga 39°C, lebih tinggi daripada manusia, sehingga mereka cenderung mencari sumber panas eksternal untuk menghemat energi.
Pangkuan manusia menjadi sumber panas yang praktis. Saat kucing rebahan di sana, ia bisa mempertahankan rasa hangat tanpa perlu banyak bergerak.
Mencari perhatian dan rasa nyaman
Kucing memang dikenal mandiri, tetapi bukan berarti mereka menolak interaksi. Saat naik ke pangkuan, banyak kucing justru mengharapkan belaian, suara lembut, dan perhatian langsung dari pemiliknya.
Kontak fisik yang tenang membuat sebagian kucing lebih rileks. Dalam kondisi itu, kucing sering mulai mendengkur atau tertidur karena merasa aman dan nyaman.
Merasa aman di dekat pemilik
Tidur adalah fase yang rentan bagi kucing. Meski secara naluri mereka adalah pemburu, kucing tetap waspada terhadap ancaman, terutama jika berada di lingkungan yang belum sepenuhnya ia anggap aman.
Melansir The Dog People, tidur membuat kucing berada dalam kondisi paling rentan. Karena itu, berada dekat manusia yang dipercaya memberi perlindungan tambahan dan menurunkan rasa waswas.
Menjalin ikatan dengan pemilik
Pangkuan juga bisa menjadi bagian dari proses bonding. Konsultan perilaku kucing Mikel Delgado, PhD., yang dikutip Catster, menjelaskan bahwa kucing wajar memakai bantalan saat tidur, termasuk tubuh yang dekat dan terasa familiar.
Artinya, pangkuan manusia bisa menggantikan posisi yang biasanya diisi kucing lain atau tempat yang mereka anggap aman. Kedekatan ini memperkuat hubungan antara kucing dan pemiliknya secara alami.
Aroma tubuh yang terasa familiar
Kucing memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Referensi menyebut kucing punya sekitar 200 juta reseptor bau, jauh lebih banyak dibanding manusia yang hanya sekitar 50 juta.
Itu sebabnya aroma tubuh pemilik bisa terasa menenangkan bagi kucing. Saat tidur di pangkuan, kucing berada dekat dengan bau yang sudah ia kenal, sehingga rasa familiar itu membantu membuatnya lebih tenang.
Menandai wilayah
Ada pula unsur teritorial dalam kebiasaan ini. Kucing dapat menyalurkan feromon dari tubuhnya saat menempel atau tidur di pangkuan, lalu menandai manusia sebagai bagian dari lingkup aman miliknya.
Melansir Cats, transfer feromon dapat mengomunikasikan rasa aman dan memperkuat ikatan. Cara ini juga membuat kucing lain cenderung menjauh karena manusia tersebut sudah “ditandai” sebagai bagian dari wilayah sosial kucing itu.
Poin penting yang membuat kucing betah di pangkuan
- Tubuh manusia memberi kehangatan yang stabil.
- Pangkuan memberi rasa aman saat kucing beristirahat.
- Aroma tubuh pemilik terasa akrab dan menenangkan.
- Kontak fisik memperkuat bonding.
- Feromon membantu kucing menandai wilayah sosialnya.
Pada sebagian kucing, suara napas dan detak jantung manusia yang tenang juga bisa memberi efek menenangkan. Suara ritmis itu mengingatkan kucing pada kedekatan dengan induk dan saudara kandungnya saat masih kecil, sehingga pangkuan terasa seperti tempat istirahat yang paling aman.
Source: www.idntimes.com