Perseverance Temukan Delta Tersembunyi di Mars, Jejak Kehidupan Makin Kuat

Perseverance NASA kembali memberi petunjuk penting bahwa Mars pernah lebih basah dan lebih ramah bagi kemungkinan kehidupan. Temuan terbaru rover ini mengarah pada struktur yang sangat mirip delta sungai purba yang tersembunyi di bawah permukaan Kawah Jezero, lokasi pendaratan utama misi sejak 2021.

Data ini datang dari radar penembus tanah RIMFAX yang dibawa Perseverance. Instrumen tersebut memantulkan gelombang radar ke lapisan bawah tanah dan membantu ilmuwan melihat struktur yang tidak tampak dari permukaan Mars.

Temuan Baru di Jezero

Sejak mendarat, Perseverance memang fokus menelusuri sisa danau purba di Kawah Jezero. Kawasan ini dipilih karena para ilmuwan menilai wilayah tersebut pernah menjadi lingkungan yang ideal untuk menyimpan jejak kehidupan mikroba.

Perhatian awal tertuju pada Delta Barat, formasi berbentuk kipas yang diduga terbentuk dari aliran sungai miliaran tahun lalu. Kini, analisis terbaru justru menunjukkan adanya delta yang lebih tua dan lebih dalam di bawah lapisan tanah Mars.

Penelitian itu menguatkan dugaan bahwa Jezero menyimpan sejarah air yang jauh lebih kompleks. Jika benar, Mars tidak hanya pernah memiliki danau, tetapi juga sistem aliran sungai yang aktif dan berlangsung lama.

Cara RIMFAX Membaca Lapisan Mars

RIMFAX bekerja dengan mengirimkan gelombang radar saat rover bergerak pelan di permukaan Mars. Setiap sekitar 10 sentimeter perjalanan, gelombang itu memantul dari batuan, sedimen, atau es di bawah tanah.

Hasil pantulan lalu diolah menjadi gambaran dua dimensi, mirip dengan USG di dunia medis. Metode ini memungkinkan ilmuwan memetakan lapisan tersembunyi tanpa harus menggali permukaan Mars secara langsung.

Dalam pengamatan antara September 2023 hingga Februari 2024, Perseverance melintasi wilayah Margin Unit. Area ini berada di antara Delta Barat dan tepi kawah, serta dikenal kaya mineral karbonat.

Karbonat menarik perhatian besar karena di Bumi, mineral ini sering membantu mengawetkan fosil mikroba. Itulah salah satu alasan Jezero sejak awal dianggap sebagai lokasi paling menjanjikan untuk mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu.

Struktur yang Menyerupai Delta Sungai

Analisis yang dipimpin ahli astrobiologi Universitas California Los Angeles, Emily L. Cardarelli, menemukan lapisan batuan yang sangat transparan terhadap radar. Sinyal RIMFAX bahkan mampu menembus lebih dari 35 meter ke dalam tanah Mars.

Setelah memperhitungkan bentuk topografi, ketebalan total lapisan itu diperkirakan mencapai 85 hingga 90 meter. Di dalamnya, ilmuwan melihat pola geologi yang konsisten dengan delta sungai.

Struktur itu memperlihatkan lapisan miring dan paralel yang disebut clinoform. Di Bumi, pola seperti ini umum ditemukan pada endapan sedimen yang terbentuk saat aliran air membawa material masuk ke danau.

Pola tersebut biasanya memperlihatkan tiga bagian utama, yaitu topset, foreset, dan lapisan dasar yang lebih halus. Susunan ini menandakan proses pengendapan bertahap dalam waktu yang panjang.

Jejak Air Mars dari Berbagai Lokasi

  1. Pada 2021, Perseverance mengirim citra tebing Kodiak yang memperlihatkan struktur berlapis seperti delta sungai.
  2. Pada 2022, rover menemukan batuan sedimen halus dengan material organik di bagian dasar delta.
  3. Pada 2023, wilayah Skrinkle Haven menunjukkan batuan besar dan kerikil kasar yang tersusun melengkung, tanda adanya arus sungai yang kuat.
  4. Di Margin Unit, ilmuwan melihat indikasi banjir besar yang terjadi berulang kali.
  5. Pada 2025 hingga awal 2026, temuan endapan karbonat di tepi kawah mengarah pada lingkungan perairan yang bertahan lama.

Rangkaian temuan itu membuat gambaran Mars purba semakin jelas. Planet ini tampaknya pernah memiliki air dalam berbagai bentuk, dari aliran tenang hingga arus besar yang mampu memindahkan batuan.

Mengapa Ini Penting untuk Pencarian Kehidupan

Di Bumi, delta dan danau purba termasuk lingkungan yang paling baik untuk melestarikan materi organik. Endapan sedimen yang menumpuk perlahan dapat mengunci sisa-sisa biologis selama miliaran tahun.

Karena itu, struktur yang ditemukan Perseverance menjadi sangat penting dalam astrobiologi. Jika delta tersembunyi itu benar-benar terbentuk oleh air, maka Mars pernah memiliki kondisi yang relatif stabil dan cukup lama untuk mendukung proses kimia yang berkaitan dengan kehidupan.

Meski begitu, ilmuwan belum menyatakan bahwa temuan ini adalah bukti kehidupan. Mereka masih membuka kemungkinan lain, termasuk aktivitas vulkanik, garis pantai danau purba, atau endapan gletser.

Cardarelli dan timnya menilai ukuran serta kompleksitas struktur lebih cocok dengan proses fluvial. Namun, verifikasi lebih lanjut tetap dibutuhkan sebelum kesimpulan besar diambil.

Data Baru, Masih Banyak yang Belum Diungkap

Hingga kini, data yang dianalisis baru mencakup lintasan sekitar 6,1 kilometer dari perjalanan Perseverance. Padahal, rover ini telah menempuh puluhan kilometer sejak misi dimulai.

Artinya, masih ada banyak data yang belum dipublikasikan dan berpotensi memunculkan temuan lanjutan. Para ilmuwan juga masih menunggu analisis dari lintasan sekitar 40 kilometer yang sudah dilalui rover di Kawah Jezero.

Jika temuan delta tersembunyi ini terus diperkuat oleh data lain, maka Jezero bisa menjadi salah satu lokasi paling penting dalam sejarah eksplorasi Mars. Bukan hanya sebagai bekas danau purba, tetapi juga sebagai arsip geologi yang menyimpan petunjuk tentang air, iklim, dan kemungkinan kehidupan di Planet Merah.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button