Data Center Modular Bertenaga Surya Ini Bekerja 99,2% Waktu, Mengubah Aturan Main Infrastruktur AI

Pusat data kini menghadapi tekanan baru dari ledakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan, sementara jaringan listrik di banyak wilayah belum siap menanggung beban tambahan. Di tengah kondisi itu, muncul pendekatan yang lebih cepat dibangun, lebih fleksibel, dan lebih ramah lingkungan: pusat data modular yang memakai tenaga surya serta baterai kendaraan listrik bekas.

Model ini tengah diuji oleh Crusoe dan Redwood Materials di Nevada, lalu mulai diperluas ke fasilitas baru di Colorado. Sistem tersebut sudah beroperasi 99,2% dari waktu yang ditargetkan, sebuah angka yang menunjukkan bahwa pasokan energi bersih off-grid bisa menjadi alternatif nyata untuk infrastruktur digital berskala besar.

Mengapa pendekatan ini berbeda

Cara konvensional membangun pusat data biasanya bergantung pada utilitas listrik, proses perizinan, dan waktu tunggu yang bisa berlangsung lama. Cully Cavness, salah satu pendiri Crusoe, menyebut pendekatan lama sebagai proses yang membuat perusahaan harus “menunggu bertahun-tahun” sebelum mendapat sambungan jaringan.

Pendekatan baru ini memotong ketergantungan itu dengan menggabungkan pembangkit surya, penyimpanan energi dari baterai EV bekas, dan pusat data modular. Hasilnya adalah sistem yang dapat berdiri lebih cepat, bergerak lebih mandiri, dan tidak bergantung penuh pada jaringan listrik lokal.

Peran baterai EV bekas dalam sistem energi

Redwood Materials, yang dikenal sebagai recycler baterai kendaraan listrik terbesar di Amerika Serikat, menemukan bahwa banyak baterai bekas masih menyimpan daya yang cukup untuk penggunaan kedua. Perusahaan itu lalu menguji, memilah, dan mengelola baterai tersebut agar bisa dipakai kembali sebagai penyimpanan energi untuk mikrogrid.

Menurut Cavness, penyimpanan energi surya selama malam hari agar bisa menjadi sumber daya dasar 24 jam sebelumnya sangat mahal. Namun penggunaan baterai bekas dinilai mengubah persamaan ekonomi itu, karena membuat daya bersih bisa dipakai lebih lama dengan biaya yang lebih masuk akal.

JB Straubel, pendiri dan CEO Redwood Materials, menegaskan bahwa ketersediaan baterai seperti ini akan terus bertambah. Ia mengatakan hanya diperlukan sebagian kecil baterai EV yang pensiun dari jalan raya untuk mulai menciptakan pasokan besar bagi pasar penyimpanan energi stasioner.

Pusat data modular yang bisa dirakit cepat

Crusoe mengembangkan pusat data modular seukuran trailer pengiriman yang bisa dibuat di pabrik lalu dikirim ke lokasi untuk segera dihubungkan ke sistem daya. Pendekatan ini berbeda dari proyek pusat data besar yang biasanya memerlukan konstruksi panjang dan koordinasi kompleks.

Berikut perbedaan utamanya secara sederhana:

  1. Dibangun di pabrik, bukan sepenuhnya di lokasi.
  2. Dikirim sebagai unit modular yang siap pasang.
  3. Bisa terhubung ke mikrogrid surya dan baterai bekas.
  4. Mengurangi ketergantungan pada sambungan listrik grid.
  5. Mempercepat waktu operasional dibanding proyek konvensional.

Di Nevada, Crusoe awalnya menghubungkan empat unit Spark ke mikrogrid milik Redwood. Kini, perusahaan itu berencana menambah 20 unit lagi di pabrik baru Colorado, yang akan meningkatkan kapasitas komputasi hampir tujuh kali lipat.

Skalabilitas untuk kebutuhan AI

Crusoe tidak hanya membidik proyek kecil. Perusahaan ini juga mengembangkan kampus pusat data berskala gigawatt di Abilene, Texas, dan melihat model baterai EV bekas ini bisa diterapkan lintas skala.

Cavness menyebut potensi teknologinya dapat meluas hingga “ratusan megawatt dan lebih besar.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa konsep off-grid berbasis energi terbarukan tidak hanya cocok untuk proyek uji coba, tetapi juga bisa masuk ke pasar pusat data kelas berat.

Mengapa model ini menarik bagi industri

Pertumbuhan AI membuat permintaan komputasi meningkat tajam, dan kebutuhan listrik ikut naik. Di saat yang sama, waktu tunggu sambungan grid makin panjang, sementara harga energi dan dinamika politik di sekitar infrastruktur listrik sulit diprediksi.

Straubel menilai pusat data di masa depan akan semakin banyak beralih ke sumber daya di balik meteran listrik atau bahkan benar-benar off-grid. Ia juga menilai pendekatan semacam ini dapat memisahkan dampak pusat data dari tekanan pada harga energi regional dan stabilitas jaringan listrik.

Dalam konteks itu, kombinasi tenaga surya, baterai EV bekas, dan desain modular menawarkan tiga keuntungan sekaligus: lebih cepat dibangun, lebih hemat dalam penyimpanan energi, dan lebih siap menghadapi kebutuhan komputasi yang terus naik. Jika model ini terus terbukti andal, cara membangun pusat data bisa bergeser dari proyek raksasa yang lambat menjadi sistem yang lebih lincah, bersih, dan mudah diperluas.

Terkait