Amazon mempercepat pembangunan jaringan internet satelit Leo untuk mengejar Starlink milik SpaceX. Perusahaan ini menargetkan frekuensi peluncuran roket yang lebih tinggi dan muatan satelit yang lebih besar dalam setiap misi agar kapasitas orbitnya bisa bertambah lebih cepat.
Langkah itu muncul saat Leo masih berada pada tahap awal layanan dan baru mencakup sedikit lebih dari 200 satelit. Amazon saat ini masih melakukan uji coba beta bersama pelanggan korporasi terpilih, karena jumlah satelit tersebut belum cukup untuk menjalankan layanan internet satelit berskala luas.
Peluncuran akan naik tajam
Amazon menyebut program Leo berada di jalur untuk menyelesaikan 11 peluncuran pada tahun pertama penerapannya. Untuk tahun berikutnya, perusahaan mengatakan sedang berada di jalur untuk “lebih dari menggandakan” laju peluncuran tahunan menjadi lebih dari 20 misi.
Perusahaan juga menyiapkan strategi baru dengan mengirim lebih banyak satelit dalam satu roket. Jika rencana ini berjalan sesuai target, Amazon bisa meluncurkan lebih dari 40 satelit per penerbangan, sehingga laju penempatan satelit ke orbit menjadi jauh lebih efisien.
Roket besar jadi andalan baru
Untuk mengejar target itu, Amazon mulai mengandalkan roket berat seperti New Glenn milik Blue Origin dan Vulcan Centaur dari United Launch Alliance. Kedua wahana ini dipilih karena mampu membawa muatan satelit Leo dalam jumlah lebih besar dibanding roket kelas menengah.
Berikut gambaran ringkas perubahan strategi peluncuran Amazon:
- Atlas V kini dapat membawa 29 satelit Leo, naik dari 27.
- Ariane 6 sudah terbukti mampu mengirim 32 satelit Leo dalam satu penerbangan.
- New Glenn dan Vulcan Centaur diproyeksikan membawa lebih dari 40 satelit per misi.
- Amazon mengatakan mayoritas satelit Leo tahun ini akan lepas landas dengan roket berat baru.
Amazon juga menjelaskan bahwa penambahan kapasitas pada Atlas V berasal dari desain mesin baru. Perusahaan menyebut tim tekniknya menambahkan lapisan keempat pada konfigurasi dispenser yang sebelumnya hanya tiga tingkat.
Tantangan datang dari jadwal FCC
Ekspansi ini tidak lepas dari tekanan regulasi. Amazon menghadapi tenggat FCC pada 30 Juli 2026 untuk memiliki separuh dari total 3.200 satelit Leo dalam kondisi operasional.
Perusahaan sudah mengajukan perpanjangan, tetapi tetap berisiko kehilangan izin untuk meluncurkan sisa satelit yang dibutuhkan jika regulator tidak mengabulkan permintaan itu. Hingga kini belum ada kepastian soal keputusan FCC, sementara SpaceX disebut mendorong komisi untuk menolak perpanjangan tersebut.
Amazon mengatakan kepada FCC bahwa mereka memiliki “lebih dari 100 misi yang direncanakan hingga kuartal pertama 2029.” Pernyataan itu menunjukkan perusahaan ingin meyakinkan regulator bahwa pengembangan jaringan tetap berjalan agresif.
Target 700 satelit dan layanan lebih luas
Amazon juga memperkirakan bahwa pada tenggat FCC tersebut, Leo akan memiliki sekitar 700 satelit operasional. Dengan jumlah itu, Leo diproyeksikan naik dari konstelasi satelit terbesar ketiga menjadi kedua terbesar di orbit.
Perusahaan menilai pada fase itu terminal pelanggan juga akan semakin banyak diproduksi dan disalurkan, terutama untuk pelanggan bisnis dan pemerintah. Amazon bahkan menyebut sistemnya akan bersiap melayani pasar yang lebih luas di Amerika Serikat dan secara global.
Jika target itu tercapai, Leo berpotensi mulai menjangkau lebih banyak pengguna pada paruh kedua tahun depan. Namun, keberhasilan tersebut masih sangat bergantung pada kelancaran peluncuran satelit dan persetujuan regulator dalam waktu yang tersisa.
Persaingan dengan Starlink masih berat
Sebagai pembanding, Starlink lebih dulu mencapai skala besar sebelum membuka beta untuk konsumen di Amerika Serikat pada akhir 2020, saat jumlah satelitnya sudah lebih dari 800 di orbit. Jarak awal itu menunjukkan betapa besar tantangan Amazon untuk memperkecil ketertinggalan.
Meski demikian, Amazon menyatakan sudah memiliki 200 lebih satelit Leo tambahan yang “disusun dan siap diluncurkan.” Perusahaan juga telah mengamankan 10 peluncuran tambahan di Falcon 9 milik SpaceX dan mengonversi opsi dengan Blue Origin menjadi total 24 peluncuran tetap di New Glenn, yang bersama-sama memberi kapasitas untuk mengirim lebih dari 800 satelit lagi ke orbit.









