
Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, mulai menggarap konsep misi yang tidak biasa: membangun sistem pertahanan planet dari ancaman asteroid. Rencana ini muncul meski perusahaan tersebut baru dua kali mencapai orbit dan pendarat bulan buatannya masih jauh dari target pendaratan di Bulan.
Dalam konsep yang diumumkan bersama Jet Propulsion Laboratory milik NASA, Blue Origin menyiapkan misi “Near-Earth Objects (NEO) Hunter” untuk menguji berbagai cara membelokkan asteroid. Pendekatan itu mencakup ion-beam deflection dan tumbukan kinetik langsung, dengan tujuan melindungi Bumi dari objek berbahaya yang melintas dekat planet ini.
Apa yang ingin dibangun Blue Origin
Blue Origin ingin memanfaatkan wahana Blue Ring, platform antariksa yang masih dikembangkan untuk mengisi bahan bakar, mengangkut, dan menjadi tempat membawa satelit. Dalam skenario NEO Hunter, wahana ini akan dipakai sebagai basis operasi untuk mendekati asteroid dan menganalisis ancamannya secara lebih detail.
Perusahaan menyebut misi ini akan melibatkan sejumlah cubesat kecil yang diluncurkan bersama sistem utama. Satelit mini itu akan mengukur sifat fisik asteroid, termasuk densitas dan massa, sebelum sistem pertahanan dipilih untuk mengurangi risiko tabrakan dengan Bumi.
Dua pendekatan utama untuk menahan ancaman asteroid
Rencana Blue Origin menonjol karena memakai dua opsi penanganan yang berbeda. Opsi pertama adalah menyinarinya dengan berkas partikel terfokus agar orbit asteroid berubah, sedangkan opsi kedua adalah menabrakkan wahana ke asteroid dengan kecepatan tinggi.
Metode tumbukan itu disebut Blue Origin sebagai “Robust Kinetic Disruption”. Konsep ini tampak terinspirasi dari misi sukses NASA, Double Asteroid Redirection Test atau DART, yang pada 2022 berhasil membelokkan orbit asteroid dalam uji coba pertahanan planet.
Namun, para ilmuwan juga mengingatkan bahwa mengubah jalur asteroid bukan pekerjaan sederhana. Efek lanjutan dari tumbukan, termasuk kemungkinan perubahan lintasan yang tak terduga, dapat memunculkan risiko baru jika analisis massa, struktur, dan arah gerak objek tidak akurat.
Blue Ring jadi kunci rencana misi
Blue Ring menjadi pusat dari konsep pertahanan antasteroid ini karena wahana tersebut dirancang fleksibel untuk banyak fungsi. Struktur itu juga baru menjalani uji beban di NASA Marshall Space Flight Center, menunjukkan bahwa platform tersebut sedang dipersiapkan untuk tugas yang lebih kompleks.
Prototipe Blue Ring sebelumnya ikut terbang dalam penerbangan perdana roket New Glenn milik Blue Origin yang memiliki tinggi sekitar 300 kaki. Meski begitu, perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti untuk misi pemburu asteroid tersebut.
Perbandingan dengan program NASA
Langkah Blue Origin muncul saat NASA juga menjalankan program deteksi ancaman luar angkasa. Badan antariksa Amerika Serikat itu sedang mengembangkan Near-Earth Object Surveyor, yang disebut sebagai teleskop luar angkasa pertama yang khusus dirancang untuk mendeteksi asteroid dan komet yang berpotensi membahayakan Bumi.
Instrumen inframerah pada misi itu ditujukan untuk melacak objek yang sulit terlihat karena tidak banyak memantulkan cahaya tampak. NASA menyebut objek ini justru “bersinar di spektrum inframerah” saat dipanaskan matahari, sehingga lebih mudah dipantau dari luar angkasa.
Langkah-langkah yang direncanakan dalam misi NEO Hunter
- Meluncurkan wahana berbasis Blue Ring ke luar angkasa.
- Mengirim cubesat untuk memetakan sifat fisik asteroid sasaran.
- Menentukan metode penanganan berdasarkan data massa dan densitas.
- Menggunakan berkas partikel atau tumbukan kinetik untuk mengubah orbit asteroid.
Neo Hunter, jika benar-benar terwujud, akan menjadi perluasan dari peran perusahaan swasta dalam pertahanan planet yang selama ini didominasi lembaga pemerintah. Di saat yang sama, rencana ini juga menunjukkan bahwa kompetisi antariksa tidak lagi hanya soal roket ke orbit atau misi ke Bulan, tetapi juga soal kesiapan menghadapi ancaman benda langit yang bisa datang tanpa peringatan.









