NASA Memaksa Misi Nuklir Ke Mars, Ternyata Masuk Akal Saat Anggarannya Dibuka

NASA kembali memicu perdebatan besar setelah mengumumkan misi helikopter Mars bernama Skyfall yang akan berangkat ke Planet Merah dengan wahana bertenaga nuklir. Banyak ilmuwan terkejut bukan hanya karena targetnya Mars, tetapi karena NASA ingin memakai spacecraft nuklir pertama yang dirancang untuk misi antariksa ke sana.

Bagi sebagian pengamat, ide itu terdengar berani sekaligus berisiko. Namun jika dilihat dari sejarah panjang teknologi antariksa, konsep tersebut tidak muncul dari ruang hampa, melainkan dari riset puluhan tahun, kegagalan proyek sebelumnya, dan dorongan baru untuk memangkas waktu tempuh ke tujuan jauh.

Mengapa NASA memilih jalur nuklir

NASA ingin membawa Skyfall ke Mars dengan spacecraft kecil bernama Space Reactor-1 atau SR-1 Freedom. Wahana ini ditenagai reaktor 20 kilowatt dan memakai pendekatan nuclear electric propulsion, yaitu mengubah panas reaktor menjadi listrik untuk menggerakkan thruster xenon.

Metode ini berbeda dari nuclear thermal propulsion yang menghasilkan dorongan kuat dalam waktu singkat dan bisa mencapai suhu puncak sekitar 4.400 derajat Fahrenheit atau 2.425 derajat Celsius. Nuclear electric propulsion memang lebih lambat, tetapi bisa bekerja terus-menerus selama bertahun-tahun tanpa menghasilkan limbah radioaktif dari exhaust.

Seberapa realistis proyek ini

Kunci utama bukan hanya soal teknologi, tetapi juga jadwal dan pendanaan. Seorang mantan pejabat senior NASA mengatakan bahwa misi seperti ini “ketat” jika dilihat dari tenggat waktu, tetapi tidak mustahil, selama ada rencana yang jelas dan dukungan anggaran.

Ia menegaskan bahwa “vision and a budget is a possible future”. Artinya, ambisi saja tidak cukup karena tanpa dana dan prioritas yang nyata, misi seperti Skyfall akan tetap menjadi konsep.

NASA juga tidak memulai dari nol. Banyak komponen SR-1 Freedom disebut sudah dalam tahap lanjut atau bahkan sudah dibuat, sementara bagian utamanya akan memanfaatkan elemen dari Power & Propulsion Element milik proyek Gateway. NASA bertugas sebagai integrator utama, dengan Departemen Energi membantu dalam aspek nuklir.

Warisan panjang yang penuh hambatan

Gagasan tenaga nuklir di luar angkasa bukan hal baru. Pada era Presiden John F. Kennedy, Amerika Serikat sudah mendorong pengembangan roket nuklir karena diyakini dapat membuka jalan ke eksplorasi lebih jauh dari Bulan.

Namun sejarahnya penuh masalah. SNAP-10A menjadi satu-satunya reaktor nuklir AS yang berhasil mencapai orbit pada 1965, sedangkan SNAP-9A gagal meluncur pada 1964 dan melepaskan sekitar satu kilogram plutonium ke atmosfer. Beberapa reaktor antariksa Soviet juga pernah mencemari Bumi, sehingga opini publik, biaya, dan regulasi membuat banyak program serupa berhenti.

Faktor yang membuat proyek ini tetap masuk akal

  1. NASA sudah punya pengalaman teknis dari program sebelumnya.
  2. Regulasi nuklir dinilai lebih longgar setelah sejumlah perintah eksekutif baru.
  3. Reaktor berbasis listrik cocok untuk perjalanan panjang dan muatan besar.
  4. Skyfall adalah misi permukaan Mars yang relatif sederhana karena helikopternya bisa diproduksi dengan cepat.

Paul Byrne, ilmuwan planet dari Washington University in St. Louis, menyebut arah ini sebagai hal yang seharusnya sudah didorong sejak lama. Menurutnya, jika rencana itu berhasil, NASA bisa bergerak menuju era yang lebih ambisius, dengan pendaratan rutin, propulsi nuklir untuk target jauh, dan wahana bermuatan besar.

Namun kritiknya tetap ada

Tidak semua pihak percaya rencana ini mudah diwujudkan. Andrew Higgins, insinyur dirgantara dari McGill University, menilai pendekatan yang menggabungkan banyak komponen dari proyek berbeda membuat tantangannya sering diremehkan.

Ia juga menilai nuklir elektrik lebih masuk akal untuk misi ke bulan-bulan Jupiter atau Triton, bukan Mars yang relatif lebih dekat. Untuk banyak tujuan di tata surya bagian dalam, tenaga surya masih dianggap lebih efisien dan lebih sederhana.

Meski begitu, sejumlah analis melihat misi ini sebagai ujian penting bagi kebangkitan teknologi nuklir di ruang angkasa. Jika NASA benar-benar berhasil menjalankan SR-1 Freedom, maka misi Skyfall bisa menjadi bukti bahwa propulsi nuklir bukan lagi sekadar warisan era lama, melainkan alat nyata untuk membuka fase baru eksplorasi Mars.

Berita Terkait

Back to top button