Siaran langsung misi Artemis II NASA memicu rumor baru di media sosial setelah sejumlah penonton mengira ada penampakan alien atau UFO di sekitar wahana antariksa. Narasi itu menyebar cepat karena tayangan sempat terputus saat wahana Integrity melaju di kecepatan supersonik di lapisan atas atmosfer.
Namun, klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah. Pakar antariksa menjelaskan bahwa objek bercahaya yang terlihat bukan pesawat makhluk asing, melainkan partikel kecil seperti kristal es, sisa propelan, atau puing mikro dari roket SLS dan wahana Orion.
Apa yang sebenarnya terlihat di siaran Artemis II
Momen yang memicu spekulasi terjadi saat kamera menangkap beberapa titik cahaya di sekitar wahana. Di media sosial, sebagian pengguna langsung mengaitkannya dengan UFO, padahal fenomena semacam ini kerap muncul dalam peluncuran roket.
Dalam penjelasan teknis, partikel-partikel itu biasa disebut sebagai “ketombe luar angkasa”. Istilah ini merujuk pada serpihan kecil yang terlepas dari kendaraan antariksa akibat tekanan ekstrem saat melewati atmosfer.
Kenapa benda itu tampak seperti bergerak di sekitar wahana
Benda-benda kecil tersebut bisa tampak melayang, berputar, atau mengikuti wahana karena dipengaruhi arah cahaya dan sudut kamera. Saat terkena sinar matahari, pantulan Bumi, atau lampu internal pesawat, partikel itu terlihat jauh lebih terang dibanding ukuran aslinya.
Efek visual seperti ini sering membuat publik salah menafsirkan rekaman peluncuran. Dalam rekaman misi antariksa, objek kecil yang berada sangat dekat dengan lensa kamera bisa tampak seolah-olah bergerak cepat atau mengelilingi pesawat.
Mengapa siaran NASA sempat terputus
Menurut penjelasan sumber referensi, pemutusan siaran terjadi ketika Artemis II mencapai fase kecepatan tinggi di lapisan atas atmosfer. Di tahap ini, gangguan komunikasi memang bisa muncul karena kondisi teknis, bukan karena penyembunyian informasi tentang objek asing.
NASA sendiri kerap menghadapi tantangan transmisi saat kendaraan antariksa melewati zona tertentu. Gangguan sinyal, jeda tayangan, atau hilangnya gambar sementara merupakan hal yang lazim dalam misi luar angkasa berawak maupun tanpa awak.
Fakta penting tentang Artemis II
- Artemis II merupakan misi berawak pertama NASA menuju Bulan dalam 53 tahun.
- Wahana yang digunakan adalah Orion dengan roket Space Launch System atau SLS.
- Misi ini menjadi langkah penting menuju penerbangan manusia yang lebih jauh ke luar orbit Bumi.
- Objek bercahaya yang viral berasal dari fenomena fisik biasa, bukan bukti keberadaan UFO.
- NASA menegaskan gangguan siaran lebih berkaitan dengan teknis komunikasi saat peluncuran.
Mengapa rumor seperti ini mudah muncul
Topik soal UFO dan alien selalu menarik perhatian publik, terutama saat muncul bersamaan dengan peristiwa besar seperti peluncuran misi ke Bulan. Kombinasi gambar yang samar, jeda siaran, dan unggahan viral sering cukup untuk memunculkan teori yang tidak akurat.
Di era media sosial, potongan video pendek juga sering kehilangan konteks asalnya. Tanpa penjelasan teknis, penonton mudah menganggap cahaya kecil sebagai objek misterius, padahal kamera antariksa sangat sensitif terhadap pantulan dan partikel debu mikro.
Cara membedakan klaim viral dan penjelasan ilmiah
- Cek apakah sumber video berasal dari siaran resmi atau potongan ulang.
- Perhatikan apakah ada penjelasan teknis dari NASA atau ahli antariksa.
- Bandingkan visual dengan fenomena umum seperti pantulan cahaya atau serpihan es.
- Hindari menarik kesimpulan dari satu cuplikan pendek tanpa konteks lengkap.
- Cari laporan dari media kredibel yang mengutip pakar terkait.
Artemis II tetap dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa modern, bukan bukti adanya interaksi dengan makhluk luar Bumi. Spekulasi soal penampakan alien di siaran live lebih tepat dibaca sebagai salah tafsir terhadap fenomena visual dan kendala transmisi dalam misi luar angkasa yang sangat kompleks.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com