Drone swarms berpotensi menjadi solusi saat jaringan seluler melambat atau terganggu. Dalam riset Stevens Institute of Technology, kelompok drone diposisikan sebagai menara seluler sementara yang bisa membantu memperluas cakupan dan menjaga koneksi tetap stabil ketika infrastruktur darat tidak cukup tangguh.
Pendekatan ini menarik karena tidak menggantikan menara yang sudah ada, melainkan melengkapinya dengan lapisan jaringan yang fleksibel. Di tengah pertumbuhan penggunaan data di kota besar, teknologi seperti ini bisa membantu mengatasi lonjakan trafik, gangguan jaringan, hingga kebutuhan komunikasi cepat pada situasi darurat.
Drone sebagai menara seluler bergerak
Sistem yang dikembangkan peneliti Stevens disebut AURA-GreeN. Alih-alih mengandalkan titik pemancar statis, sistem ini memakai banyak drone yang berfungsi sebagai unit radio bergerak dan dapat menyesuaikan posisi sesuai kondisi jaringan.
Ying Wang, associate professor di Stevens Department of Systems Engineering, menilai kebutuhan seperti ini akan terasa makin besar di kota padat. Ia menyebut tantangan akan “terasa sangat berat di kota besar dengan populasi besar dan ruang yang semakin terbatas untuk menambah menara telepon seluler.”
Menurut Wang, komunikasi nirkabel yang cepat dan andal sangat dibutuhkan “khususnya saat manajemen lalu lintas, bencana, atau pencarian dan penyelamatan.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa drone swarms bukan hanya soal kecepatan internet, tetapi juga soal ketahanan komunikasi publik.
Cara kerja AURA-GreeN
AURA-GreeN memantau kualitas sinyal, gangguan, dan beban trafik secara terus-menerus. Sistem kemudian menentukan bagaimana data harus dialihkan dan bagaimana spektrum yang tersedia dibagi agar koneksi tetap berjalan di berbagai kondisi.
Pendekatan ini penting karena jaringan seluler modern sering menghadapi beban yang berubah cepat. Saat satu area padat atau sebagian infrastruktur gagal, drone dapat bergerak untuk mengisi celah layanan tanpa menunggu pemasangan menara baru yang memerlukan waktu dan biaya besar.
Berikut fungsi utamanya dalam jaringan:
- Menambah cakupan sementara saat menara utama gagal atau kelebihan beban.
- Menjaga koneksi tetap stabil di area padat atau sulit dijangkau.
- Mengatur ulang alokasi spektrum agar trafik lebih efisien.
- Mengurangi latensi dengan menyesuaikan posisi jaringan secara dinamis.
- Mendukung komunikasi darurat saat respons cepat menjadi prioritas.
Data yang lebih segar untuk situasi real time
Keunggulan lain dari sistem ini ada pada konsep “age of information” atau usia informasi. Istilah ini mengukur seberapa baru data yang diterima pengguna dari jaringan, dan semakin rendah nilainya, semakin relevan data tersebut untuk pengambilan keputusan.
Ishan Aryendu, kandidat PhD dalam riset tersebut, menyebut sistem ini menjaga usia informasi tetap rendah sehingga data yang dilihat pengguna “selalu sangat segar dan sangat mencerminkan apa yang terjadi saat ini.” Ia juga mengatakan tim melihat “peningkatan 460% dalam age of information.”
Fakta ini penting untuk layanan yang menuntut pembaruan cepat, seperti pemantauan lalu lintas, koordinasi darurat, atau operasi lapangan. Dalam skenario seperti itu, koneksi yang sekadar tersedia belum cukup jika datanya sudah terlambat.
Peluang penerapan di luar kondisi darurat
Manfaat drone swarms tidak terbatas pada bencana. Teknologi ini juga bisa membantu konser, pertandingan, festival, dan acara besar lain yang sering membuat jaringan seluler kewalahan karena lonjakan pengguna dalam waktu singkat.
Peneliti juga menilai drone yang sudah dipakai untuk kegiatan lain, seperti perekaman acara, dapat dipakai untuk membantu cakupan jaringan. Pendekatan ini membuat pemanfaatan infrastruktur udara menjadi lebih efisien karena satu armada bisa mendukung beberapa kebutuhan sekaligus.
Tantangan yang masih perlu diuji
Walau hasil uji awal terlihat menjanjikan, penerapan di dunia nyata tetap memiliki tantangan. Drone harus hemat energi, mampu berkoordinasi dengan baik, dan tetap menjaga kualitas sinyal saat kondisi cuaca, jarak, atau kepadatan trafik berubah.
Hal lain yang perlu dijaga adalah keseimbangan antara kecepatan, reliabilitas, dan konsumsi daya. Jika satu aspek diprioritaskan terlalu tinggi, aspek lain bisa terdampak, sehingga pengelolaan jaringan udara ini tetap membutuhkan algoritma yang cermat dan pengujian lapangan yang lebih luas.
Jika pengembangan berlanjut, drone swarms bisa menjadi pelengkap penting bagi jaringan seluler modern, terutama di kota padat dan situasi tak terduga yang menuntut komunikasi cepat, stabil, dan selalu mutakhir.
