Orang sering mengira lumba-lumba adalah ikan karena hewan ini hidup di air dan bergerak dengan sangat lincah. Padahal, lumba-lumba masuk kelompok mamalia, bukan ikan, karena cara bernapas, berkembang biak, dan menjaga suhu tubuhnya berbeda jauh dari ikan.
Kesalahan anggapan itu wajar, sebab bentuk tubuh lumba-lumba memang terlihat cocok untuk hidup di laut. Namun, klasifikasi ilmiah tidak ditentukan dari habitat, melainkan dari ciri biologis yang dimiliki hewan tersebut.
Kenapa lumba-lumba masuk mamalia
Menurut National Ocean Service, lumba-lumba adalah hewan berdarah panas seperti mamalia lainnya. Ikan umumnya berdarah dingin, sehingga suhu tubuhnya mengikuti suhu air di sekitarnya.
Lumba-lumba juga bernapas menggunakan paru-paru, bukan insang. Karena itu, mereka harus naik ke permukaan air secara berkala agar bisa menghirup udara lewat lubang sembur di atas kepala.
Lubang sembur ini berfungsi seperti hidung. Saat lumba-lumba muncul ke permukaan, mereka mengeluarkan dan menghirup udara melalui bagian itu dengan cepat dan efisien.
Perbedaan paling jelas dengan ikan
Perbedaan lain ada pada cara berkembang biak. Ikan pada umumnya bertelur, sedangkan lumba-lumba melahirkan anak dan memberi makan anaknya dengan susu.
Cara menyusui ini adalah ciri utama mamalia. Itulah sebabnya lumba-lumba satu kelompok dengan paus, anjing laut, dan manusia, meskipun hidupnya bergantung pada air.
Selain itu, lumba-lumba tidak memiliki sisik seperti ikan. Melansir Dolphin for Kids, hewan ini juga tidak bernapas di air menggunakan insang dan tidak berdarah dingin.
Ciri-ciri lumba-lumba sebagai mamalia
Berikut beberapa ciri yang membedakan lumba-lumba dari ikan:
- Bernapas dengan paru-paru, bukan insang.
- Berdarah panas dan mampu menjaga suhu tubuh.
- Melahirkan anak, bukan bertelur.
- Menyusui anaknya dengan susu.
- Tidak memiliki sisik seperti ikan.
- Memiliki rambut halus di area tertentu pada tubuhnya.
Ciri rambut ini sering mengejutkan banyak orang. Lumba-lumba dewasa memang tampak hampir tidak berbulu, tetapi mereka masih memiliki folikel rambut di sekitar rostrum atau bagian wajah dekat lubang sembur.
Kenapa lumba-lumba kehilangan bulu
Para ilmuwan menduga lumba-lumba purba mungkin pernah memiliki bulu lebih banyak. Namun, saat hewan ini beradaptasi penuh di lingkungan air, bulu tidak lagi efektif untuk menjaga kehangatan tubuh.
Sebagai gantinya, lumba-lumba berkembang dengan lapisan lemak yang membantu mempertahankan suhu tubuh. Adaptasi ini membuat mereka lebih cocok hidup di laut, terutama di perairan yang dingin.
Adaptasi yang sama juga menjelaskan mengapa bentuk tubuh lumba-lumba ramping dan kuat. Tubuh seperti torpedo membantu mereka berenang cepat dan efisien untuk berburu, menghindari ancaman, dan bergerak dalam kelompok.
Lumba-lumba dan paus sama-sama mamalia
Lumba-lumba sering disamakan dengan ikan karena sama-sama hidup sepenuhnya di air. Namun, paus juga masuk kelompok mamalia, dan fakta ini memperkuat bahwa hidup di laut tidak otomatis membuat hewan menjadi ikan.
Saat ini, ada setidaknya 75 spesies lumba-lumba dan paus yang hidup di lautan. Mereka mungkin menghabiskan hampir seluruh hidupnya di air, tetapi secara biologis tetap berbeda dari ikan.
Dalam ilmu zoologi, klasifikasi hewan selalu melihat anatomi, sistem pernapasan, reproduksi, dan fisiologinya. Dari semua unsur itu, lumba-lumba lebih dekat dengan mamalia darat daripada dengan ikan yang berenang di laut.
Source: www.idntimes.com








