Pesawat ruang angkasa Orion yang mengangkut misi Artemis II telah menempuh sekitar 229.000 kilometer dari Bumi, atau setengah perjalanan menuju Bulan. NASA menyebut capaian itu terjadi pada Sabtu (4/4/2026), sekitar 2 hari, 5 jam, dan 24 menit setelah peluncuran dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat.
Pencapaian ini menjadi penanda penting bagi penerbangan berawak pertama di luar orbit Bumi rendah dalam lebih dari 50 tahun. Empat astronaut yang berada di dalam Orion juga dilaporkan dalam kondisi sehat, sementara seluruh sistem pesawat dinyatakan berfungsi normal oleh NASA.
Tonggak penting di tengah perjalanan
Artemis II menjadi misi besar dalam program pengembalian manusia ke Bulan, sekaligus uji penting sebelum misi pendaratan berikutnya. NASA menargetkan Orion terus bergerak menuju lintasan yang akan membawanya mengelilingi Bulan sebelum pulang ke Bumi.
Pada tahap ini, awak misi tidak hanya melaju mendekati Bulan, tetapi juga menjalani rangkaian pengujian sistem selama penerbangan. Proses itu penting untuk memastikan kapsul, komunikasi, navigasi, dan dukungan hidup bekerja stabil dalam kondisi antariksa yang ekstrem.
Christina Koch mengatakan seluruh awak menyambut pencapaian ini dengan antusias. “Kami sangat gembira. Kami bahkan sudah bisa melihat Bulan sekarang, pemandangannya indah,” ujarnya.
Zona pengaruh Bulan jadi target berikutnya
NASA menjadwalkan tonggak berikutnya terjadi pada Minggu (5/4/2026) malam, saat Orion memasuki “zona pengaruh Bulan”. Wilayah ini adalah titik ketika gravitasi Bulan mulai lebih dominan dibandingkan gravitasi Bumi terhadap pesawat ruang angkasa.
Momen tersebut penting secara navigasi karena menandai peralihan kendali gravitasi dalam perjalanan Orion. Bagi misi berawak, fase ini juga menjadi kesempatan untuk memverifikasi bagaimana sistem pesawat merespons perubahan lingkungan ruang angkasa yang semakin dekat dengan Bulan.
Setelah menjalani prosedur penting pada dua hari pertama, para astronaut kini mendapat waktu untuk beristirahat. Mereka tetap melanjutkan pengamatan serta pengujian sistem sambil memantau kondisi pesawat secara berkala.
Awak internasional dengan target teknis yang besar
Artemis II membawa empat astronaut, yaitu komandan Reid Wiseman dan pilot Victor Glover dari NASA, serta spesialis misi Christina Koch dari NASA dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada atau CSA. Komposisi awak ini memperlihatkan kerja sama internasional yang semakin kuat dalam eksplorasi Bulan.
Jeremy Hansen mengaku sangat terkesan dengan pengalaman melayang di lingkungan tanpa gravitasi. “Saya masih tidak percaya, ini luar biasa. Melayang di lingkungan tanpa gravitasi sangat mengasyikkan, membuat saya merasa seperti anak kecil,” katanya.
NASA juga menyampaikan bahwa para astronaut telah berkomunikasi dengan keluarga mereka di Bumi. Kondisi itu menunjukkan misi tidak hanya berjalan sesuai rencana dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi kesehatan dan dukungan psikologis awak.
Artemis II dan babak baru eksplorasi Bulan
Misi ini mendapat sorotan luas karena mencatat sejumlah unsur bersejarah dalam penerbangan antariksa berawak. Artemis II menjadi misi yang melibatkan perempuan pertama, astronaut kulit berwarna pertama, serta astronaut non-Amerika pertama yang terbang ke lingkungan Bulan.
Fakta tersebut membuat Artemis II tidak hanya penting secara ilmiah, tetapi juga simbol perubahan besar dalam representasi manusia di luar angkasa. NASA menempatkan misi ini sebagai langkah lanjutan untuk membangun kemampuan jangka panjang manusia menjelajahi Bulan secara lebih aman dan rutin.
Berikut poin penting yang tercatat sejauh ini:
- Orion sudah menempuh sekitar 229.000 kilometer dari Bumi.
- Waktu tempuh menuju titik itu mencapai 2 hari, 5 jam, dan 24 menit sejak lepas landas.
- Empat astronaut di dalam kapsul dilaporkan sehat.
- Sistem pesawat dinyatakan berjalan baik oleh NASA.
- Tonggak berikutnya adalah masuk ke zona pengaruh gravitasi Bulan.
Peluncuran Orion pada Kamis (2/4/2026) WIB menandai babak baru perjalanan berawak ke Bulan setelah jeda panjang dalam eksplorasi serupa. Dengan misi yang terus bergerak mendekati Bulan, Artemis II kini menjadi salah satu uji paling penting bagi NASA untuk memastikan manusia bisa kembali menjelajahi ruang angkasa dalam misi yang lebih jauh dan lebih kompleks.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




