
Ethereum terus bergerak lewat serangkaian pembaruan besar yang dirancang untuk membuat jaringan lebih cepat, murah, dan lebih mudah digunakan. Setelah The Merge mengubah mekanisme konsensus dari proof-of-work ke proof-of-stake, fokus pengembangan bergeser ke penskalaan layer-2, efisiensi data, dan kemudahan operasional untuk node, validator, serta dompet.
Peta jalan terbaru jaringan ini tidak lagi bergantung pada satu momen “Ethereum 2.0”, melainkan pada hard fork bertahap yang saling melengkapi. Di dalamnya, dua nama yang kini mulai menarik perhatian adalah Glamsterdam dan Hegota, dua upgrade yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari arah Ethereum berikutnya.
Fokus Ethereum bergeser ke rollup
Strategi penskalaan Ethereum saat ini bertumpu pada rollup dan jaringan layer-2. Sistem ini memproses transaksi di luar rantai utama, lalu mengirim hasilnya kembali ke Ethereum untuk keamanan dan penyelesaian akhir.
Pendekatan tersebut membuat jaringan utama tidak perlu memproses seluruh transaksi satu per satu. Dampaknya, pengembang Ethereum kini banyak bekerja untuk membuat rollup lebih murah dan lebih mudah memakai ruang blok di layer dasar.
Enam fase besar roadmap Ethereum
Vitalik Buterin pada pertengahan 2022 menjelaskan roadmap Ethereum dalam enam fase: The Merge, The Surge, The Scourge, The Verge, The Purge, dan The Splurge. Keenamnya bukan upgrade tunggal, melainkan sasaran besar yang bisa berjalan paralel.
- The Merge: selesai, Ethereum pindah ke staking dan memangkas konsumsi energi sekitar 99,95%.
- The Surge: masih berlangsung, fokus pada peningkatan kapasitas agar rollup bisa memproses lebih banyak transaksi.
- The Scourge: menekan pengaruh perantara dalam produksi blok dan menangani MEV.
- The Verge: mendorong Verkle Trees untuk mengurangi beban verifikasi state.
- The Purge: memangkas data lama dan menyederhanakan protokol.
- The Splurge: kumpulan peningkatan kecil dan lanjutan untuk efisiensi dan kegunaan.
Jejak upgrade yang sudah berjalan
Sejak The Merge, Ethereum telah melewati beberapa hard fork penting. Shapella pada April 2023 memungkinkan validator menarik ETH yang sebelumnya terkunci, sementara Dencun pada Maret 2024 memperkenalkan proto-danksharding lewat EIP-4844.
Dencun menambah ruang penyimpanan sementara yang disebut blob, sehingga data rollup tidak lagi berebut ruang dengan transaksi biasa. Hasilnya, biaya banyak jaringan layer-2 turun cukup tajam.
Pectra lalu hadir pada Mei 2025 dengan sejumlah perubahan penting untuk dompet dan staking. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah EIP-7702, yang memungkinkan dompet standar berperilaku seperti smart account dalam kondisi tertentu, termasuk untuk batching transaksi atau delegasi pembayaran gas.
Apa yang dibawa Fusaka
Fusaka, yang aktif di mainnet pada awal Desember 2025, menandai lanjutan strategi data availability Ethereum. Upgrade ini membawa Peer Data Availability Sampling atau PeerDAS, yang memungkinkan validator memverifikasi sampel kecil data rollup tanpa harus mengunduh semuanya.
Perubahan itu membantu menambah kapasitas data per blok tanpa menuntut perangkat keras yang jauh lebih kuat. Langkah ini juga memperkuat arah Ethereum sebagai basis bagi aktivitas rollup dalam skala besar.
Glamsterdam dan Hegota di peta jalan berikutnya
Glamsterdam menjadi target upgrade pada paruh pertama 2026, dengan catatan jadwal bisa berubah sesuai kesiapan riset dan pengujian. Fokus utamanya adalah meningkatkan scaling layer dasar lewat eksekusi transaksi paralel, penggunaan block-level access lists, serta integrasi proposer-builder separation atau ePBS langsung ke protokol.
Upgrade ini juga diperkirakan menyesuaikan biaya penyimpanan state agar lebih sesuai dengan kebutuhan perangkat keras, sekaligus mengurangi pertumbuhan database jangka panjang. Sejumlah proposal tambahan mencakup perubahan aturan validator, penurunan biaya transfer ETH, pencatatan transaksi yang lebih baik, dan alamat kontrak deterministik lintas chain.
Hegota dipetakan menyusul pada paruh kedua 2026, meski cakupan finalnya masih dibahas. Sasaran paling menonjol adalah penerapan Verkle Trees, yang dapat memperkecil bukti verifikasi data dan menurunkan kebutuhan penyimpanan state.
Dengan struktur seperti itu, node akan lebih ringan dijalankan dan Ethereum bergerak mendekati desain yang lebih stateless. Pengembang juga menyiapkan FOCIL untuk memperkuat ketahanan terhadap sensor, serta pembaruan yang ramah smart account seperti frame-style transactions untuk mendukung gas sponsorship dan social recovery.
Perubahan berikutnya masih bisa bergeser
Nama dan ruang lingkup upgrade Ethereum masih bisa berubah selama tahap pengembangan. Namun arah besarnya tetap konsisten, yaitu membuat jaringan lebih hemat biaya, lebih mudah diskalakan, dan lebih siap menopang aktivitas rollup dalam jumlah besar tanpa membebani pengguna maupun operator jaringan.









