Sapi ternyata bukan sekadar hewan ternak yang hidup bergerombol tanpa ikatan sosial. Sejumlah penelitian menunjukkan mereka dapat membangun relasi pertemanan yang selektif dan merespons perpisahan dengan stres yang nyata, termasuk menurunnya nafsu makan.
Kondisi ini membuat pertanyaan “benarkah sapi bisa mogok makan ketika kehilangan sahabatnya?” punya dasar ilmiah yang cukup kuat. Jawabannya, ya, sapi bisa mengalami penurunan asupan makan saat terpisah dari teman dekatnya, terutama jika perpisahan itu memicu stres sosial.
Sapi hidup dalam struktur sosial yang kompleks
Sapi adalah hewan sosial yang hidup dalam kawanan dengan pola interaksi yang teratur. Mereka kerap saling menjilat, berdiri berdekatan, dan memilih berada di dekat individu tertentu yang dianggap nyaman.
Perilaku itu bukan sekadar kebiasaan acak. Interaksi sosial yang stabil membantu sapi merasa aman dan menekan stres, yang pada akhirnya berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental mereka.
Sapi memang bisa membentuk pertemanan khusus
Penelitian dari Universitas Northampton yang dikutip dalam artikel referensi menemukan bahwa sapi memiliki hubungan preferensial dengan sapi tertentu. Dalam pengamatan di peternakan sapi perah, peneliti mencatat ribuan interaksi saat sapi merumput, beristirahat, dan makan.
Hasilnya menunjukkan lebih dari 50 persen sapi menghabiskan waktu dan berbagi ruang dengan satu pasangan favorit. Menariknya, kedekatan itu tidak selalu didasarkan pada hubungan darah.
Emosi sapi dapat diamati dari perilaku dan fisiologinya
Berbagai studi juga menunjukkan sapi memiliki kemampuan kognitif dan emosional yang lebih kompleks dari yang sering diperkirakan. Mengutip Psychology Today, sapi mampu belajar tugas dengan cepat, menyimpan memori jangka panjang, membedakan rangsangan kompleks, dan mengenali individu, termasuk manusia.
Tanda emosional mereka juga bisa terlihat dari perubahan perilaku. Saat merasa stres atau takut, sapi dapat menunjukkan peningkatan bagian putih mata, postur telinga yang tegang, vokalisasi lebih sering, hingga penurunan kemampuan menilai situasi yang ambigu.
Mengapa kehilangan sahabat bisa membuat sapi tidak nafsu makan?
Stres sosial menjadi faktor utama. Dalam studi yang dikutip artikel referensi, sapi yang terpapar stres dari sesama spesies menunjukkan respons berupa penurunan asupan makan dan peningkatan pelepasan kortisol.
Artinya, saat sapi dipisahkan dari teman akrabnya, tubuh mereka bisa masuk ke mode waspada. Kondisi ini membuat mereka lebih gelisah, kurang tenang, dan akhirnya tidak fokus untuk makan.
Social buffering, saat teman dekat jadi penenang alami
Fenomena ini dikenal sebagai social buffering, yaitu ketika kehadiran individu yang akrab membantu menurunkan respons stres. Pada sapi, teman dekat berperan seperti sistem keamanan yang membuat mereka lebih tenang saat menghadapi situasi baru atau tidak nyaman.
Berikut beberapa tanda sapi yang mengalami stres akibat pemisahan sosial:
- Lebih sering bersuara atau melenguh.
- Bergerak gelisah dan lebih waspada.
- Waktu istirahat berkurang.
- Sering memeriksa gerbang atau batas pagar.
- Nafsu makan menurun.
Pemisahan kawanan memang berdampak nyata
Pemisahan sapi bisa terjadi dalam jangka pendek maupun panjang. Pada praktik peternakan, pemisahan sementara bisa muncul saat pemeriksaan dokter hewan, sedangkan pengelompokan ulang sering terjadi karena kebutuhan manajemen ternak.
Masalahnya, perubahan kelompok ini dapat memicu stres tinggi karena sapi harus menyesuaikan diri dengan hierarki sosial baru. Pada anak sapi maupun sapi dewasa, efeknya bisa terlihat jelas tanpa alat khusus melalui perilaku gelisah, suara meningkat, dan menurunnya minat makan.
Dampaknya juga penting bagi peternakan
Ketika sapi merasa aman bersama teman dekatnya, kondisi tubuh mereka cenderung lebih stabil. Hal ini penting karena tingkat stres yang rendah dapat mendukung produktivitas, termasuk kualitas susu pada sapi perah dan performa pemeliharaan secara umum.
Karena itu, pemahaman tentang ikatan sosial sapi tidak hanya relevan dari sisi perilaku hewan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan ternak dan praktik peternakan yang lebih baik. Dalam konteks ini, kehilangan sahabat bagi sapi bukan sekadar peristiwa sosial, melainkan pemicu stres yang bisa benar-benar membuat mereka berhenti makan untuk sementara waktu.
Source: www.idntimes.com








