Google Pilih Baterai Karat Raksasa, Tanpa Lithium Untuk Data Center Baru

Google semakin agresif mencari pasokan energi untuk menopang pusat data berskala besar, dan langkah terbaru perusahaan itu menarik perhatian karena melibatkan baterai yang tidak memakai litium. Teknologi penyimpanan energi dari Form Energy ini justru memanfaatkan besi, udara, dan air untuk menghasilkan listrik melalui proses mirip karat yang bisa dibalik.

Baterai tersebut akan dipakai untuk mendukung pusat data Google di Minnesota, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan energi bersih di jaringan listrik setempat. Form Energy menyebut sistem ini mampu memasok 300 megawatt listrik dengan durasi operasi hingga 100 jam, kapasitas yang membuatnya relevan untuk kebutuhan beban besar seperti data center.

Baterai Besi-Udara untuk Beban Listrik Skala Besar

Berbeda dari baterai konvensional, teknologi ini tidak bergantung pada litium atau material langka lain. Form Energy memakai konsep iron-air battery, yaitu baterai yang memanfaatkan reaksi oksidasi dan reduksi pada besi, sementara oksigen dari udara ikut berperan dalam proses pelepasan energi.

Saat baterai mengeluarkan listrik, sistem menarik udara sehingga besi teroksidasi dan berubah menjadi karat. Ketika baterai diisi ulang, arus listrik membalik proses itu dan mengembalikan karat menjadi besi yang bisa digunakan lagi.

Pendekatan ini penting karena menyasar salah satu tantangan utama energi bersih, yaitu penyimpanan daya dalam jangka panjang. Teknologi seperti ini dapat membantu menyeimbangkan pasokan listrik dari sumber terbarukan yang tidak selalu stabil, seperti angin dan surya.

Mengapa Google Melirik Teknologi Ini

Google memang tengah menambah investasi di sektor energi, termasuk energi nuklir dan proyek penyimpanan listrik jangka panjang. Di Minnesota, perusahaan itu bekerja sama dengan Xcel Energy untuk mendorong tambahan 1.900 megawatt energi bersih ke jaringan listrik melalui kombinasi tenaga angin, surya, dan penyimpanan energi berdurasi panjang.

Bagi operasional pusat data, keandalan listrik menjadi faktor penting karena beban komputasi berjalan tanpa henti. Sistem baterai berkapasitas besar seperti milik Form Energy dapat membantu menjaga stabilitas pasokan saat produksi listrik terbarukan turun atau saat permintaan melonjak.

Data center modern juga membutuhkan solusi yang tidak semata-mata mengandalkan cadangan listrik singkat. Dalam konteks ini, beberapa jam penyimpanan tambahan saja belum cukup, sehingga teknologi 100 jam menjadi keunggulan yang menonjol.

Fakta Penting Soal Baterai Form Energy

  1. Menggunakan besi, udara, dan air, bukan litium.
  2. Didesain untuk menyimpan dan melepaskan energi melalui proses rusting dan de-rusting.
  3. Mampu menyediakan 300 megawatt listrik.
  4. Menawarkan hingga 100 jam waktu operasi.
  5. Disebut sebagai proyek baterai terbesar di dunia berdasarkan kapasitas energi gigawatt-jam yang pernah diumumkan.

Ukuran fisik baterai ini memang tidak kecil. Uni selnya ditempatkan dalam enclosure besar, bahkan dilaporkan bisa sebesar kontainer pengiriman, sehingga lebih cocok untuk aplikasi industri ketimbang perangkat konsumen.

Dampak untuk Industri Energi dan Data Center

Langkah Google menunjukkan bahwa kebutuhan daya untuk AI, komputasi awan, dan layanan digital lain terus mendorong inovasi di sektor energi. Perusahaan teknologi besar kini tidak hanya membeli listrik, tetapi juga ikut membentuk ekosistem pasokan energi yang lebih tahan lama dan lebih bersih.

Di saat banyak pihak masih fokus pada baterai berbasis litium, teknologi besi-udara menawarkan arah yang berbeda. Sistem ini memanfaatkan material yang lebih melimpah dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku yang mahal atau sulit didapat, meski konsekuensinya adalah ukuran perangkat yang jauh lebih besar.

Form Energy juga menonjol karena klaim keselamatannya. Karena tidak menggunakan material mudah terbakar, sistem ini dinilai lebih aman untuk penyimpanan energi skala besar yang ditempatkan dekat infrastruktur penting.

Seiring kebutuhan listrik pusat data terus naik, solusi penyimpanan seperti ini berpotensi menjadi bagian penting dari transisi energi. Baterai berbasis karat mungkin terdengar tidak biasa, tetapi untuk beban setinggi pusat data Google, justru pendekatan itulah yang kini paling menjanjikan.

Berita Terkait

Back to top button