BRIN Pakai AI Untuk Simulasi Gelombang Laut, Riset Maritim Kini Tak Perlu Ke Tengah Laut

BRIN mengembangkan simulator gelombang laut berbasis kecerdasan artifisial untuk menguji teknologi maritim di laboratorium tanpa harus turun langsung ke tengah laut. Sistem ini dirancang agar pengujian menjadi lebih akurat, efisien, dan terkendali, terutama untuk riset kapal, bangunan laut, dan teknologi lepas pantai.

Inovasi ini lahir dari kolaborasi Pusat Riset Teknologi Satelit dan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN. Menurut Ketua Kelompok Riset Teknologi Bangunan Kelautan dan Lepas Pantai PRTH BRIN, Wibowo Harso Nugroho, pengujian di laut selama ini kerap terkendala biaya tinggi dan kondisi lapangan yang sulit diprediksi.

AI Dipakai untuk Meniru Gelombang Laut di Laboratorium

BRIN memanfaatkan sistem kendali berbasis AI untuk mereplikasi kondisi gelombang laut secara presisi di ruang uji. Pendekatan ini membuat peneliti bisa mengamati respons model kapal atau struktur laut tanpa menghadapi risiko dan ongkos operasional pengujian lapangan.

“Pengujian di laut memiliki tantangan besar, baik dari sisi biaya maupun kompleksitas operasional. Dengan simulator ini, kami dapat mereplikasi kondisi gelombang secara akurat di laboratorium sehingga riset dapat dilakukan lebih efisien dan terkontrol,” kata Wibowo dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Teknologi ini juga membantu BRIN menyusun skenario uji yang lebih konsisten. Dalam riset kelautan, konsistensi sangat penting karena perubahan cuaca, arus, dan tinggi gelombang sering memengaruhi hasil pengamatan di lapangan.

Cara Kerja Simulator Gelombang BRIN

Simulator ini memakai Stewart Platform, yaitu platform gerak dengan enam derajat kebebasan. Perangkat tersebut dapat bergerak menyerupai dinamika laut sehingga cocok untuk menguji berbagai model bangunan laut atau kapal.

  1. Model gelombang laut diubah menjadi lintasan gerak atau trajectory generation.
  2. Data lintasan lalu dikonversi menjadi gerakan kaki-kaki platform.
  3. Proses itu memakai metode inverse kinematics agar pergerakan sesuai dengan kondisi gelombang asli.
  4. Sistem kendali PID yang sudah dioptimasi memastikan gerakan platform tetap presisi dan stabil.
  5. AI melalui algoritma optimasi membantu mencari parameter terbaik agar error gerak semakin kecil.

Pendekatan ini membuat simulator tidak sekadar bergerak, tetapi benar-benar meniru pola gelombang dengan tingkat ketepatan yang tinggi. Dengan begitu, hasil uji laboratorium bisa lebih mendekati kondisi nyata di laut.

SSA dan PID Jadi Kunci Akurasi

BRIN menggabungkan pengendali Proportional-Integral-Derivative atau PID dengan Salp Swarm Algorithm (SSA), salah satu metode meta-heuristic optimization. Kombinasi ini dipakai untuk mencari parameter kendali paling optimal dalam mengatur gerak simulator.

Wibowo menyebut pendekatan SSA memberi keunggulan dibanding metode optimasi konvensional. “Pendekatan SSA memungkinkan kami memperoleh parameter kendali yang optimal dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan metode lain seperti Genetic Algorithm dan Particle Swarm Optimization,” ujarnya.

Hasil pengujian BRIN menunjukkan SSA memberi performa terbaik. Tingkat akurasi sistem ini tercatat 16,8% lebih tinggi dibanding Genetic Algorithm dan 8,7% lebih baik daripada Particle Swarm Optimization.

Metode SSA juga dinilai lebih tahan terhadap boundary trapping, yaitu situasi saat algoritma terjebak pada solusi yang kurang optimal. Dalam jangka panjang, keunggulan ini penting agar simulator tetap stabil dan efisien saat dipakai untuk banyak skenario uji.

Lebih Sederhana, Justru Lebih Efektif

Temuan menarik lain dari riset BRIN adalah konfigurasi PID sederhana yang dioptimasi SSA justru bekerja lebih baik daripada model PID yang lebih kompleks. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi sistem kendali tidak selalu bergantung pada kerumitan desain, melainkan pada ketepatan parameter yang digunakan.

Bagi riset maritim, pendekatan ini membuka peluang pengembangan perangkat uji yang lebih praktis dan hemat sumber daya. Simulator semacam ini juga dapat mempercepat proses validasi desain sebelum teknologi dibawa ke laut lepas.

Manfaat untuk Industri Maritim

Teknologi simulator gelombang laut berbasis AI ini punya potensi luas di sektor maritim. Penggunaannya bisa mendukung desain kapal, pengembangan teknologi lepas pantai, hingga sistem kompensasi gelombang untuk menjaga stabilitas platform di laut.

Manfaat utamanya antara lain:

  1. Mengurangi kebutuhan uji lapangan yang mahal.
  2. Meningkatkan akurasi pengujian di lingkungan laboratorium.
  3. Membantu pengembangan desain kapal dan struktur laut.
  4. Mendukung sistem kompensasi gelombang untuk keamanan operasi.
  5. Mempercepat riset karena kondisi uji lebih terkendali.

Dengan pendekatan ini, BRIN berupaya mendorong riset maritim nasional yang lebih efisien, aman, dan berbasis data. Fokus berikutnya adalah pengembangan metode kendali nonlinier untuk menghadapi dinamika laut yang lebih kompleks di masa depan.

Penguatan inovasi seperti ini menjadi penting di tengah kebutuhan industri maritim yang menuntut pengujian cepat, presisi, dan hemat biaya. Melalui simulator gelombang berbasis AI, BRIN menempatkan laboratorium sebagai ruang uji yang mampu mendekati kondisi laut nyata tanpa harus selalu membawa perangkat ke tengah lautan.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button