NASA dijadwalkan menayangkan momen penting dari misi Artemis II saat wahana itu melintas dekat Bulan setelah lima hari peluncuran. Empat astronaut di dalamnya tidak akan mendarat, tetapi mereka akan terbang melewati satelit alami Bumi itu pada jarak terdekat sekitar 4.000 mil atau sekitar 6.400 kilometer.
Peristiwa ini menjadi salah satu tahap paling disorot dalam penerbangan uji Artemis II karena menempatkan manusia kembali ke lingkungan lunar setelah lebih dari 50 tahun. Selama fase observasi sekitar tujuh jam, kru akan melihat wilayah Bulan yang belum pernah disaksikan manusia secara langsung, termasuk bagian kutub di sisi jauh Bulan.
Momen penting dalam lintasan Artemis II
NASA menyiapkan siaran langsung untuk memperlihatkan rangkaian manuver dan titik waktu utama saat pesawat melintas di dekat Bulan. Tayangan ini memberi publik gambaran tentang bagaimana misi berawak menuju orbit lunar dijalankan secara real time.
Urutan waktu yang dibagikan NASA mencakup beberapa tahap berikut:
- Kru Artemis II melewati rekor jarak Apollo 13.
- Periode observasi Bulan dimulai.
- Komunikasi diperkirakan hilang sementara saat wahana berada di balik Bulan.
- Titik terdekat dengan Bulan tercapai.
- Artemis II mencapai jarak terjauh dari Bumi.
NASA menyebut kehilangan komunikasi sementara itu berlangsung sekitar 40 menit. Kondisi ini normal dalam lintasan di balik Bulan, karena posisi wahana terhalang dari jangkauan langsung antena di Bumi.
Mengapa flyby ini penting
Misi Artemis II tidak ditujukan untuk pendaratan, tetapi untuk menguji sistem berawak dalam penerbangan jauh ke luar orbit Bumi. Tahap flyby memberi kesempatan kepada NASA untuk mengamati kinerja wahana, komunikasi, dan dinamika penerbangan pada jarak yang belum dicapai misi berawak modern sebelumnya.
Misi ini juga memiliki nilai historis karena menjadi penerbangan terdekat manusia ke Bulan dalam lebih dari setengah abad. Sejak era Apollo, belum ada misi berawak yang kembali membawa astronaut sejauh ini ke lingkungan lunar.
Menurut NASA, kru Artemis II juga berpeluang melihat lokasi pendaratan Apollo 12 dan Apollo 14. Pengamatan ini penting bukan hanya secara visual, tetapi juga sebagai pengingat bahwa misi Artemis berada dalam rangkaian panjang eksplorasi Bulan yang dimulai puluhan tahun lalu.
Apa yang akan terlihat dari sisi jauh Bulan
Salah satu daya tarik utama dari penerbangan ini adalah sudut pandang yang belum pernah tersedia bagi astronaut sebelumnya. Saat melintas, kru diperkirakan melihat bagian-bagian tertentu dari sisi jauh Bulan, termasuk area kutub yang tidak pernah diamati langsung oleh manusia.
Pengamatan dari jarak dekat seperti ini membantu ilmuwan dan insinyur memahami navigasi, pencahayaan, serta tantangan visual yang mungkin muncul pada misi Bulan berikutnya. Data yang dikumpulkan juga dapat mendukung persiapan misi lebih lanjut di bawah program Artemis.
Rangkaian waktu yang diumumkan NASA
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 1:56 p.m. EDT | Kru Artemis II melampaui rekor jarak Apollo 13 |
| 2:45 p.m. EDT | Periode observasi Bulan dimulai |
| 6:47 p.m. EDT | Komunikasi diperkirakan terputus sementara |
| 7:02 p.m. EDT | Titik terdekat dengan Bulan |
| 7:05 p.m. EDT | Jarak terjauh dari Bumi tercapai |
NASA mulai menayangkan siaran resminya pada 1 p.m. ET, sementara liputan langsung juga tersedia sekitar 15 menit kemudian. Bagi publik, momen ini menjadi kesempatan untuk menyaksikan langsung bagaimana penerbangan berawak menuju Bulan berlangsung, termasuk saat Artemis II melintas pada jarak ribuan mil dari permukaan lunar.
