Liberia Ternyata Bukan Satu-Satunya, 5 Negara Afrika Tertua dan Tahun Kemerdekaannya

Benua Afrika menyimpan sejarah kemerdekaan yang sangat beragam, karena tiap negara melewati jalan yang berbeda untuk lepas dari dominasi asing. Jika dilihat dari tanggal kemerdekaan, urutan negara Afrika tertua tidak selalu sejalan dengan usia peradaban kunonya, sebab status berdaulat baru terbentuk jauh setelah masa kerajaan-kerajaan besar muncul.

Dalam daftar ini, Liberia berada di posisi teratas sebagai negara Afrika yang paling awal mendeklarasikan kemerdekaan, disusul Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, dan Libya. Urutan tersebut penting untuk dipahami karena beberapa negara seperti Etiopia memang memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban, tetapi pengalaman politik modern mereka tidak sama dengan negara yang lebih dulu meraih pengakuan kemerdekaan.

1. Liberia

Liberia tercatat mendeklarasikan kemerdekaan pada 26 Juli 1847 setelah sebelumnya berstatus koloni Amerika Serikat. Wilayah ini awalnya menjadi tujuan pemukiman bagi mantan budak dan warga kulit hitam Amerika yang dibawa oleh American Colonization Society, organisasi yang berdiri pada 1816.

Lebih dari 19 ribu orang kulit hitam Amerika kemudian menetap di Liberia, dan pemerintah Amerika Serikat baru mengakui kemerdekaannya setelah perbudakan dihapus secara total pada 1862. Fakta ini menjadikan Liberia sebagai negara merdeka tertua di Afrika berdasarkan tanggal deklarasi kemerdekaan.

2. Afrika Selatan

Afrika Selatan resmi diakui sebagai wilayah otonom pada 31 Mei 1910, setelah proses panjang kolonialisme Belanda dan Inggris. Sejak VOC mendirikan pos dagang pada 1652, wilayah ini terus menjadi arena perebutan kekuasaan, termasuk perang melawan kaum Boer dan Kerajaan Zulu.

Inggris akhirnya menyatukan bekas wilayah Zulu dan South African Republic menjadi Uni Afrika Selatan. Meski belum sepenuhnya merdeka seperti bentuk negara modern saat ini, tanggal tersebut sering dicatat sebagai tonggak penting dalam sejarah kedaulatan Afrika Selatan.

3. Mesir

Mesir memperoleh pengakuan kemerdekaan pada 28 Februari 1922 setelah melalui tekanan politik panjang terhadap Inggris Raya. Sebelum itu, Mesir sempat berada di bawah pengaruh Ottoman, lalu diduduki Prancis di bawah Napoleon, dan kemudian berada dalam status protektorat Inggris.

Sejarah Mesir menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak datang dalam satu langkah, melainkan melalui rangkaian perubahan kekuasaan. Inggris akhirnya mengakui kemerdekaan Mesir dan membuka era Kerajaan Mesir, meski pengaruh asing masih terasa dalam berbagai bidang pada masa transisi.

4. Etiopia

Etiopia mendapat pengakuan penting pada 5 Mei 1941, ketika Kaisar Haile Selassie kembali berkuasa dan pendudukan militer Italia berakhir. Negara ini punya catatan berbeda karena tidak pernah dijajah secara resmi dalam arti kolonial penuh, walaupun Italia sempat menginvasi dan menduduki wilayahnya.

Perang Italia-Etiopia pada 1895—1896 dimenangkan oleh Etiopia, dan Perjanjian Addis Ababa memaksa Italia mengakui kedaulatan negara itu. Karena itulah, Etiopia kerap dipandang sebagai simbol ketahanan Afrika terhadap kolonialisme Eropa.

5. Libya

Libya berada di urutan kelima dengan kemerdekaan yang diproklamasikan pada 24 Desember 1951. Sebelum berdiri sebagai kerajaan merdeka, wilayah ini melalui fase panjang penjajahan Italia, perlawanan rakyat, serta pendudukan gabungan Prancis dan Inggris setelah Perang Dunia II.

Pada masa dominasi Italia, wilayah Libya dipisahkan menjadi Cyrenaica, Tripolitania, dan Fezzan, lalu disatukan kembali dalam struktur kolonial. Setelah Kerajaan Libya berdiri, Idris I menjadi pemimpin pertamanya, menandai babak baru dalam sejarah politik negara itu.

Urutan 5 negara Afrika tertua berdasarkan tanggal kemerdekaan

Peringkat Negara Tanggal Kemerdekaan
1 Liberia 26 Juli 1847
2 Afrika Selatan 31 Mei 1910
3 Mesir 28 Februari 1922
4 Etiopia 5 Mei 1941
5 Libya 24 Desember 1951

Jika dilihat dari urutan tersebut, terlihat jelas bahwa proses dekolonisasi Afrika berlangsung tidak serempak. Ada negara yang lepas lewat deklarasi politik, ada yang melalui perang, dan ada pula yang harus menunggu berakhirnya pendudukan militer sebelum bisa membangun negara merdeka secara penuh.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button