Banyak orang mengira semua hewan laut otomatis pandai berenang. Padahal, ada juga hewan yang menghabiskan hidup di perairan tetapi justru bergerak dengan cara lain, seperti berjalan, meluncur, atau bertumpu pada sirip yang dimodifikasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa habitat laut tidak selalu berarti tubuh hewan dirancang untuk berenang cepat. Pada beberapa spesies, bentuk tubuh, posisi anggota gerak, dan kebutuhan hidup di dasar laut justru membuat mereka lebih efektif bergerak di permukaan dasar daripada melawan arus di kolom air.
Mengapa ada hewan laut yang tidak bisa berenang?
Adaptasi menjadi kunci utama. Seperti dijelaskan dalam artikel referensi, ada hewan yang tubuhnya memang tidak dibentuk untuk berenang layaknya ikan pada umumnya, melainkan untuk bergerak perlahan di dasar laut atau menempel pada habitat tertentu.
Pada kuda laut, misalnya, postur tubuh yang tegak membuat gerak renangnya lambat dan canggung. Sementara itu, bintang laut menggunakan kaki tabung untuk berjalan di dasar laut, bukan untuk berenang aktif seperti ikan.
4 hewan yang hidup di laut tetapi tidak bisa berenang dengan baik
-
Kuda laut
Kuda laut dikenal hidup di laut, tetapi ia bukan perenang tangguh. Bentuk tubuhnya tegak, sehingga sulit mendorong air dengan efisien seperti ikan yang tubuhnya mendatar.
Ia mengandalkan sirip kecil di punggung untuk bergerak, dan menurut data pada artikel referensi, sirip itu berdenyut sekitar 30-70 kali per detik untuk menghasilkan gerakan yang sangat lambat. -
Bintang laut
Bintang laut tidak berenang seperti ikan, melainkan bergerak dengan berjalan atau meluncur di dasar laut. Hewan ini memakai kaki tabung kecil di bagian bawah tubuhnya untuk berpindah tempat di pasir, batu karang, atau dasar laut.
Pada fase larva, bintang laut memang masih bisa berenang dan mengapung di air, tetapi saat dewasa cara bergeraknya berubah dan lebih mengandalkan dasar laut sebagai jalur utama. -
Kepiting
Tidak semua kepiting bisa berenang. Beberapa jenis, termasuk kepiting laba-laba dan kepiting batu, lebih sering berjalan atau berlari di dasar laut dan bergerak menyamping dengan kaki-kaki mereka.
Bentuk cangkangnya juga berbeda dari kepiting perenang, karena cangkang kepiting yang berjalan umumnya lebih cembung dan mendukung gerak di dasar perairan. - Ikan kelelawar bibir merah
Meski berstatus ikan, spesies ini justru buruk dalam berenang. Ikan kelelawar bibir merah beradaptasi untuk hidup di dasar laut dan memakai sirip yang sudah dimodifikasi sebagai alat bantu berjalan.
Gerakannya sering terlihat seperti berjalan terhuyung-huyung, sehingga banyak pengamat menyebut cara berpindahnya lebih mirip berjalan di atas tongkat daripada berenang.
Ciri unik yang membuat hewan-hewan ini berbeda
| Hewan | Cara bergerak utama | Ciri adaptasi |
|---|---|---|
| Kuda laut | Berenang sangat lambat | Tubuh tegak, sirip punggung kecil |
| Bintang laut | Berjalan di dasar laut | Kaki tabung dan sistem saluran berisi air |
| Kepiting | Berjalan atau berlari menyamping | Kaki kuat, cangkang mendukung gerak dasar laut |
| Ikan kelelawar bibir merah | Berjalan di dasar laut | Sirip dada dan perut berubah fungsi menjadi “kaki” |
Perbedaan ini penting karena menunjukkan bahwa kemampuan bertahan hidup di laut tidak selalu ditentukan oleh kecepatan berenang. Pada beberapa hewan, strategi terbaik justru adalah bergerak perlahan, mencari makan di dasar laut, dan memanfaatkan bentuk tubuh yang paling efisien untuk habitatnya.
Dalam ekosistem laut, hewan-hewan seperti kuda laut, bintang laut, kepiting, dan ikan kelelawar bibir merah tetap punya peran penting meski bukan perenang ulung. Mereka membuktikan bahwa evolusi selalu menghadirkan bentuk adaptasi yang beragam, termasuk cara bergerak yang unik dan tidak selalu sesuai dengan bayangan umum tentang hewan laut.
Source: www.idntimes.com