Keempat astronot Artemis II berhasil kembali ke Bumi dengan pendaratan di air yang berjalan mulus di Samudra Pasifik, menutup perjalanan Bulan berawak pertama dalam lebih dari setengah abad. Misi ini menandai langkah penting NASA dalam program Artemis, yang ditujukan untuk membuka jalan menuju kehadiran manusia yang lebih lama di Bulan.
Kapsul Orion bernama Integrity membawa Komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen melewati fase masuk atmosfer yang sangat kritis. Pesawat ruang angkasa itu melaju dengan kecepatan Mach 33, lalu melewati masa pemadaman komunikasi saat selubung plasma panas membungkus kapsul sebelum akhirnya dikendalikan hingga menyentuh air dengan aman.
Pendaratan yang diawasi ketat
NASA mempersiapkan operasi pemulangan yang melibatkan unsur militer di lepas pantai San Diego. Kapal penyelamat USS John P. Murtha menunggu di lokasi bersama pesawat militer dan helikopter untuk memastikan tim penyelamat siap bergerak begitu kapsul mendarat.
Sebelum turun ke laut, semua perhatian tertuju pada pelindung panas Orion. Komponen ini harus menahan suhu ribuan derajat saat kapsul menembus atmosfer, dan uji penerbangan tanpa awak pada 2022 sempat menarik perhatian karena bekas hangus pada permukaan perisai panas.
Waktu paling menegangkan di orbit kembali
Ketika kapsul memasuki atmosfer, pusat kendali misi menghadapi fase yang paling rawan. Plasma panas menyebabkan hubungan komunikasi terputus sementara, sehingga tim di darat harus menunggu hingga sinyal kembali muncul setelah bagian paling kritis dari reentry selesai.
Rob Navias dari Pusat Kendali Misi menggambarkan momen itu dengan singkat, “Pendaratan di air yang sempurna.” Pernyataan itu mencerminkan keberhasilan NASA menjaga kapsul tetap stabil hingga parasut dan sistem pendaratan bekerja sesuai rencana.
Catatan rekor yang dicapai Artemis II
Misi ini memang tidak mendarat di Bulan, tetapi pencapaiannya tetap besar bagi eksplorasi antariksa manusia. Selain menjadi penerbangan berawak pertama NASA ke sekitar Bulan sejak era Apollo, Artemis II juga memecahkan rekor jarak Apollo 13 dan mencatat jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.
Berikut sejumlah pencapaian utama misi ini:
- Melintasi Bulan dengan empat astronot di dalam kapsul Orion.
- Mencapai jarak 252.756 mil atau 406.771 kilometer dari Bumi.
- Menampilkan pemandangan sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat langsung oleh manusia.
- Merekam gerhana matahari total dari luar angkasa.
- Menyelesaikan pendaratan di air yang aman di Samudra Pasifik.
Misi ini juga menjadi simbol kembalinya kerja sama NASA dengan Departemen Pertahanan dalam operasi pemulangan awak dari lintasan Bulan. Kolaborasi seperti ini terakhir terjadi pada Apollo 17 pada 1972, sehingga Artemis II punya nilai historis yang kuat bagi program penjelajahan ruang angkasa Amerika Serikat.
Gambar yang ikut mencuri perhatian
Selain data teknis, misi ini memikat publik lewat citra yang dibawa pulang para astronot. Mereka mendokumentasikan sisi jauh Bulan, lalu menangkap momen Bumi tampak “terbenam” di balik permukaan Bulan, sebuah pemandangan yang mengingatkan dunia pada foto ikonik Apollo 8 pada 1968.
Dalam salah satu momen paling emosional, para astronot bahkan meminta izin untuk menamai sepasang kawah dengan nama pesawat bulan mereka dan mendiang istri Wiseman, Carroll. Momen itu menunjukkan bahwa Artemis II bukan hanya tentang teknologi dan rekor, tetapi juga tentang sisi manusiawi dari penjelajahan antariksa yang kembali membuka jalan menuju Bulan.
Source: www.idntimes.com






