Emerald ash borer adalah serangga kecil berwarna hijau mengilap yang dikenal sebagai salah satu spesies invasif paling merusak di Amerika Utara. Kumbang ini memiliki nama ilmiah Agrilus planipennis dan berasal dari famili Buprestidae.
Bentuk tubuhnya ramping, datar, dan memanjang. Panjangnya hanya sekitar 8,5 milimeter dengan lebar 1,6 milimeter, sehingga mudah lolos dari perhatian saat berada di batang atau celah kayu.
Ciri fisik yang membuatnya mudah dikenali
Salah satu ciri paling khas emerald ash borer ada pada warna tubuhnya yang hijau metalik. Kepala serangga ini membulat, matanya besar dan terletak di sisi kepala, sementara kakinya kecil tetapi kuat untuk bertahan di permukaan kayu.
Di bagian belakang abdomen, serangga ini juga memiliki duri kecil. Duri itu tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia, tetapi tetap menjadi penanda anatomi yang menarik bagi para peneliti lapangan.
Berikut ringkasan ciri utamanya:
| Ciri | Keterangan |
|---|---|
| Nama ilmiah | Agrilus planipennis |
| Warna tubuh | Hijau mengilap |
| Bentuk tubuh | Ramping, datar, memanjang |
| Panjang | Sekitar 8,5 milimeter |
| Lebar | Sekitar 1,6 milimeter |
| Ciri khusus | Ada duri di ujung abdomen |
Siklus hidup yang tersembunyi di dalam kayu
Emerald ash borer menjalani fase hidup yang relatif panjang untuk ukuran serangga kecil. Laman JungleDragon menyebut siklus hidupnya bisa berlangsung satu hingga dua tahun, tergantung waktu menetas, kesehatan pohon inang, dan kondisi lingkungan.
Serangga betina dapat menghasilkan lebih dari 100 telur dan meletakkannya di bagian kulit atau batang kayu. Setelah menetas, larva masuk ke jaringan kayu dan memakannya dari dalam, sehingga kerusakan sering tidak terlihat pada tahap awal.
Pada musim gugur, larva berubah menjadi pupa. Lalu, saat musim semi datang, serangga dewasa keluar dari kulit pohon dan siap berkembang biak lagi.
Pohon ash menjadi sasaran utama
Emerald ash borer sangat terkait dengan tanaman dari genus Fraxinus, yang dikenal sebagai pohon ash. Penelitian yang terbit di Journal of Applied Entomology pada 2016 menjelaskan bahwa serangga ini memang memiliki preferensi kuat terhadap beberapa spesies Fraxinus di Asia, Amerika Utara, dan Eropa.
Di Jepang, misalnya, serangga ini ditemukan pada Fraxinus chinensis, Fraxinus mandshurica, dan Fraxinus rhynchophylla. Di Amerika Utara, inangnya mencakup Fraxinus pennsylvanica, Fraxinus nigra, Fraxinus americana, dan Fraxinus quadrangulata.
Selain itu, laporan yang sama juga menyebut Fraxinus excelsior sebagai inang utama di Eropa. Serangga ini bahkan juga sering dihinggapi Olea europaea, meski hubungan utamanya tetap kuat pada pohon ash.
Mengapa dianggap invasif di Amerika Utara
Secara alami, emerald ash borer berasal dari wilayah China, Jepang, Korea, dan Rusia. Masalah besar muncul ketika spesies ini masuk ke Amerika Utara dan berkembang tanpa kendali alami yang memadai.
Dampaknya sangat serius karena serangga ini menyerang jutaan pohon ash dan memicu kerugian besar. Data yang dikutip dari artikel referensi menyebut emerald ash borer mampu membunuh 15 juta tanaman genus Fraxinus di Michigan, Amerika Serikat, dengan kerugian tahunan mencapai USD $134 juta.
Kerugian itu tidak hanya dirasakan sektor kehutanan. Dampaknya juga merambat ke pertanian, perkebunan, hingga industri yang bergantung pada kesehatan lanskap dan ekosistem lokal.
Cara pengendalian yang biasa diterapkan
Pengendalian emerald ash borer umumnya dilakukan melalui tiga pendekatan utama. Ketiganya dipilih sesuai tingkat serangan dan kondisi lingkungan sekitar.
- Karantina: dilakukan untuk mencegah penyebaran dari satu pohon ke pohon lain.
- Insektisida: bahan seperti azadirachtin, imidacloprid, emamectin benzoate, dan dinotefuran kerap digunakan dengan pengawasan ketat.
- Kontrol biologis: memanfaatkan tawon predator seperti Spathius agrili, Tetrastichus planipennisi, Oobius agrili, dan Spathius galinae.
Penggunaan insektisida tidak bisa dilakukan sembarangan karena berisiko mengganggu organisme non-target dan keseimbangan ekosistem. Karena itu, para ahli biasanya menyesuaikan metode dengan tingkat infestasi dan tujuan perlindungan pohon.
Emerald ash borer menunjukkan bahwa serangga kecil dapat menimbulkan dampak ekologis dan ekonomi yang sangat besar ketika masuk ke habitat baru tanpa kontrol alami yang cukup. Di wilayah asalnya, serangga ini tetap menjadi bagian dari rantai ekologi, tetapi di luar daerah asalnya ia berubah menjadi ancaman serius bagi pohon ash dan lingkungan sekitarnya.
Source: www.idntimes.com