SpaceX Siapkan Chip Modul Sendiri, Langkah Baru Starlink Mobile Makin Agresif

SpaceX kembali menarik perhatian pasar telekomunikasi setelah sebuah lowongan kerja terbaru memberi sinyal bahwa perusahaan itu tengah menyiapkan komponen cip miliknya sendiri untuk layanan Starlink Mobile. Iklan tersebut menunjukkan bahwa SpaceX tidak hanya membangun satelit dan infrastruktur jaringan, tetapi juga ingin masuk lebih dalam ke lapisan perangkat yang ada di sisi ponsel.

Langkah ini penting karena Starlink Mobile bergantung pada kerja sama antara satelit, jaringan seluler, dan perangkat pengguna. Jika SpaceX benar-benar mengembangkan modul canggih untuk ponsel, perusahaan berpotensi mengontrol lebih banyak bagian dari rantai teknologinya sendiri dan meningkatkan performa layanan satelit-ke-ponsel.

Apa yang diungkap lowongan kerja SpaceX

Dalam iklan tersebut, SpaceX mencari insinyur yang fokus pada desain radio-frequency front-end module. Komponen ini bekerja bersama modem di smartphone untuk mengirim, menerima, dan memproses sinyal nirkabel.

RF front end mencakup antena, signal tuner, dan power amplifier. Bagian ini berfungsi memperkuat sinyal sekaligus menyaring gangguan, sehingga koneksi bisa tetap stabil saat perangkat berkomunikasi dengan jaringan seluler atau satelit.

Lowongan itu juga secara spesifik menyebut pengembangan “cutting-edge RF modules for deployment into the Starlink Mobile network”. SpaceX bahkan menuliskan bahwa modul tersebut akan berbentuk “multi-chip modules” untuk kebutuhan 5G, LTE, dan Wi‑Fi.

Mengapa ini penting untuk Starlink Mobile

Peningkatan komponen di sisi perangkat bisa menjadi kunci untuk memperluas kemampuan Starlink Mobile. Saat ini, layanan satelit-ke-ponsel tersebut masih terbatas dan berjalan melalui kerja sama dengan operator, terutama T-Mobile, sebagai add-on berbayar atau gratis di paket premium tertentu.

SpaceX tampaknya menatap fase yang lebih ambisius. Perusahaan disebut ingin memanfaatkan spektrum radio dari Boost Mobile, milik EchoStar, lalu menggunakannya lewat satelit generasi berikutnya yang direncanakan meluncur pada pertengahan 2027.

Target teknisnya juga cukup agresif, yakni menawarkan konektivitas 5G hingga 150Mbps di perangkat pengguna di darat. Angka ini jauh di atas kecepatan layanan saat ini yang berada di kisaran 4Mbps.

Arah strategis SpaceX dan tantangannya

Elon Musk sebelumnya menyebut bahwa produsen ponsel memerlukan waktu sekitar dua tahun untuk mengadopsi chipset baru yang mendukung frekuensi radio EchoStar. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ekosistem perangkat tetap menjadi tantangan besar, karena layanan satelit tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan chip dan modem yang sesuai.

Seorang eksekutif SpaceX juga berkata di ajang MWC bahwa perusahaan bekerja erat dengan produsen perangkat dan produsen modem agar layanan Starlink Mobile generasi berikutnya bisa hadir di sebanyak mungkin perangkat secepat mungkin. Samsung bahkan sempat dirumorkan ikut mengembangkan modem untuk layanan tersebut.

Di sisi lain, lowongan baru SpaceX memunculkan spekulasi bahwa perusahaan mungkin tidak ingin bergantung penuh pada pihak ketiga. Jika SpaceX ikut merancang RF front-end sendiri, perusahaan bisa mengoptimalkan penerimaan dan pengiriman sinyal untuk satelit yang mengorbit lebih dari 200 mil di atas Bumi.

Poin penting dari perkembangan terbaru

  1. SpaceX membuka lowongan untuk insinyur desain RF front-end module.
  2. Iklan kerja itu menyebut pengembangan multi-chip modules untuk 5G, LTE, dan Wi‑Fi.
  3. Starlink Mobile saat ini masih terbatas di T-Mobile dan sebagian paket premium.
  4. SpaceX menargetkan layanan yang lebih cepat dengan memanfaatkan spektrum dari EchoStar.
  5. Kecepatan yang dibidik mencapai 150Mbps, jauh di atas layanan saat ini yang sekitar 4Mbps.
  6. Dukungan produsen ponsel dan modem tetap menjadi faktor penentu keberhasilan layanan.
  7. AT&T dan Verizon juga tengah menyiapkan layanan pesaing melalui AST SpaceMobile.

Di tengah persaingan layanan satelit-ke-ponsel yang makin ramai, langkah SpaceX ini menunjukkan bahwa pertarungan tidak hanya terjadi di orbit, tetapi juga di dalam chip dan modul radio yang tertanam di perangkat pengguna. Jika rencana ini berlanjut, Starlink Mobile dapat bergerak dari layanan penghubung dasar menuju platform konektivitas yang jauh lebih matang dan kompetitif.

Terkait