TechCrunch akan hadir di Tokyo dalam kemitraan dengan SusHi Tech Tokyo 2026, konferensi inovasi global terbesar di Asia, yang berlangsung di Tokyo Big Sight. Kehadiran TechCrunch tidak sekadar untuk liputan, karena program Startup Battlefield ikut dibawa ke ajang ini lewat peran Isabelle Johannessen, manajer program Startup Battlefield, yang bertugas sebagai juri pada SusHi Tech Challenge.
Bagi startup yang menang, kesempatan itu punya nilai strategis besar. Pemenang Grand Prix SusHi Tech Challenge akan otomatis masuk ke TechCrunch Disrupt Startup Battlefield Top 200, sehingga berpeluang naik ke salah satu panggung pitching paling bergengsi di ekosistem startup global.
Tokyo jadi arena pertemuan startup dunia
SusHi Tech Tokyo kini memasuki tahun keempat dan berkembang menjadi wadah besar bagi startup, investor, korporasi, dan pemimpin kota dari berbagai negara. Ajang ini dirancang oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk mempertemukan inovator global dan mendorong terciptanya kota masa depan yang lebih berkelanjutan.
Tahun ini, skala konferensi meningkat tajam dengan 750 startup exhibitor dari 60 negara. Panitia juga menargetkan lebih dari 10.000 pertemuan bisnis terfasilitasi dan sekitar 60.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.
Kompetisi pitch yang semakin kompetitif
SusHi Tech Challenge menjadi salah satu sorotan utama karena menarik 820 aplikasi dari 60 negara dan wilayah. Dari jumlah itu, 437 berasal dari peserta internasional dan 383 dari Jepang, menandakan tingginya minat global terhadap ajang ini.
Kompetisi tersebut berjalan dalam beberapa tahap, dengan 20 semifinalis tampil pada 27 April, lalu tujuh finalis melaju ke babak akhir pada 28 April. Satu pemenang Grand Prix akan membawa pulang ¥10.000.000 dan tiket otomatis menuju TechCrunch Disrupt Startup Battlefield Top 200.
- 20 semifinalis tampil pada hari pertama kompetisi.
- 7 finalis lolos ke putaran final.
- 1 Grand Prix winner mendapat ¥10.000.000.
- Pemenang langsung masuk ke Startup Battlefield Top 200.
Empat sektor teknologi yang jadi fokus
SusHi Tech Tokyo 2026 menempatkan empat bidang utama sebagai tema besar, yakni AI, Robotics, Resilience, dan Entertainment. Fokus ini memperlihatkan bagaimana konferensi tidak hanya bicara soal produk teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap industri, keamanan, ketahanan kota, dan budaya digital.
Agenda yang disiapkan mencakup demo robot humanoid, pembahasan perangkat lunak untuk mobil otonom, sesi tentang pertahanan siber dan teknologi iklim, hingga diskusi tentang pengaruh AI terhadap industri musik dan anime. Susunan topik tersebut menunjukkan bahwa Tokyo sedang memosisikan diri sebagai pusat percakapan teknologi yang menyentuh ekonomi kreatif dan ketahanan perkotaan sekaligus.
Deretan nama besar dan representasi global
Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir berasal dari perusahaan dan lembaga teknologi berpengaruh, termasuk Howard Wright dari Nvidia, Rob Chu dari AWS, Eva Chen dari Trend Micro, Qasar Younis dari Applied Intuition, Christine Tsai dari 500 Global, Kathy Matsui dari MPower Partners, dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike. Sekitar 60 persen pembicara datang dari luar Jepang, sementara sekitar separuhnya adalah perempuan.
Komposisi itu memperkuat karakter SusHi Tech sebagai forum internasional, bukan sekadar event regional. Kehadiran pemimpin industri, investor, dan pejabat publik dalam satu panggung juga memperbesar peluang kolaborasi lintas sektor.
Pertemuan bisnis, kota, dan korporasi
Konferensi ini tidak berhenti di panggung presentasi. Sebanyak 62 mitra korporasi, termasuk Sony, Google, Microsoft, dan Mizuho, ikut menggelar reverse pitch untuk mencari startup yang bisa menjadi mitra bisnis.
Di saat yang sama, pemimpin kota dari 49 kota di lima benua akan berkumpul dalam G-NETS Leaders Summit. Forum ini menyoroti komitmen konkret terkait ketahanan iklim dan keberlanjutan urban, dari Los Angeles hingga Nairobi dan Singapura.
Pengalaman peserta dibuat lebih terintegrasi
Penyelenggara juga menyiapkan aplikasi resmi SusHi Tech Tokyo 2026 sebagai alat navigasi utama di lapangan. Aplikasi itu menawarkan pencocokan berbasis AI untuk mempertemukan startup, investor, dan mitra potensial, sekaligus memungkinkan pemesanan ruang rapat sebelum datang ke lokasi.
Di area acara, peserta juga bisa memakai peta GPS, pertukaran kartu nama lewat QR, dan notifikasi real-time untuk membantu mobilitas di Tokyo Big Sight. Selain agenda bisnis, acara ini turut menghadirkan pertunjukan musik klasik dari La Folle Journée, pelayaran di Tokyo Bay, dan seri networking Tokyo Innovation NIGHTs.
SusHi Tech Tokyo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–29 April di Tokyo Big Sight, dengan hari bisnis pada 27–28 April dan Public Day gratis pada 29 April. Bagi ekosistem startup, langkah TechCrunch membawa Startup Battlefield ke Tokyo menambah bobot kompetisi ini sebagai pintu masuk menuju panggung global yang selama ini jadi incaran banyak pendiri perusahaan rintisan.
