5 Jenis Sakura Paling Populer Di Jepang, Dari Yang Mekar Sekejap Sampai Yang Bertahan Sebulan

Musim semi di Jepang selalu identik dengan mekarnya bunga sakura yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. Fenomena ini biasanya berlangsung dari akhir Maret hingga awal Mei dan mengubah banyak kawasan menjadi hamparan warna merah muda dan putih yang khas.

Di balik sebutan sakura yang sering digunakan secara umum, Jepang ternyata memiliki lebih dari 600 varietas bunga sakura. Sejumlah jenisnya menonjol karena warna, bentuk kelopak, atau waktu mekarnya yang berbeda, sehingga pengalaman hanami terasa jauh lebih beragam.

Somei Yoshino, varietas paling umum di Jepang

Somei yoshino dikenal luas sebagai sakura yang paling sering ditemui di Jepang. Varietas ini disebut mendominasi sekitar 80 persen pohon sakura di negara tersebut, sehingga wajar jika banyak orang langsung mengingatnya ketika membayangkan sakura.

Bunganya memiliki lima kelopak berwarna merah muda sangat pucat yang kerap tampak seperti putih. Mekarnya muncul berkelompok sebelum daun keluar, lalu biasanya hanya bertahan sekitar satu minggu setelah mekar penuh.

Shidarezakura, sakura menjuntai yang tampak dramatis

Shidarezakura kerap disebut weeping cherry karena cabangnya melengkung dan jatuh ke bawah seperti pohon willow. Bentuk ini membuat bunganya tampak mengalir dari dahan, lalu membentuk kesan visual seperti air terjun bunga.

Warna shidarezakura tidak terpaku pada satu nuansa saja karena bisa berwarna merah muda cerah, putih, atau kemerahan. Varietas ini juga dikenal sebagai salah satu sakura tertua di Jepang, dengan beberapa pohon berusia lebih dari 1.000 tahun.

Yaezakura, bunga berlapis yang terlihat lebih penuh

Berbeda dari somei yoshino yang sederhana, yaezakura adalah istilah untuk sakura dengan lebih dari lima kelopak. Sebagian besar jenisnya memiliki kelopak ganda, bahkan ada yang mencapai 10—50 kelopak per bunga, sementara kikuzakura bisa memiliki hingga 100 atau bahkan 300 kelopak dalam satu tangkai.

Susunan kelopak yang berlapis membuat yaezakura tampak lebih padat dan mewah. Warna bunganya juga cenderung lebih pekat, dan waktu mekarnya biasanya lebih lambat, yakni mulai akhir April.

Kawazu-zakura, sakura awal musim yang berwarna lebih terang

Bagi yang ingin melihat sakura lebih cepat, kawazu-zakura menjadi salah satu pilihan paling dikenal. Varietas ini sering muncul sejak bulan Februari dan menjadi penanda awal musim mekarnya sakura di Jepang.

Ciri utamanya ada pada warna merah muda yang lebih gelap dan cerah dibandingkan somei yoshino, dengan ukuran kelopak yang relatif lebih besar. Kawazu-zakura juga dikenal bertahan lebih lama di pohon, sehingga memberi waktu lebih panjang untuk menikmati keindahannya.

Kanhizakura, sakura selatan yang kuat dan mencolok

Kanhizakura berasal dari wilayah selatan Jepang, terutama Okinawa, dan memiliki bentuk bunga seperti lonceng yang tidak mekar sepenuhnya. Warnanya sangat kuat, yakni merah gelap atau fuchsia intens, sehingga tampil berbeda dari sakura yang umumnya berwarna lembut.

Jenis ini termasuk yang paling awal mekar, bahkan bisa muncul seawal Januari atau Februari di Okinawa. Di wilayah Honshu, mekarnya dimulai pada awal Maret, dan bunganya dapat bertahan hingga sekitar sebulan.

Mengenali lima jenis sakura ini membantu pembaca memahami bahwa hanami di Jepang tidak hanya soal melihat bunga yang sedang mekar. Setiap varietas membawa karakter berbeda, mulai dari warna yang lembut hingga bentuk yang menjuntai atau berlapis, sehingga pengalaman menikmati sakura menjadi lebih kaya dan kontekstual.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version