Kucing ternyata bisa berenang, dan kemampuan itu bukan kebetulan. Secara biologis, hampir semua kucing memiliki naluri serta kemampuan dasar untuk bergerak di air, meski tingkat kenyamanan dan keterampilannya berbeda-beda.
Yang sering terlihat justru sebaliknya, karena banyak kucing domestik menghindari air. Sikap ini tidak selalu berarti kucing tidak bisa berenang, melainkan lebih sering menunjukkan rasa asing, stres, atau ketidaknyamanan saat tubuhnya terkena air.
Kucing bisa berenang, tetapi tidak semua melakukannya dengan antusias
Dilansir BOULDER Veterinary Hospital, semua ras kucing bisa berenang dengan baik. Namun, beberapa ras memang memiliki kemampuan yang lebih menonjol dibandingkan yang lain.
Kemampuan ini dianggap sebagai naluri alami yang membantu kucing bertahan hidup di alam liar. Dalam kondisi tertentu, air justru menjadi elemen penting untuk keselamatan mereka, terutama ketika harus berpindah tempat atau menghindari ancaman.
Mengapa banyak kucing domestik takut air?
Britannica mencatat ada beberapa teori yang menjelaskan ketakutan kucing domestik terhadap air. Salah satunya berangkat dari dugaan bahwa nenek moyang kucing domestik hidup di wilayah kering dengan sumber air yang terbatas.
Kondisi itu membuat kucing tidak terbiasa dengan air dalam kehidupan sehari-hari. Saat kemudian bertemu air dalam bentuk siraman atau basah yang mendadak, reaksi yang muncul bisa berupa terkejut dan stres.
Selain faktor kebiasaan, cara manusia memperlakukan kucing juga bisa memengaruhi. Siraman air yang keras atau berlebihan dapat memicu syok, lalu perlahan membentuk asosiasi negatif terhadap air.
Kemampuan berenang punya fungsi penting bagi kucing
Cats.com menjelaskan bahwa berenang pada kucing tidak hanya berguna untuk bermain. Aktivitas ini juga membantu mereka berburu dan, pada jenis tertentu, bertahan hidup di habitat liar.
Pada kucing liar, kemampuan berenang dapat membantu perpindahan tempat dan menghindari predator. Fungsi ini menunjukkan bahwa berenang bukan hanya gerakan tambahan, tetapi bagian dari perilaku adaptif yang mendukung kehidupan mereka.
Tubuh kucing memang mendukung gerak di air
Kucing memiliki sejumlah adaptasi fisik yang memudahkannya bergerak di air. Kaki yang kuat membantu mendorong tubuh, sementara tulang belakang yang fleksibel membuat gerakannya lebih lincah.
Discover Wildlife menyebut beberapa spesies kucing liar, seperti kucing bakau atau Prionailurus viverrinus, bahkan memiliki kaki berselaput. Bentuk ini memberi dorongan tambahan saat berenang, mirip dengan mekanisme pada bebek dan amfibi.
Adaptasi semacam ini terbentuk melalui proses yang sangat panjang, dari ribuan hingga jutaan tahun. Karena itu, kemampuan berenang pada kucing tidak bisa dilepaskan dari sejarah evolusi dan lingkungan hidupnya.
Kucing liar justru lebih akrab dengan air
BigCatsWildCats menuliskan bahwa sejumlah kucing liar merupakan perenang yang andal, termasuk jaguar, harimau, macan tutul, kucing bakau, ocelot, dan serval. Bagi spesies-spesies ini, air bukan sekadar hambatan, tetapi juga bagian dari rutinitas hidup.
Jaguar bahkan dilaporkan bisa berenang melewati sungai dan danau hingga jarak 2,3 kilometer. Sementara itu, kucing bakau dapat menyelam untuk menangkap ikan, yang menunjukkan bahwa air juga bisa menjadi ruang berburu.
Pada kucing domestik, kemampuan itu tetap ada meski sering tersembunyi karena kebiasaan hidup yang berbeda. Jika dikenalkan secara perlahan sejak kecil, sebagian kucing bisa lebih nyaman dengan air dan menunjukkan kemampuan berenang yang lebih baik.
Source: www.idntimes.com