NASA tengah mempercepat persiapan untuk Artemis III, misi yang dirancang menjadi langkah berikutnya setelah keberhasilan Artemis II. Misi ini diproyeksikan menguji teknologi penting yang diperlukan untuk membawa manusia kembali ke permukaan Bulan.
Fokus utamanya bukan hanya peluncuran, tetapi juga kesiapan seluruh sistem yang akan menopang perjalanan ke orbit Bulan dan proses pendaratan. Dengan target peluncuran pada 2027, Artemis III dipandang sebagai fondasi bagi rencana jangka panjang eksplorasi antariksa manusia.
Perakitan roket SLS menjadi prioritas utama
NASA menempatkan roket Space Launch System atau SLS sebagai tulang punggung misi Artemis III. Bagian inti roket, termasuk tangki hidrogen cair dan tangki oksigen cair, dibuat di Michoud Assembly Facility sebelum dikirim ke Kennedy Space Center.
Pengiriman itu dilakukan menggunakan kapal Pegasus untuk memasuki tahap integrasi akhir. Di Kennedy, tim teknis akan menyatukan seluruh komponen sebelum masuk ke proses perakitan vertikal.
Empat mesin utama RS-25 juga menjadi bagian penting dalam tahap ini. Mesin tersebut dijadwalkan dikirim dari Stennis Space Center untuk dipasang pada inti roket.
SLS disebut sebagai satu-satunya roket yang mampu membawa kapsul Orion, astronaut, dan logistik ke Bulan dalam satu peluncuran. Roket itu juga memiliki daya dorong lebih dari 2 juta pon, yang menunjukkan skala besar kebutuhan misi Artemis III.
Pengujian teknologi pendaratan Bulan
Selain aspek peluncuran, Artemis III difokuskan pada pengujian teknologi yang akan digunakan untuk mendaratkan manusia di Bulan. Dalam skenario misi, kapsul Orion akan membawa astronaut ke orbit Bumi sebelum melakukan rendezvous dan docking dengan wahana komersial yang berfungsi sebagai pendarat Bulan.
Tahap pertemuan dan penyambungan dua wahana itu menjadi bagian yang sangat penting. Keberhasilan manuver tersebut akan menentukan kelancaran tahap pendaratan berikutnya.
Rangkaian uji ini memperlihatkan bahwa Artemis III tidak hanya menargetkan perjalanan ke Bulan, tetapi juga verifikasi kemampuan sistem yang lebih kompleks. NASA perlu memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai rancangan sebelum manusia kembali menginjak permukaan Bulan.
Kolaborasi industri antariksa
Persiapan Artemis III juga melibatkan kerja sama banyak pihak. NASA bekerja bersama Boeing sebagai kontraktor utama tahap inti roket, sementara L3Harris Technologies bertanggung jawab atas mesin RS-25.
Kolaborasi ini penting karena misi yang disiapkan memiliki banyak lapisan teknis dan tidak bisa bergantung pada satu sistem saja. Integrasi antara roket, kapsul Orion, dan wahana pendarat menjadi penentu utama keberhasilan misi.
Pekerjaan yang berlangsung saat ini menunjukkan bahwa Artemis III berada pada jalur yang sangat kompleks. Setiap komponen harus disiapkan dengan presisi, mulai dari bagian inti roket hingga sistem yang akan membawa astronaut ke permukaan Bulan.
Bagi NASA, Artemis III bukan sekadar uji terbang lanjutan, melainkan langkah strategis untuk memperluas kemampuan eksplorasi manusia di luar orbit Bumi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, misi ini akan membuka jalan bagi kehadiran manusia yang lebih lama di Bulan dan mendukung ambisi perjalanan lebih jauh ke Mars.
Source: www.idntimes.com






