Blue Origin Sukses Pakai Ulang New Glenn, Tapi Orbit Satelitnya Justru Di Bawah Target

Blue Origin mencatat pencapaian penting saat berhasil menggunakan kembali roket New Glenn untuk pertama kalinya. Langkah ini menjadi tonggak besar bagi sistem peluncuran berat milik perusahaan Jeff Bezos, yang terus berupaya menantang dominasi SpaceX di pasar peluncuran orbital global.

Namun, keberhasilan pada sisi pendaratan booster tidak sepenuhnya diikuti hasil misi yang mulus. Beberapa jam setelah peluncuran, Blue Origin mengungkapkan bahwa satelit komunikasi milik AST SpaceMobile justru masuk ke orbit yang disebut “off-nominal”, sehingga ada indikasi masalah pada tahap atas roket.

Reuse booster jadi sorotan utama

Blue Origin menyebut telah memastikan pemisahan muatan dan AST SpaceMobile juga mengonfirmasi satelitnya telah menyala. Meski begitu, perusahaan masih menilai data penerbangan untuk memahami apa yang terjadi setelah satelit dilepas ke luar angkasa.

AST kemudian menjelaskan bahwa roket New Glenn menempatkan satelit ke orbit yang lebih rendah dari rencana. Kondisi itu membuat satelit tersebut harus dikeluarkan dari orbit, sehingga hasil misi komersialnya menjadi dipertanyakan.

Pencapaian reuse ini terjadi pada peluncuran ketiga New Glenn. Roket baru ini telah dikembangkan lebih dari satu dekade, dan keberhasilan penggunaan ulang hanya dicapai sedikit lebih dari setahun setelah penerbangan perdananya.

Bagi Blue Origin, kemampuan memakai ulang booster menjadi hal yang sangat penting secara ekonomi. Perusahaan juga melihat pendekatan itu sebagai kunci untuk memperkuat posisi New Glenn dalam persaingan dengan SpaceX, yang diuntungkan oleh kemampuan Falcon 9 meluncurkan ulang booster berkali-kali.

Booster yang sama kembali ke drone ship

Booster yang digunakan ulang pada misi ini adalah unit yang sama dari penerbangan New Glenn sebelumnya pada November. Saat misi itu, booster membantu membawa dua wahana robotik NASA menuju Mars sebelum kembali mendarat di drone ship di laut.

Pada peluncuran terbaru, booster itu kembali berhasil direcover sekitar 10 menit setelah lepas landas dari Cape Canaveral, Florida. Blue Origin menggambarkan langkah ini sebagai pembuktian bahwa New Glenn bisa masuk ke fase operasional yang lebih efisien.

Meski begitu, perhatian kini bergeser ke tahap atas roket. Dalam timeline yang dibagikan sebelum peluncuran, tahap atas New Glenn dijadwalkan melakukan pembakaran kedua sekitar satu jam setelah lepas landas, tetapi belum jelas apakah manuver itu benar-benar terjadi.

Dampak bagi rencana jangka pendek

Masalah dalam penempatan satelit AST SpaceMobile bisa memengaruhi rencana dekat Blue Origin untuk New Glenn. Perusahaan itu memiliki kontrak dengan AST untuk mengirim beberapa satelit ke orbit dalam beberapa tahun ke depan guna membantu pembangunan jaringan broadband seluler berbasis luar angkasa.

Di sisi lain, Blue Origin juga terus menyiapkan penggunaan New Glenn untuk misi NASA ke Bulan dan mendukung ambisi perusahaan serta Amazon dalam membangun jaringan satelit berbasis ruang angkasa. Perusahaan saat ini juga tengah menyelesaikan persiapan wahana pendarat bulan robotik pertamanya untuk upaya peluncuran yang ditargetkan tahun ini.

Keberhasilan reuse booster memberi Blue Origin modal teknis dan simbolis yang kuat, tetapi hasil misi satelit AST menunjukkan bahwa tantangan utama New Glenn belum selesai. Perusahaan kini harus memastikan tahap atas roket bisa bekerja sesuai rencana jika ingin mempertahankan momentum di pasar peluncuran yang sangat kompetitif.

Exit mobile version